Selama ratusan tahun, Menara Galata pernah berada di bawah kekuasaan yang berbeda, digunakan untuk berbagai keperluan, dan dikaitkan dengan kisah yang masih dikenal hingga kini. Tak heran jika bangunan ini menjadi salah satu simbol bersejarah yang paling dikenal di Istanbul. Yuk, simak lima fakta Menara Galata berikut ini.
5 Fakta Menara Galata, Saksi Bisu Perjalanan Istanbul Selama Berabad-Abad

- Menara Galata berdiri sejak tahun 1348 dan tetap kokoh hingga kini, menjadikannya salah satu bangunan tertua serta simbol bersejarah penting di Istanbul.
- Dibangun oleh bangsa Genoa sebagai bagian dari koloni dagang mereka di kawasan Galata, menara ini mencerminkan peran strategis wilayah tersebut dalam perdagangan abad pertengahan.
- Selama berabad-abad, fungsi Menara Galata berubah dari menara pertahanan hingga museum modern, sekaligus menjadi lokasi legenda penerbangan Hezârfen Ahmed Çelebi dan titik pandang ikonik kota Istanbul.
1. Usianya lebih tua daripada banyak bangunan ikonik dunia

Menara Galata yang berdiri di Istanbul saat ini dibangun pada tahun 1348–1349. Artinya, usia bangunan ini sudah mendekati 700 tahun. Menara ini bahkan lebih tua daripada Istana Versailles di Prancis dan Taj Mahal di India yang baru dibangun beberapa abad kemudian. Saat banyak bangunan ikonik dunia belum ada, Menara Galata sudah lebih dulu menghiasi langit Istanbul.
Meski usianya sangat tua, Menara Galata masih berdiri kokoh hingga sekarang. Selama berabad-abad, bangunan ini pernah mengalami kerusakan akibat gempa bumi dan kebakaran. Namun, berbagai perbaikan dan restorasi yang dilakukan dari waktu ke waktu membuat Menara Galata tetap terjaga dan dapat dilihat hingga saat ini.
2. Dibangun oleh bangsa Genoa yang pernah menguasai kawasan Galata

Banyak orang mengira Menara Galata dibangun oleh Kesultanan Ottoman. Padahal, menara ini dibangun oleh bangsa Genoa, yaitu kelompok pedagang dan pelaut dari wilayah Italia. Pada abad pertengahan, mereka memiliki koloni dagang di kawasan Galata yang terletak di seberang Konstantinopel, kota yang kini dikenal sebagai Istanbul. Berkat lokasinya yang strategis, kawasan Galata menjadi salah satu pusat perdagangan yang ramai pada masa itu.
Untuk mendukung aktivitas mereka di kawasan tersebut, bangsa Genoa membangun berbagai bangunan penting, termasuk Menara Galata. Menara ini menjadi bagian dari kawasan yang mereka kelola dan menunjukkan pentingnya Galata dalam jaringan perdagangan Genoa. Dari kawasan inilah mereka menjalin hubungan dagang dengan Konstantinopel serta berbagai wilayah lain di sekitar Laut Mediterania.
3. Fungsinya berubah-ubah selama berabad-abad

Selama berabad-abad, Menara Galata telah digunakan untuk berbagai keperluan. Pada awalnya, menara ini menjadi bagian dari sistem pertahanan kawasan Galata dan berfungsi untuk mengawasi area di sekitarnya. Setelah wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan Ottoman, Menara Galata tetap dimanfaatkan sebagai menara pengawas. Bahkan, pada abad ke-16, bangunan ini sempat digunakan sebagai tempat penahanan bagi tawanan perang.
Fungsi Menara Galata kembali berubah pada abad ke-18 ketika dijadikan pos pemantauan kebakaran. Dari atas menara, petugas dapat mengawasi berbagai bagian kota dan memberikan peringatan jika terjadi kebakaran. Kini, Menara Galata tidak lagi digunakan untuk tujuan tersebut. Setelah beberapa kali dipugar, bangunan bersejarah ini berfungsi sebagai museum dan terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal sejarahnya lebih jauh.
4. Menjadi lokasi salah satu kisah penerbangan paling terkenal dalam sejarah Ottoman

Menara Galata dikenal sebagai tempat yang terkait dengan kisah penerbangan Hezârfen Ahmed Çelebi pada abad ke-17. Menurut catatan dari masa Ottoman, ia membuat sayap buatan menyerupai sayap burung lalu melompat dari puncak Menara Galata pada tahun 1632. Ia disebut berhasil meluncur melintasi Selat Bosphorus dan mendarat di kawasan Üsküdar, sehingga namanya dikenang dalam sejarah penerbangan Ottoman.
Namun, kebenaran kisah tersebut masih diperdebatkan hingga kini. Sebagian sejarawan meyakini peristiwa itu mungkin terjadi, sementara yang lain meragukannya karena bukti sejarah yang terbatas. Meski demikian, cerita Hezârfen Ahmed Çelebi tetap populer dan menjadi salah satu legenda yang paling melekat pada Menara Galata.
5. Menawarkan panorama 360 derajat kota Istanbul

Ketinggian Menara Galata membuat bangunan ini menjadi salah satu titik terbaik untuk melihat Istanbul dari atas. Dari dek observasinya, pengunjung dapat melihat berbagai bagian kota sekaligus, mulai dari Selat Bosphorus, Golden Horn, hingga sejumlah bangunan ikonik seperti Hagia Sophia dan Topkapi Palace. Pada cuaca yang cerah, jarak pandang dari puncak menara bahkan dapat mencapai puluhan kilometer.
Dari puncaknya, berbagai sudut Istanbul dapat terlihat dalam satu pandangan. Pemandangan dari atas menara juga kerap diabadikan dalam foto, terutama saat pagi atau menjelang matahari terbenam ketika cahaya membuat bentuk kota terlihat lebih jelas.
Itulah lima fakta menarik tentang Menara Galata yang telah menjadi bagian dari sejarah Istanbul selama berabad-abad. Di antara banyak bangunan bersejarah di Istanbul, Menara Galata memiliki tempat tersendiri. Selama ratusan tahun, menara ini tidak hanya bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga terus menjadi saksi perjalanan Istanbul dari masa ke masa.













![[QUIZ] Dari Ekosistem Favoritmu, Ini Caramu Bertahan di Lingkungan Sosial](https://image.idntimes.com/post/20250108/pexels-francesco-ungaro-17941854-9dc3a219985ddc1a62edaffc9d8f158d-bc339b9af18c454985da9343633bfa6d.jpg)




