Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Penyebab Kucing Selalu Berusaha untuk Kabur dari Rumah

ilustrasi kucing (pexels.com/Emre Yıldız)
ilustrasi kucing (pexels.com/Emre Yıldız)
Intinya sih...
  • Dorongan naluri alami: Kucing memiliki naluri eksplorasi yang kuat, terutama jika tidak disterilkan.
  • Lingkungan rumah yang kurang nyaman: Kucing akan kabur mencari tempat yang lebih tenang jika merasa tidak aman di rumah.
  • Kurangnya perhatian dan interaksi: Kucing yang jarang diajak berinteraksi rentan merasa bosan dan kesepian.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kucing peliharaan yang kabur dari rumah mungkin rentan membuat pemiliknya merasa cemas dan khawatir berlebih. Perilaku ini sebetulnya bisa dipicu oleh berbagai faktor lingkungan atau naluri alami yang memang dimiliki kucing.

Kucing yang sering kabur dari rumah jelas memerlukan penanganan yang tepat agar tetap merasa aman dan nyaman. Simaklah beberapa penyebab berikut ini dari kucing yang sering kabur dari rumah, sehingga bisa dicegah.

1. Dorongan naluri alami

ilustrasi kucing (unsplash.com/River Kao)
ilustrasi kucing (unsplash.com/River Kao)

Kucing pada umumnya memiliki naluri eksplorasi yang kuat untuk menjelajahi lingkungan sekitarnya. Dorongan ini seolah membuat kucing jadi selalu tertarik untuk keluar agar bisa memeroleh pengalaman baru yang menarik.

Naluri yang ada semakin kuat jika kucing tidak disterilkan, sehingga hanya akan semakin merepotkan pemiliknya. Kucing yang tidak steril sangat rentan kabur untuk mencari pasangan atau pun berusaha menandai wilayah sekitarnya.

2. Lingkungan rumah yang kurang nyaman

ilustrasi kucing (pexels.com/Oleksandra Derkach)
ilustrasi kucing (pexels.com/Oleksandra Derkach)

Lingkungan yang bising atau penuh tekanan akan rentan membuat kucing merasa tidak aman dengan kondisinya. Hal ini akan mendorong kucing untuk terus berusaha mencari tempat yang dianggap lebih tenang.

Tidak adanya ruang bermain dan tempat untuk bersembunyi hanya akan memicu stres berlebih pada kucing. Akibat dari hal ini akan membuat kucing jadi selalu berusaha keluar untuk menghindari ketidaknyamanan yang dialaminya.

3. Kurangnya perhatian dan interaksi

ilustrasi makanan kucing (unsplash.com/freestocks)
ilustrasi makanan kucing (unsplash.com/freestocks)

Kucing yang jarang diajak berinteraksi akan rentan merasa bosan atau terabaikan, sehingga inilah yang memengaruhi perilakunya. Kjucing akan merasa mudah kesepian dan pada akhirnya berusaha mencari stimulasi lain di luar rumah.

Kurangnya perhatian bisa memengaruhi kondisi emosional kucing secara signifikan. Kucing nantinya akan terus berusaha kabur sebagai bentuk pelampiasan diri, sehingga pemiliknya wajib mewaspadai hal yang satu ini.

4. Rasa takut akibat pengalaman buruk

ilustrasi kucing (unsplash.com/Anthony de Kroon)
ilustrasi kucing (unsplash.com/Anthony de Kroon)

Jika kucing pernah mengalami pengalaman traumatis seperti dimarahi atau dikejutkan, maka kucing akan rentan merasa ketakutan. Rasa takut tersebut akan mendorongnya untuk berlari dan kabur dari rumah.

Jika kejadian serupa sampai terjadi pada kucing peliharaan, maka bukan tidak mungkin jika mereka akan menganggap rumah sebagai tempat yang tidak aman. Hal ini juga akan meningkatkan risiko kucing kabur dan merepotkan pemiliknya.

Kucing kabur dari rumah bukanlah perilaku yang bisa terjadi tanpa sebab. Pemilik harus benar-benar memperhatikan faktor penyebabnya agar bisa mencegah kejadian serupa terulang kembali. Ciptakan lingkungan nyaman agar kucing tidak mudah kabur dari rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Iceland Gull, Spesies Camar Penghuni Perairan Ekstrem Arktik!

02 Feb 2026, 18:49 WIBScience