Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Violet Eared Waxbill, Spesies Burung Pipit dari Afrika Selatan
Violet-eared Waxbill (Granatina granatina). (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)
  • Violet-eared waxbill jantan berciri pipi ungu terang, warna biru, cokelat kemerahan, dan paruh merah; betina berwarna lebih lembut, sementara burung muda belum memiliki corak biru-ungu.
  • Burung ini tersebar di Afrika bagian selatan, dari Angola hingga Afrika Selatan, terutama menghuni semak belukar dan hutan terbuka seperti area akasia, Mopane, serta jati Zambezi.
  • Makanannya meliputi biji rumput, buah, nektar, dan serangga kecil; violet-eared waxbill juga menjadi inang telur shaft-tailed whydah yang anaknya tumbuh bersama anak inang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di antara banyaknya spesies burung kecil di Afrika, violet-eared waxbill (Granatina granatina) menjadi salah satu yang paling menarik berkat perpaduan warna bulunya. Burung ini memiliki hiasan berupa bercak ungu terang di bagian pipinya yang kontras dengan warna cokelat dan biru pada bagian tubuh lainnya.

Burung ini hidup di wilayah sabana kering dan area semak berduri di Afrika Selatan. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di permukaan tanah untuk mencari biji-bijian dan serangga kecil. Kehidupan mereka di alam liar juga menyimpan banyak fakta menarik yang sangat menyenangkan untuk dipelajari.

Yuk, baca artikel ini untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan keunikan violet-eared waxbill!

1. Burung jantan pipinya berwarna ungu terang

Violet-eared Waxbill (Granatina granatina) jantan. (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Dilansir Birds of the World, violet-eared waxbill jantan memiliki penampilan yang sangat mencolok dengan kombinasi warna yang kontras. Bagian dahi hingga alisnya dihiasi warna biru tua, sementara mahkota, punggung, dan sayapnya berwarna cokelat kemerahan. Keunikan utamanya terletak pada area pipi berwarna ungu terang serta dagu hingga tenggorokan yang berwarna hitam pekat.

Bagian bawah tubuh jantan didominasi warna cokelat tua hingga hitam pada perut bagian bawahnya. Area belakang serta pangkal ekornya tampak menyala dengan warna biru tua yang membungkus ekor panjang hitamnya. Tampilannya makin gagah dengan paruh merah cerah dan lingkar mata lebar berwarna merah jingga.

2. Burung betina dahi dan alisnya berwarna biru pucat

Violet-eared Waxbill (Granatina granatina) betina. (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Violet-eared waxbill betina memiliki warna yang lebih lembut dan tidak secerah burung jantan. Dahi dan alisnya berwarna biru pucat, sedangkan mahkota serta punggungnya cenderung berwarna cokelat keabu-abuan. Area dada hingga perut betina dibalut warna cokelat pucat dengan sentuhan krem pada bagian bawahnya.

Anak burung yang masih muda tampak sangat mirip dengan burung betina dewasa. Bedanya, burung muda belum memiliki warna biru di kepala serta paruhnya masih berwarna hitam kemerahan. Warna biru pada dahi dan ungu pada pipi baru akan muncul secara perlahan sebelum mereka hidup mandiri.

3. Sebagian besar hanya dapat ditemukan di wilayah afrika bagian selatan

Violet-eared Waxbill (Granatina granatina). (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Dilansir Biodiversity Explorer, violet-eared waxbill sebagian besar hanya dapat ditemukan di wilayah Afrika bagian selatan. Penyebarannya membentang dari Angola dan Zambia hingga Namibia, Botswana, Zimbabwe, serta Afrika Selatan. Meskipun cukup tersebar luas di area tersebut, keberadaan burung ini tergolong jarang di wilayah Mozambik dan Zimbabwe timur.

Untuk tempat tinggalnya, burung ini sangat menyukai lingkungan semak belukar dan hutan terbuka. Mereka sering terlihat beraktivitas di antara pepohonan akasia, area pepohonan Mopane, serta kawasan jati Zambezi. Lingkungan yang dipenuhi semak-semak rapat menjadi tempat favorit mereka untuk berlindung dan mencari makan.

4. Makanan utamanya adalah biji-bijian

Violet-eared waxbill bertengger di ranting di atas area berlumpur, bersama dengan seekor burung pipit paruh merah (Pytilia phoenicoptera) dan seekor burung pipit kecil lainnya. (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Dilansir eBird, violet-eared waxbill sering mencari makan bersama jenis burung pipit lainnya di alam liar. Santapan utamanya adalah biji-bijian dari berbagai jenis rumput serta buah-buahan dan nektar bunga. Selain tumbuhan, burung ini juga mengonsumsi serangga kecil seperti rayap, semut, dan kumbang untuk memenuhi kebiasaan makan harian mereka.

Dilansir Biodiversity Explorer, aktivitas berburu makanan biasanya mereka lakukan pada pagi hari dan awal malam hari. Saat terik matahari mulai memuncak, burung ini memilih berdiam di tempat teduh agar tidak kepanasan. Uniknya, mereka bisa memetik makanan langsung dari rumput, berburu serangga di udara, atau mematuknya langsung dari tanah.

5. Inang utama bagi shaft-tailed whydah

Shaft-tailed whydah (Vidua regia). (commons.wikimedia.org/Derek Keats)

Violet-eared waxbill memiliki hubungan yang cukup unik dengan burung lain di alam liar, khususnya burung shaft-tailed whydah (Vidua regia). Shaft-tailed whydah dikenal sebagai parasit sarang yang suka menitipkan telurnya di sarang milik violet-eared waxbill. Telur tersebut nantinya akan dierami dan dibesarkan oleh induk violet-eared waxbill seperti anak mereka sendiri.

Hebatnya, anak burung shaft-tailed whydah tidak akan mencelakai anak-anak violet-eared waxbill di dalam sarang. Dilansir Birds of the World, mereka bisa tumbuh bersama karena anak shaft-tailed whydah memiliki warna dan pola mulut bagian dalam yang sangat mirip dengan anak violet-eared waxbill. Kemiripan ini membuat induk violet-eared waxbill tidak sadar dan tetap memberi makan kedua jenis anak burung tersebut secara adil.

Violet-eared waxbill menjadi salah satu pesona keanekaragaman hayati Afrika yang patut kita syukuri. Untungnya, jumlah burung ini di alam liar masih sangat banyak dan jauh dari risiko kepunahan. Semoga keberadaan mereka bisa terus terjaga dengan baik hingga masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article