Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Gereja Tritunggal Mahakudus Bagi Para Peziarah, Hidden Gem Kota Roma

5 Fakta Gereja Tritunggal Mahakudus Bagi Para Peziarah, Hidden Gem Kota Roma
potret altar utama Gereja Tritunggal Mahakudus bagi Para Peziarah, Roma saat masa Paskah (commons.wikimedia.org/L.J.Mazurek)
Intinya Sih
  • Gereja Tritunggal Mahakudus Bagi Para Peziarah di Roma berdiri sejak abad ke-16, berarsitektur Barok megah dengan karya seni bernilai tinggi dari seniman seperti Guido Reni dan Giovanni Battista Ricci.
  • Didirikan oleh St. Filipus Neri, gereja ini dahulu menjadi pusat pelayanan bagi peziarah dan kaum miskin, bahkan menampung ratusan ribu orang selama masa Yubelium di Roma.
  • Gereja ini memiliki delapan kapel indah, pernah menjadi rumah sakit militer tempat wafatnya Goffredo Mameli, serta dikenal karena mempertahankan tradisi Misa Latin Tridentine hingga kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Chiesa della Santissima Trinità dei Pellegrini atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Tritunggal Mahakudus Bagi Para Peziarah, di Kota Roma adalah sebuah gereja Katolik bersejarah di Roma. Letak gereja ini berdekatan dengan monumen-monumen penting di Kota Roma seperti Palazzo Farnese dan jembatan Ponte Sisto serta jalan bersejarah dari abad ke-16 yang bernama via Giulia di Distrik Regola. Gereja ini termasuk salah satu hidden gem di Kota Roma yang menarik banyak turis untuk mengunjunginya.

Menurut laman Turismo Roma, gereja ini berdiri di atas situs religius dari abad ke-12 yang dikenal dengan nama “San Benedetto de Arenula”. Pada tahun 1558, Paus Paulus IV memberikannya kepada St. Filipus Neri dan persaudaraan amalnya untuk kepentingan para peziarah, kaum miskin dan orang sakit. St. Filipus Neri (21 Juli 1515 – 26 May 1595) sendiri adalah seorang Pastor Italia yang terkenal dengan pelayanannya kepada sesama utamanya bagi mereka yang sakit dan miskin. Konstruksi gereja mulai dibangun pada sekitar tahun 1587, selesai dan diresmikan pada awal abad ke-17.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai gereja yang pernah berperan penting untuk kenyamanan para peziarah Kota Roma di masa lalu ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Berarsitektur Barok dan kaya seni artistik bernilai tinggi

potret fasad Gereja Gereja Tritunggal Mahakudus bagi Para Peziarah, Roma setelah restorasi di tahun 2024
potret fasad Gereja Gereja Tritunggal Mahakudus bagi Para Peziarah, Roma setelah restorasi di tahun 2024 (commons.wikimedia.org/Davidebuono)

Menurut laman Allthings Roma, Gereja Tritunggal Mahakudus Bagi Para Peziarah, di Kota Roma terkenal dengan arsitektur Baroknya dengan ciri khas kemegahan bangunan serta keindahan seni dengan visual yang ekspresif dan detail yang rumit. Interior gereja sendiri dihiasi oleh berbagai karya seni yang tak ternilai harganya. Altar utama dihiasi oleh mahakarya lukisan dari awal abad ke-17 karya Guido Reni berjudul Tritunggal Mahakudus. Terdapat kapel samping (side chapel) dengan lukisan dan patung bergaya seni Barok yang indah

Lukisan fresco di langit-langitnya memainkan teknik visual khas seni Barok yang menonjolkan kemegahan dan emosi yang intens termasuk seni stucco atau teknik plester relief dinding dengan lapisan warna emas. Terdapat berbagai pahatan patung marmer di altar dan lorong-lorong gereja yang sebagian besarnya berasal dari abad ke-17 dan 18. Selain itu terdapat sejumlah mahakarya istimewa seperti lukisan cat minyak berjudul "Trinitas dan Malaikat" dari tahun 1625 karya Guide Reni dan lukisan fresco para penginjil karya Giovanni Battista Ricci dari sekitar tahun 1613 di rangka kubah dan bagian sayap gereja.

2. Pernah menjadi pusat pelayanan untuk umat peziarah di Roma

potret bagian nave (lorong) Gereja Tritunggal Mahakudus bagi Para Peziarah, Roma
potret bagian nave (lorong) Gereja Tritunggal Mahakudus bagi Para Peziarah, Roma (commons.wikimedia.org/Lumen Roma)

Dalam sejarahnya Gereja Tritunggal Mahakudus Bagi Para Peziarah, di Kota Roma yang yang didirikan dan dipimpin oleh St. Filipus Neri ini memang memiliki misi khusus untuk menyambut dan membantu para peziarah di Roma utamanya ketika pada masa tahun Yubileum yang merupakan masa khusus rahmat, pengampunan dosa dan pembaruan iman yang dirayakan setiap 25 tahun sekali di Gereja Katolik Roma. Pada masa tersebut banyak umat Katolik yang melakukan perjalanan ziarah ke tempat suci.

