5 Fakta Unik Ungulata, Bentuk Kaki Unik Jadi Ciri Khasnya

- Ungulata adalah mamalia berkuku keras (hoof) yang membantu mereka bergerak cepat dan lincah di berbagai habitat, dari darat hingga perairan.
- Kelompok ini mencakup hewan darat seperti sapi dan rusa, serta mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba yang berevolusi dari nenek moyang berkaki.
- Sebagian besar ungulata merupakan herbivor, namun ada juga yang omnivor atau karnivor, dengan banyak spesies memiliki tanduk atau cula untuk bertahan hidup.
Penyebutan ungulata atau ungulate merujuk pada mamalia yang berasar dari klad Euungulata. Ungulata sendiri merupakan mamalia yang sangat dekat dengan kehidupan manusia karena kerap dipelihara, dirawat, diternak, hingga dimakan. Namun, keunikan ungulata tak berhenti sampai di situ.
Beberapa fakta unik ungulata mencakup ciri fisik, kebiasaan, spesies, hingga evolusinya. Ungulata juga tersebar luas di seluruh dunia dan bisa hidup di berbagai habitat, bahkan perairan sekalipun. Penasaran dengan seluk peluk dan kehidupan ungulata di alam liar? Berikut penjelasan lengkapnya!
1. Ciri khas ungulata adalah bentuk kakinya

Dilansir Ultimate Ungulate, ungulata memiliki hoof, yaitu kuku kaki yang membesar dan mengeras. Alhasil, ungulata tak terlihat memiliki jari, melainkan punya kuku raksasa yang tebal. Saat berjalan, berdiri, atau berlari ungulata juga bertumpuan pada kuku tersebut. Hoof tersebut terbuat dari keratin, akan terus tumbuh, dan bukan bagian dari kerangka atau tulang. Hoof juga memungkinkan ungulata bergerak sangat cepat dan lincah dalam upaya menghindari predator atau berpindah tempat.
2. Mamalia laut seperti paus juga merupakan ungulata

Dilansir The University of Edinburg, Cetacea seperti paus dan lumba-lumba termasuk ungulata. Spesifiknya, Cetacea punya kekerabatan yang dekat dengan kudal nil dan mereka diklasifikan ke ordo Artiodactyla. Seperti ungulata lain, nenek moyang Cetacea adalah hewan darat yang berkaki dan memiliki hoof. Jika melihat kerangkanya, sirip yang dimiliki Cetacea juga masih memiliki jari, sama seperti ungulata darat. Seiring evolusi, jari tersebut mulai berubah menjadi sirip untuk berenang.
3. Sudah hidup sejak 66 juta tahun yang lalu

Dilansir Paleocene mammals of the world, salah satu ungulata pertama adalah mamalia bernama Protungulatum yang hidup sekitar 66 juta tahun yang lalu. Artinya, mamalia kecil tersebut hidup berdampingan dengan dinosaurus. Namun, pendapat tersebut masih kontroversial dan banyak ilmuwan yang tidak menyetujuinya. Banyak ahli yang menganggap kalau Protungulatum bukanlah mamalia placental dan ungulata sejati. Beberapa mamalia seperti Chaeropus dari Australia yang hidup di era yang sama juga mirip dengan ungulata modern.
4. Sebagian besar ungulata adalah pemakan tanaman

Laman GBIF menjelaskan kalau kebanyakan spesies ungulata merupakan pemakan tanaman (herbivor). Namun, ada beberapa spesies seperti babi yang termasuk pemakan segala (omnivor). Di sisi lain, ungulata yang hidup di air justru termasuk pemakan daging (karnivor). Bagi ungulata herbivor, makanan mereka mencakup dedaunan, buah-buahan, hingga kulit kayu. Karnivor sendiri kerap memakan ikan, udang, hingga krustasea. Sementara itu, ungulata omnivor bisa memakan tanaman, jamur, mamalia, invertebrata, hingga bangkai.
5. Banyak spesies yang memiliki tanduk atau cula

Selain kehadiran hoof, ungulata juga terkenal karena memiliki cula dan tanduk. Sebagai contoh, badak memiliki cula panjang dan kuat di bagian depan kepalanya. Sementara itu, rusa memiliki tanduk panjang, kuat, dan megah yang disebut antler yang akan selalu berganti kulit. Di sisi lain, banteng dan sapi memiliki tanduk besar dan kuat yang akan selalu tumbuh tanpa harus berganti kulit. Nah, tanduk dan cula ungulata memiliki berbagai fungsi, seperti untuk mempertahankan diri, bertarung dengan sesamanya, atau menarik perhatian lawan jenis.
Jenis mamalia satu ini memang sangat beragam dan menarik untuk diulik. Hal tersebut membuktikan kalau ungulata merupakan salah satu mamalia paling unik yang masih hidup hingga kini. Agar ungulata bisa terus bertahan, kita juga harus menjaga eksistensinya. Lestarikan populasinya, jaga habitatnya, dan jangan buru ungulata secara berlebihan.


















