Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Tuvalu, Negara Kepulauan Pasifik yang Tak Punya Angkatan Bersenjata

5 Fakta Tuvalu, Negara Kepulauan Pasifik yang Tak Punya Angkatan Bersenjata
bendera Tuvalu (In Vitrio, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Tuvalu adalah negara kepulauan kecil di Pasifik dengan luas 26 km² dan elevasi rendah, membuatnya sangat rentan terhadap kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim.
  • Pendapatan utama Tuvalu berasal dari lisensi domain internet '.tv', yang membantu pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan keanggotaannya di PBB.
  • Negara ini tidak memiliki militer maupun ATM; kehidupan sehari-hari bergantung pada uang tunai dan bantuan pertahanan dari Australia serta Selandia Baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tuvalu, sebuah negara kepulauan mungil di Samudra Pasifik, sering kali luput dari perhatian dunia. Terletak di antara Hawaii dan Australia, negara ini terdiri dari sembilan pulau karang dan atol yang tersebar, menawarkan keindahan alam yang memukau namun juga menghadapi tantangan besar. Meskipun ukurannya kecil, Tuvalu memiliki kekayaan budaya dan fakta unik yang menjadikannya salah satu permata tersembunyi di dunia.

Dengan luas daratan hanya 26 kilometer persegi, Tuvalu adalah salah satu negara terkecil di dunia berdasarkan luas wilayah dan populasi. Namun, jangan biarkan ukurannya menipu; negara ini menyimpan berbagai kisah menarik mulai dari sejarahnya yang kaya hingga perjuangannya melawan perubahan iklim. Mari kita telusuri lima fakta unik tentang Tuvalu yang mungkin belum kamu ketahui.

1. Tuvalu merupakan salah satu negara terkecil di dunia yang memiliki elevasi terendah

Tuvalu
Tuvalu (Gabriella Jacobi, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Tuvalu terdiri dari tiga pulau karang dan enam atol, menjadikannya salah satu negara terkecil di dunia berdasarkan luas daratan, hanya 26 kilometer persegi. Poin tertinggi di Tuvalu hanya sekitar 4,6 meter di atas permukaan laut, yang terletak di Niulakita. Kondisi geografis ini membuat Tuvalu sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

Ancaman kenaikan permukaan air laut menjadi perhatian serius bagi penduduk Tuvalu. Dilansir Factsinstitute.com, dua dari sembilan pulau Tuvalu bahkan terancam tenggelam akibat kenaikan air laut dan erosi pantai. Meskipun sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa 75% pulau-pulau Tuvalu justru bertambah luas antara tahun 1971 dan 2014 karena pergerakan pasir, air laut di Funafuti telah naik 3,9 mm per tahun, dua kali lipat rata-rata global. Banjir saat pasang tinggi, atau yang dikenal sebagai king tides, sering terjadi di daerah dataran rendah, termasuk bandara.

2. Domain internet '.tv' menjadi sumber pendapatan utama negara

ilustrasi internet
ilustrasi internet (Rock1997, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Tuvalu sempat mengalami kesulitan finansial untuk bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, nasib mereka berubah ketika nama domain internet dialokasikan untuk setiap negara. Tuvalu menerima akronim ".tv" yang sangat diminati.

Pada tahun 2000, negara ini berhasil menegosiasikan sewa domain ".tv" senilai 50 juta dolar AS untuk jangka waktu 12 tahun. Keuntungan dari sewa domain ini digunakan untuk memasang listrik di pulau-pulau terluar, menciptakan program beasiswa, dan akhirnya memungkinkan Tuvalu untuk bergabung dengan PBB. Pendapatan dari lisensi domain ".tv" ini masih menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi Tuvalu, menyumbang sekitar 10% dari total pendapatan negara.

3. Negara ini tidak memiliki ATM dan sebagian besar transaksi menggunakan uang tunai

ilustrasi uang (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi uang (pexels.com/Pixabay)

Berbeda dengan sebagian besar negara di dunia yang kini semakin mengandalkan pembayaran nontunai, Tuvalu memiliki sistem ekonomi yang sangat bergantung pada uang tunai. Dilansir dari Mycountryfacts.com, tidak ada ATM di seluruh Tuvalu. Selain itu, sebagian besar toko, hotel, atau restoran juga tidak menerima pembayaran dengan kartu kredit atau debit.

Para pengunjung yang berencana bepergian ke Tuvalu harus memastikan untuk membawa uang tunai yang cukup dalam bentuk Dolar Australia (AUD) untuk seluruh durasi perjalanan mereka. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat penerbangan langsung ke Tuvalu hanya tersedia dari Fiji, dan mencari Dolar Australia di Fiji terkadang sulit.

4. Tuvalu adalah salah satu negara dengan jumlah kunjungan wisatawan paling sedikit di dunia

Meskipun memiliki keindahan alam yang memukau dan kebijakan visa yang sangat liberal—siapa pun dari negara mana pun dapat bepergian ke Tuvalu tanpa visa atau mendapatkannya saat kedatangan—Tuvalu tetap menjadi salah satu negara yang paling sedikit dikunjungi di dunia. Pada tahun 2010, hanya 1.684 orang yang berkunjung ke Tuvalu, dengan 20% di antaranya adalah turis. Angka ini sedikit meningkat menjadi 2.000 pengunjung pada tahun 2016.

Rendahnya jumlah wisatawan disebabkan oleh lokasinya yang sangat terpencil dan kurangnya fasilitas pariwisata. Funafuti, ibu kota Tuvalu, menjadi tujuan utama karena memiliki satu-satunya bandara dan hotel. Namun, belum ada pemandu wisata atau aktivitas terorganisir yang tersedia. Kapal pesiar juga tidak berkunjung ke Tuvalu.

5. Tuvalu tidak memiliki militer dan mengandalkan bantuan pertahanan dari negara lain

bendera Tuvalu
bendera Tuvalu (In Vitrio, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Tuvalu merupakan salah satu dari sekitar 22 negara di dunia yang tidak memiliki tentara permanen. Negara ini mengandalkan Kepolisian Nasional Tuvalu, atau Tuvalu Police Force, untuk menjaga ketertiban, pengawasan maritim, bea cukai, penjara, dan imigrasi. Untuk urusan pertahanan yang lebih besar, Tuvalu bergantung pada kerja sama pertahanan dengan negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru.

Australia, misalnya, telah menyediakan kapal patroli kepada Tuvalu untuk tujuan pengawasan maritim, patroli penangkapan ikan, dan misi pencarian serta penyelamatan. Kapal terbaru, HMTSS Te Mataili II, disumbangkan pada tahun 2019. Kejahatan bukanlah masalah besar di Tuvalu, sebagian berkat sistem peradilan yang efektif dan pengaruh Falekaupule, yaitu dewan tetua pulau tradisional yang berperan dalam pengambilan keputusan.

Tuvalu, dengan segala keunikan dan tantangannya, adalah contoh nyata sebuah negara yang berjuang mempertahankan identitasnya di tengah arus modernisasi dan perubahan global. Fakta-fakta ini menunjukkan betapa istimewanya negara kepulauan kecil ini di tengah Samudra Pasifik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More