Sejumlah sumber informasi sejarah menuliskan di masa lalu pada tahun Yubelium 1625, gereja pernah menambahkan bangunan rumah sakit besar di dekatnya ke dalam pengelolaannya dan menjadi pusat penyambutan dan keramah tamahan untuk para peziarah di kota Roma saat itu. Selama 2 abad beroperasi bangunan tersebut telah menampung hingga 400.000 orang. Di masa modern ini menurut laman Eternal Word Television Network (EWTN), pada tahun Yubelium 2025 lalu, gereja ini masih melanjutkan tradisi tersebut dengan memberikan sambutan hangat kepada para peziarah di Kota Roma.

3. Memiliki hubungan dengan lagu kebangsaan Italia

potret lukisan di bagian cupola atau kubah gereja
potret lukisan di bagian cupola atau kubah gereja (commons.wikimedia.org/Livioandronico2013)

Terdapat salah satu fakta menarik dari keberadaan gereja ini, yakni memiliki hubungan dengan lahirnya lagu kebangsaan Italia. Sebagaimana diinformasikan dalam laman Turismo Roma, pada tahun 1849, rumah sakit yang dikelola oleh Gereja Tritunggal Mahakudus Bagi Para Peziarah, di Kota Roma diubah menjadi rumah sakit militer selama bentrokan dengan tentara Prancis.

Selama periode waktu tersebut, rumah sakit ini membantu mengobati lebih dari 1.500 orang yang terluka, termasuk Goffredo Mameli, seorang patriot Italia, penyair dan penulis yang menulis lirik lagu patriotik "Il Canto de degli Italiani" yang kemudian menjadi lagu kebangsaan Italia. Ia meninggal di rumah sakit ini karena luka yang dideritanya pada usia 21 tahun.

4. Memiliki sejumlah kapel yang indah

potret Kapel St. Filipus Neri di dalam Gereja Tritunggal Mahakudus bagi Para Peziarah, Roma
potret Kapel St. Filipus Neri di dalam Gereja Tritunggal Mahakudus bagi Para Peziarah, Roma (commons.wikimedia.org/Davidebuono)

Gereja Tritunggal Mahakudus Bagi Para Peziarah, di Kota Roma ini memiliki 8 kapel indah di dalam gerejanya. Empat diantaranya yang terkenal adalah: Kapel Salib Mahakudus yang terdapat ukiran kayu polikrom "Yesus Kristus yang disalibkan dari abad ke-18. Kapel St. Filipus Neri yang berisi lukisan altar yang menggambarkan penglihatannya kepada St. Maria dan bayi Yesus yang dilukis oleh seniman Italia Filippo Bigioli di tahun 1853.

Kemudian di bagian sayap (transept) sebelah kiri gereja terdapat Kapel Madonna, St. Yusuf dan St. Benediktus yang didedikasikan untuk menghormati Bunda Maria penolong umat Kristen. Lukisan altar yang menggambarkan St. Yusuf dan St. Benediktus dari Nursia dilukis oleh Giambattista Ricci di abad ke-17. Kemudian di bagian sayap kanan gereja terdapat Kapel St. Matius yang menyimpan sejumlah patung marmer "St. Matius dan Malaikat" karya seniman Jacob Cornelisz Cobaert dan Pompeo Ferruci dari abad ke-17.

5. Terkenal dengan ritus Misa latin tradisionalnya

potret perayaan Misa dalam ritus tradisional latin
potret perayaan Misa dalam ritus tradisional latin di Katedral Strasbourg (commons.wikimedia.org/Christophe117)

Gereja Tritunggal Mahakudus Bagi Para Peziarah, di Kota Roma ini terkenal dengan ritus Misa latin tradisional atau yang lebih dikenal dengan Tridentine Mass. Dilansir BBC, Tridentine Mass adalah ritus tata perayaan Misa di seluruh Gereja Katolik Roma sejak tahun 1570 hingga digantikan dengan tata perayaan Misa baru setelah Konsili Vatikan II pada tahun 1960-an. Dalam ritus misa tradisional tersebut, semuanya dilakukan dalam bahasa latin atau Romawi kuno. Imam memimpin liturgi menghadap ke timur, memimpin jemaat yang berada di belakangnya dan jemaat mengikuti Misa dalam doa pribadi dan tak berperan aktif.

Sebagai informasi, penggunaan ritus Misa latin tradisional tersebut dibatasi dalam artian tak bisa dilakukan di setiap paroki dan harus mendapatkan izin khusus dari otoritas Vatikan. Pengelolaan gereja dan liturgi di Gereja Tritunggal Mahakudus Bagi Para Peziarah, di Kota Roma ini dipercayakan kepada komunitas religius Persaudaraan Imam Santo Petrus (FSSP).

Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk mengunjungi gereja bersejarah ini apabila nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Kota Roma?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More