Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Unik At-Turaif, Tempat Lahirnya Negara Arab Saudi
At-Turaif (commons.wikimedia.org/xiquinhosilva)
  • At-Turaif di Diriyah menjadi tempat lahirnya Negara Arab Saudi, pusat kekuasaan Dinasti Al Saud sejak 1744, dan fondasi berdirinya negara modern.
  • Kawasan ini menampilkan arsitektur Najdi khas gurun dengan bangunan dari batu bata lumpur yang dirancang untuk menyesuaikan iklim ekstrem.
  • Setelah sempat hancur akibat perang, At-Turaif kini dipugar, diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia, dan berfungsi sebagai museum terbuka bersejarah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat mendengar nama Arab Saudi, banyak orang mungkin langsung membayangkan gedung-gedung pencakar langit di Riyadh atau hamparan gurun pasir yang luas. Namun, di balik kemajuan negara tersebut, terdapat kawasan At-Turaif di Diriyah, sebuah kawasan bersejarah yang menjadi saksi awal mula berdirinya Negara Arab Saudi.

Sekilas, At-Turaif memang hanya tampak seperti kumpulan bangunan tua dari tanah liat. Padahal, kawasan ini menyimpan sejarah panjang yang membuatnya diakui sebagai salah satu situs bersejarah paling penting di Arab Saudi. Yuk, simak 5 fakta unik At-Turaif berikut ini!

1. Tempat lahirnya Negara Arab Saudi

Istana Salwa, pusat pemerintahan Emirat Diriyah pada abad ke-18 (flickr.com/taigatrommelchen)

Jauh sebelum menjadi kawasan bersejarah seperti sekarang, At-Turaif merupakan pusat pemerintahan Emirat Diriyah pada abad ke-18. Di kawasan inilah Muhammad bin Saud, pendiri Dinasti Al Saud, membangun pusat kekuasaan dan mengambil berbagai keputusan penting yang menjadi awal berdirinya Negara Saudi Pertama pada tahun 1744.

At-Turaif memiliki peran sangat krusial dalam sejarah politik karena dari sinilah pengaruh Dinasti Al Saud mulai meluas ke berbagai wilayah di Semenanjung Arabia. Perkembangan besar tersebut menjadi fondasi utama lahirnya Negara Arab Saudi modern yang kita kenal saat ini. Itulah sebabnya At-Turaif sering dijuluki sebagai cikal bakal atau "tanah kelahiran" bangsa.

2. Dibangun dengan arsitektur Najdi

Bangunan At-Turaif dengan arsitektur tradisional Najdi (flickr.com/Patrik Hierner)

Salah satu ciri khas At-Turaif adalah bangunannya yang dibuat dengan arsitektur Najdi, yaitu gaya bangunan tradisional dari wilayah tengah Semenanjung Arabia. Sebagian besar bangunan di kawasan ini dibangun menggunakan batu bata lumpur (adobe) yang terbuat dari campuran tanah liat dan jerami. Kompleks bangunan tersebut memiliki karakteristik dinding yang tebal, halaman terbuka di bagian tengah, menara pemantau, serta hiasan bermotif geometris yang sederhana.

Arsitektur Najdi di At-Turaif dirancang agar cocok dengan iklim gurun yang ekstrem. Dindingnya yang tebal membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk pada siang hari dan lebih hangat saat malam hari. Sementara itu, keberadaan halaman tengah dan pengaturan celah bukaan membantu udara mengalir dengan lebih baik sehingga bagian dalam bangunan tetap nyaman dihuni.

3. Sempat hancur lebur dan terbengkalai akibat perang

Sebagian bangunan At-Turaif sempat rusak akibat perang tahun 1818 (commons.wikimedia.org/Radosław Botev)

Masa kejayaan At-Turaif sempat berakhir pada tahun 1818 saat terjadi Pengepungan Diriyah. Dalam peristiwa ini, pasukan Kekaisaran Ottoman yang dipimpin Ibrahim Pasha menyerang kawasan tersebut hingga banyak bangunan mengalami kerusakan parah, termasuk kompleks Istana Salwa. Peristiwa kelam ini menandai runtuhnya era Negara Saudi Pertama.

Setelah perang berakhir, At-Turaif ditinggalkan oleh penduduknya dan terbengkalai selama bertahun-tahun. Banyak bangunannya yang berubah menjadi puing-puing akibat usia dan abrasi cuaca gurun yang ekstrem. Meski sempat menjadi kota mati, sisa-sisa reruntuhan tersebut tetap menjadi memori penting sebelum akhirnya kawasan ini mulai dipugar kembali pada masa modern.

4. Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

At-Turaif ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2010 (commons.wikimedia.org/Radosław Botev)

Setelah lama menjadi kawasan bersejarah, At-Turaif akhirnya diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2010. Pengakuan ini diberikan karena At-Turaif memiliki nilai sejarah, budaya, dan arsitektur yang penting. Kawasan ini juga dianggap sebagai salah satu contoh terbaik permukiman tradisional di Semenanjung Arabia.

UNESCO menilai At-Turaif memiliki warisan budaya yang perlu dilestarikan karena masih mempertahankan tata kota, istana, dan bangunan tradisionalnya. Selain itu, kawasan ini juga menunjukkan bagaimana batu bata lumpur dapat digunakan untuk membangun permukiman yang kokoh di tengah lingkungan gurun. Oleh karena itu, kelestarian At-Turaif kini dijaga ketat di bawah pengawasan global.

5.Sekarang menjadi museum terbuka

At-Turaif kini menjadi museum terbuka yang memperkenalkan sejarah Arab Saudi (flickr.com/Gordon Tang)

Melalui berbagai upaya pelestarian dan revitalisasi, At-Turaif kini menjadi sebuah museum terbuka (open-air museum). Pengunjung tidak lagi melihat reruntuhan, melainkan bisa berjalan menyusuri bangunan bersejarah yang telah ditata rapi, seperti Istana Salwa, rumah-rumah tradisional, masjid kuno, hingga istana para anggota keluarga kerajaan terdahulu.

Kini, At-Turaif menjadi salah satu pusat wisata budaya di Arab Saudi. Kompleks ini dilengkapi dengan berbagai museum tematik, mulai dari Museum Diriyah, Museum Militer, hingga Lifestyle Museum. Kehadiran At-Turaif membuktikan bahwa situs kuno bisa terus dilestarikan sekaligus dimanfaatkan secara modern sebagai sarana edukasi.

Itulah 5 fakta unik At-Turaif, sebuah distrik kuno yang menjadi saksi penting perjalanan sejarah Arab Saudi. Dari kawasan yang pernah mengalami masa kejayaan hingga sempat terbengkalai, At-Turaif membuktikan bahwa warisan masa lalu dapat terus dijaga dan dilestarikan agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article