5 Fakta Menarik Susuh Batu Kolam, Perpaduan Ikan Lele dan Belut

- Perpaduan belut dan ikan lele, memiliki tubuh memanjang dan kumis mirip ikan lele, serta bisa bertahan di perairan yang kotor.
- Bisa bereproduksi secara seksual dan aseksual, mampu melakukan reproduksi aseksual melalui proses ginogenesis.
- Merupakan ikan yang aktif dan atletik, sering berenang kesana kemari, mampu menggali ke dalam tanah dan pasir, serta tidak agresif.
Biasanya, ikan punya badan yang datar, ramping, atau berwarna cerah. Namun, ternyata ada juga ikan yang badannya memanjang dan mirip dengan belut. NSalah satunya adalah Misgurnus anguillicaudatus atau susuh-batu kolam. Selain panjang, ikan air tawar tersebut juga lincah, pandai berenang, dan punya sistem reproduksi yang unik. Ikan ini juga berkumis, mirip dengan lele.
Di balik semua hal unik tersebut, ternyata ikan kecil ini cukup populer. Pasalnya, ia bisa dimakan, dijual, dan sering dipelihara oleh pecinta ikan. Ia memang tidak bisa ditemukan di Indonesia, tetapi pamornya kalah dari ikan lain. Untuk itu, simak berbagai menarik susuh-batu kolam agar kamu makin mengenalnya.
1. Perpaduan belut dan ikan lele

Jika diperhatikan, dapat terlihat kalau ciri fisik ikan ini mirip dengan perpaduan dua hewan, yaitu belut dan ikan lele. Pertama, ikan ini punya tubuh memanjang dan sirip yang kecil, persisi seperti belut. Sama seperti belut, warnanya juga beragam, mulai dari pink, jingga hijau, hingga cokelat. Soal ukuran, laman Fishkeeping Project menjelaskan kalau panjang ikan ini mencapai 30 centimeter.
kumisnya yang berlokasi di sekitar mulut juga sangat mirip dengan ikan lele. Tak cuma bentuk dan ukurannya, bahkan fungsinya juga sama, yaitu digunakan untuk mendeteksi pergerakan mangsa. Tak sampai di situ, bahkan susuh-batu kolam juga bisa bertahan hidup di perairan yang kotor dan minim oksigen, serupa dengan ikan lele.
2. Bisa bereproduksi secara seksual dan aseksual

Artikel di jurnal Biol Reprod dan Exp Zool A Comp Exp Biol. menjelaskan kalau susuh-batu kolam mampu berproduksi secara seksual dan aseksual. Sebenarnya, hewan ini lebih sering melakukan reproduksi secara seksual dengan perkawinan, sama seperti ikan lain. Namun, di beberapa kesempatan populasi yang hidup di alam liar juga mampu melakukan reproduksi aseksual.
Reproduksi aseksualnya terjadi saat ada sel telur diploid yang tidak tereduksi. Kemudian, sel tersebut berkembang menjadi klon identik (tanpa kontribusi genetik dari sperma) melalui proses ginogenesis. Selama ginogenesis, sel telur diaktifkan oleh sperma yang mengalami degenerasi tanpa menyatu dengan inti sel telur. Lebih lanjut, proses aseksual ini melibatkan duplikasi kromosom oleh mitokondria.
3. Merupakan ikan yang aktif dan atletik

Dilansir Animalia, ikan yang berasal dari Eropa dan Asia ini merupakan hewan yang sangat aktif, khususnya saat dipelihara. Ia sering berenang kesana kemari, mampu menggali ke dalam tanah dan pasir, serta tidak agresif. Terkadang, ikan ini juga sangat tenang sampai-sampai bisa ditangkap dan digenggam dengam mudah. Ia juga perenang yang atletik dan bisa berenang dengan kecepatan tinggi.
Keaktifan ikan ini akan memuncak jika ia hidup di daerah yang luas atau saat berkelompok. Jika sedang menyendiri, susuh-batu kolam lebih suka bersembunyi di dalam tanah, masuk ke sela-sele bebatuan, atau berkamuflase di sekitar tanaman air. Susuh-batu kolam juga bukan ikan tropis, jadi ia sulit bertahan di air yang suhunya di atas 21 hingga 24 °C.
4. Bisa dimakan dan dipelihara

Walau bentuknya aneh, susuh-batu kolam bisa dipelihara dan dimakan, lho. Pertama, lama FAO menjelaskan kalau ikan ini sangat populer sebagai makanan, khususnya di wilayah Asia Timur. Susuh-batu kolam bisa diolah menjadi sup hingga dipanggang seperti belut. Selain itu, bahkan ikan ini masuk ke peringkat 30 sebagai ikan budidaya terpenting. Selain dikonsumsi, ada banyak pecinta ikan yang memelihara hewan ini. Perawatannya yang mudah, sifatnya yang tenang, dan perawakannya yang unik jadi ciri khasnya. Uniknya, ikan yang dimakan dan dipelihara merupakan jenis yang berbeda.
5. Makanan utamanya adalah invertebrata kecil

Dilansir iNaturalist, susuh-batu kolam sangat suka memakan keong. Di alam liar ia menjadi pengendali populasi keong yang efisien. Hal tersebut menjadi penting karena keong cukup merugikan bagi banyak orang, khususnya petani. Selain keong, ikan ini juga kerap memakan invertebrata lain seperti udang dan cacing. Saat berburu, ia sangat mengandalkan kumisnya. Ia juga bisa berburu di berbagai tempat, mulai dari di sela-sela batu, tanaman air, bahkan ikan ini tak segan untuk menggali tanah saat hendak mencari makanan.
Selain ciri fisiknya, ikan ini juga menunjukan keunikan dari hal lain. Oleh sebab itu, ia merupakan salah satu ikan yang sangat eksotis. Karena keunikannya tersebut, hewan ini juga mudah dikenali dan diidentifikasi. Sebagai manusia, tugas kita adalah menjaga kehidupan dan eksistensi susuh-batu kolam. Kita boleh menangkapnya, tetapi kita tak boleh melakukannya secara berlebihan.


















