Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Kupu-kupu Alfalfa, Bisa Memantulkan Sinar UV
kupu-kupu alfalfa (commons.wikimedia.org/Rhododendrites)
  • Kupu-kupu alfalfa memiliki kemampuan unik memantulkan sinar ultraviolet melalui pigmen pterin di sayapnya, membantu membedakan jenis kelamin saat musim kawin.
  • Spesies ini tersebar luas di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko, hidup di taman alfalfa hingga dataran tinggi dengan populasi puncak antara April sampai Oktober.
  • Proses kawinnya singkat dan betina bersifat polyandrous, memilih pasangan berdasarkan ciri visual serta bau feromon untuk memastikan kecocokan reproduksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Terdapat satu serangga berukuran kecil dengan sayap kuning yang kerap menempal di semak-semak dan bunga. Ia adalah kupu-kupu alfalfa (Colias eurytheme) yang penyebarannya mencakup wilayah Meksiko. Selain punya sayap berwarna kuning yang khas, kupu-kupu alfalfa juga bisa memantulkan sinar ultraviolet.

Proses perkawinannya juga singkat, tapi hewan ini punya berbagai pertimbangan ketika menentukan pasangan sebelum kawin. Selain kupu-kupu dewasa, warna ulatnya juga cerah dan mencolok, yaitu hijau terang. Mau tahu seluk peluk dan berbagai fakta unik kupu-kupu alfalfa? Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Sayapnya memantulkan sinar ultraviolet (UV)

kupu-kupu alfalfa (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)

Sayap individu jantan bisa memantulkan sinar ultraviolet (UV) sementara sayap belakang individu betina bisa menyerap sekaligus memunculkannya dalam bentuk corak di sayap. Berdasarkan penelitian, kemampuan merefleksikan sinar UV tersebut juga mengandung pigmen pterin. Alhasil, kupu-kupu jantan bisa menyerap gelombang sepanjang 550 nm ke bawah.

Penelitian lanjutan pada 2007 juga mengungkap fakta bahwa sinar UV yang dipantulkan akan terpancar paling terang jika dilihat dari bagian atas. Hal tersebut juga memperkuat hipotesis kalau kupu-kupu ini bisa membedakan jenis kelamin berdasarkan warna atau pantulan di sayapnya. Hal tersebut khususnya terjadi di daerah yang memiliki penyerapan sinar UV tinggi.

2. Proses perkawinannya tergolong singkat

kupu-kupu alfalfa (commons.wikimedia.org/Maurice Flesier)

Artikel di jurnal Behavioral Ecology and Sociobiology menjelaskan kalau proses perkawinan kupu-kupu alfalfa tergolong singkat jika dibandingkan dengan spesies lain. Saat kawin, individu jantan tak menunjukan upaya menarik perhatian betina yang terlalu kompleks. Selain itu, kupu-kupu ini merupakan spesies polyandrous di mana individu betina bisa kawin dengan banyak jantan dalam satu masa reproduksi. Biasanya, ia akan kawin dengan rentang waktu empat hingga enam hari sekali.

3. Hidup di wilayah Amerika Utara dan tengah

kupu-kupu alfalfa (commons.wikimedia.org/Rhododendrites)

Dilansir GBIF, penyebaran kupu-kupu alfalfa terpusat pada tiga daerah, yaitu Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Laman Colorado Front Range Butterflies juga menambahkan kalau habitat spesies ini mencakup taman alfalfa, area lapang, hingga dataran tinggi. Biasanya, populasi kupu-kupu alfalfa akan memuncak pada bulan April hingga Oktober. Entah itu kupu-kupu dewasa, telur, atau ulatnya bisa ditemukan dengan mudah. Makanan hewan ini juga beragam, seperti tanaman alfalfa, bunga matahari, hingga milkweed.

4. Memilih pasangan dari ciri visual dan bau

kupu-kupu alfalfa (commons.wikimedia.org/Katja Schulz)

Kupu-kupu alfalfa memilih pasangan dengan dua cara, yaitu menggunakan ciri visual dan dari bau feromon. Dilansir iNaturalist, pemilihan pasangan dari bau menjadi sangat penting untuk mementukan pasangan ketika hendak kawin. Sementara itu, pemilihan lewat ciri visual lebih ditekankan untuk membedakan kupu-kupu alfalfa dengan spesies lain yang ciri fisiknya serupa.

Menariknya, individu jantan mudah tertipu saat memilih pasangan berdasarkan ciri fisik. Penelitian membuktikan kalau kupu-kupu alfalfa jantan bisa ditipu dengan kertas berwarna dan ia mencoba untuk kawin dengan kertas tersebut. Selain itu, pantulan sinar ultraviolet juga digunakan kupu-kupu jantan untuk mendeteksi pejantan lain ketika musim kawin.

5. Ulatnya berwarna hijau

ulat kupu-kupu alfalfa (inaturalist.org/Rachel Allingham)

Kupu-kupu alfalfa dewasa memang memiliki tubuh berwarna kuning. Namun, ulatnya punya warna yang berbeda, yaitu hijau terang. Selain itu, di bagian samping tubuhnya juga nampak garis berwarna putih. Untungnya, ulat kupu-kupu alfalfa tidak berbulu dan sama sekali tak berbahaya bagi manusia. Dilansir Picture Insect, ulat kupu-kupu alfalfa kerap memakan beberapa jenis tanaman, seperti alfalfa, clover putih, clover merah, dan vecth. Ulatnya juga rentan akan predator, khususnya tawon dan lalat parasit.

Sekarang kamu sudah tahu berbagai fakta unik kupu-kupu alfalfa yang mencakup penyebaran, kebiasaan, hingga bagaimana sistem perkawinannya. Semua pengetahuan tersebut menambah wawasanmu dan bisa digunakan sebagai bekal di masa depan. Selain itu, kamu bisa memperluas pengetahuan dengan mencari tahu berbagai fakta tentang spesies kupu-kupu yang lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article