Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Gastromyzontidae, Kembaran Ikan Sapu-sapu
Gastromyzontidae (lex.dk/Jörg Freyho)
  • Gastromyzontidae memiliki bentuk tubuh dan perilaku mirip ikan sapu-sapu, namun berbeda karena kulitnya halus dan bukan termasuk famili Loricariidae.
  • Ikan Gastromyzontidae berasal dari ordo Cypriniformes dan tersebar di Asia, termasuk spesies endemik yang hidup di perairan tawar Pulau Kalimantan.
  • Dengan ukuran kecil kurang dari 10 cm dan warna menarik, Gastromyzontidae populer sebagai ikan hias ramah lingkungan pengganti sapu-sapu invasif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang sangat merugikan di Indonesia. Ikan tersebut merupakan hewan asli Amerika Selatan dan bisa hidup di Indonesia karena campur tangan manusia. Menariknya, ternyata di Indonesia ada jenis ikan yang mirip dengan sapu-sapu, lho. Ikan tersebut adalah ikan yang berasal dari famili Gastromyzontidae.

Kemiripan Gastromyzontidae dan sapu-sapu nampak di cara hidup, bentuk tubuh, dan habitatnya. Penyebaran famili Gastromyzontidae juga cukup sempit, yaitu di Pulau Kalimantan. Sama seperti sapu-sapu, ikan Gastromyzontidae juga kerap dipelihara, lho. Mau tahu lebih dalam tentang Gastromyzontidae? Kita ulik di bawah ini, yuk.

1. Gastromyzontidae mirip dengan ikan sapu-sapu

Gastromyzontidae (inaturalist.org/Alec Karcz)

Jika dilihat sekilas, famili Gastromyzontidae memiliki banyak kemiripan dengan ikan sapu-sapu (famili Loricariidae). Pertama, keduanya sama-sama memiliki tubuh yang agak mendatar dan moncong lebar. Mulut kedua ikan tersebut juga berlokasi di bagian bawah kepala sehingga memudahkan mereka untuk menempel di permukaan datar di dasar perairan.

Posisi mata ikan sapu-sapu dan Gastromyzontidae juga sama-sama di bagian atas kepala. Hal tersebut memudahkan mereka untuk melihat area sekitar ketika sedang menempel. Namun, ikan sapu-sapu memiliki kulit yang keras seperti perisai pelindungi. Di sisi lain, Gastromyzontidae punya kulit halus layaknya ikan lain.

2. Klasifikasi famili Gastromyzontidae

Gastromyzontidae (commons.wikimedia.org/Ventus55)

Walau mirip dengan ikan sapu-sapu, ternyata Gastromyzontidae memiliki kekerabatan yang jauh dari hewan tersebut. Dilansir iNaturalist, Gastromyzontidae diklasifikasikan ke ordo Cypriniformes. Hal tersebut membuat kekerabatannya lebih dekat dengan ikan emas, minnow, sucker, dan loach. Sementara itu, ikan sapu-sapu (famili Loricariidae) berasal dari ordo Siluriformes. Artinya, kekerabatan ikan tersebut sangat dekat dengan ikan patin dan lele. Bahkan, ikan sapu-sapu juga disebut sebagai armored catfish atau ikan lele berarmor dalam bahasa Inggris.

3. Gastromyzontidae bisa ditemukan di Pulau Kalimantan

Gastromyzontidae (animalia.bio)

Berbeda dari sapu-sapu yang hidup di Amerika Selatan, famili Gastromyzontidae merupakan satwa endemik benua Asia. Penyebarannya luas, mulai dari wilayah China, Malaysia, hingga Indonesia. Dilansir Fishbase, ada beberapa spesies yang hidup di China seperti Bashimyzon cheni dan Annamia normani. Selain itu, beberapa spesies sepeti Hypergastromyzon eubranchus, Gastromyzon ridens, dan Gastromyzon-cornusaccus bisa ditemukan di Pulau Kalimantan dan wilayah Malaysia. Habitat mereka mencakup perairan air tawar seperti sungai, danau, dan rawa.

4. Panjangnya kurang dari 10 centimeter

Gastromyzontidae (commons.wikimedia.org/Davidaboyd)

Informasi dari laman Seriously Fish menjelaskan kalau panjang maksimal Gastromyzontidae tak mencapai 10 centimeter. Contohnya, ada Hypergastromyzon humilis dengan panjang maksimal 3,5 centimeter. Di sisi lain, panjang maksimal Gastromyzon ctenocephalus sekitar 4 centimeter. Spesies lain seperti Beaufortia kweichowensis sedikit lebih besar dengan panjang maksimal sekitar 7,5 centimeter. Ukuran kecil ditambah kemampuan kamuflasenya yang baik membuat ikan ini sulit ditemukan dan diidentifikasi di alam liar.

5. Gastromyzontidae merupakan ikan hias

Gastromyzontidae (commons.wikimedia.org/Bitter, Friedrich)

Karena sifatnya sebagai spesies invasif, ikan sapu-sapu kurang direkomendesikan untuk dipelihara. Nah, Gastromyzontidae bisa menjadi alternatif yang menarik untuk menggantikan ikan tersebut. Di berbagai marketplace online harga Gastromyzontidae juga cukup terjangkau, yaitu mulai Rp10 ribuan

Ikan ini juga punya beberapa kelebihan jika dibandingkan sapu-sapu, seperti warna beragam dan ukuran kecil sehingga mudah dipelihara. Dilansir Aquarium Glaser, kamu bisa memelihara ikan ini di air bersuhu 22-28°C. Ornamen seperti bebatuan dan tanaman air juga bisa dimasukkan ke akuarium sebagai tempat menempel. Ia juga tak agresif sehingga bisa dipelihara bersama spesies lain.

Bisa dibilang kalau Gastromyzontidae adalah "ikan sapu-sapu asli Indonesia." Gelar tersebut didapatkan berkat kemiripannya dengan ikan sapu-sapu yang asli. Namun, berbeda dengan sapu-sapu yang harus dimusnahkan, Gastromyzontidae justru harus dilestarikan. Kamu harus menjaga habitatnya, jangan memburunya dengan sembarangan, dan pastikan ikan ini hidup tenang di alam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article