Burung air bukan hanya bebek, bangau, angsa, atau burung kuntul. Justru, ada satu jenis burung air yang tak kalah unik dari mereka, yaitu burung cormorant yang mudah dikenali dari bentuk paruh dan kebiasaannya. Spesies burung cormorant juga ada banyak, salah satunya adalah Nannopterum auritum atau double-crested cormorant.
5 Fakta Unik Double Crested Cormorant, Menyelam untuk Berburu

- Double-crested cormorant adalah burung air hitam berukuran 70–90 sentimeter yang saat musim kawin menumbuhkan bulu menyerupai alis lebat di sekitar mata.
- Spesies ini tersebar di Amerika Utara dan Tengah, mampu hidup di Alaska serta Kanada, lalu bermigrasi ke wilayah lebih hangat seperti Amerika Serikat, Meksiko, dan Karibia.
- Untuk berburu ikan serta hewan air kecil, burung ini menyelam hingga 7,5 meter; populasinya sempat anjlok pada 1960-an akibat DDT dan perburuan.
Double-crested cormorant sekilas memang terlihat seperti spesies cormorant lain. Namun, ketika musim kawin tiba ia akan menunjukan ciri fisik khusus yang membuat wajahnya nampak sangat unik. Tak hanya itu, double-crested cormorant juga bisa hidup di wilayah Alaska yang sangat dingin, lho. Yuk, kupas tuntas berbagai fakta unik double-crested cormorant di bawah ini.
1. Punya alis lebat dan leher berwarna kuning

Di luar musim kawin double-crested cormorant punya warna yang tidak terlalu mencolok, yaitu badan hitam dengan gelambir jingga atau kuning di lehernya. Nah, saat musim kawin tiba ia akan menumbuhkan "alis" panjang nan lebat yang terbuat dari bulu di sekitar mata. Alis tersebut biasanya berwarna hitam atau putih. Selain itu, warna kecokelatan juga muncul di bagian sayap.
Soal ukuran, laman Animalia menerangkan bahwa panjang double-crested cormorant sekitar 70-90 centimeter, cukup besar untuk ukuran burung air. Kemudian, bobot maksimalnya bisa mencapai 2,5 kilogram. Terakhir, burung berwarna hitam tersebut memiliki bentang sayap selebar 1,1 hingga 1,2 meter.
2. Double-crested cormorant bisa hidup di Alaska yang dingin

Dilansir BirdLife DataZone, penyebaran double-crested cormorant mencakup wilayah Amerika Utara dan tengah. Ia kerap ditemukan di wilayah bersuhu dingin seperti Alaska dan Kanada, entah itu untuk bereproduksi atau sekadar hidup normal. Selain itu, unggas ini juga akan bermigrasi ke daerah lain yang lebih hangat seperti Amerika Serikat, Meksiko, dan Kepulauan Karibia. Terkadang, double-crested cormorant juga akan berkelana hingga ke Eropa. Namun, hal tersebut cukup jarang terjadi.
3. Double-crested cormorant bisa menyelam hingga 7,5 meter

Habitat double-crested cormorant tak jauh dari area lembap seperti pantai, laut lepas, area pesisir, sungai, dan danau. Sebagai burung air, ia juga memiliki kemampuan menyelam yang luar biasa. Dilansir iNaturalist, unggas ini bisa menyelam di kedalaman 1,5 hingga 7,5 meter dalam waktu 30-70 detik. Menariknya, bulunya tak benar-benar anti air. Karena itu, setelah menyelam ia akan berdiam diri di darat dalam waktu yang cukup lama untuk mengeringkan bulunya. Double-crested cormorant juga kerap beterbangan di atas air atau sekedar berenang di permukaan dalam rangka mencari makana dan berpindah tempat.
4. Populasinya pernah anjlok pada dekade 1960an

Saat ini double-crested cormorant bukan termasuk hewan terancam punah. Bahkan, ia termasuk spesies yang sangat mudah ditemukan di alam liar. Burung ini juga kerap berkumpul, entah saat sedang kawin atau mencari makanan. Sayangnya, ada masa-masa di mana populasi double-crested cormorant menurun secara drastis.
Laman Avibase menerangkan bahwa masa-masa tersebut terjadi pada dekdae 1960an. Kala itu, populasinya menurun drastis akibat pestisida DDT dan perburuan yang tidak terkendali oleh manusia. Untungnya, pada dekade 2000an populasi unggas ini mulai meningkat secara drastis. Hal tersebut dapat terjadi karena diberlakukannya musim berburu dan regulasi perlindungan satwa liar yang semakin diperketat.
5. Makanan utama double-crested cormorant adalah hewan air

Laman Birda menerangkan bahwa makanan utama double-crested cormorant adalah ikan. Selain ikan, terkadang burung ini juga akan memangsa hewan kecil lain, khususnya amfibi, krustasea, dan serangga. Dalam hal ini, ia akan berburu dengan cara menyelam ke dalam air. Tak hanya dengan menyelam, terkadang double-crested cormorant juga mencari mangsa hanya dengan berenang di permukaan air. Menariknya, ia dianggap sebagai hama karena sering memangsa ikan di peternakan dan kolam budidaya.
Demikian pembahasan terkait berbagai fakta unik double-crested cormorant, yaitu burung hitam yang ahli menyelam. Semua fakta tersebut juga menunjukan bahwa double-crested cormorant memiliki kehidupan yang tak biasa. Karena itu, ia tak bisa disamakan dengan burung lain yang sering kamu lihat di sawah, hutan, pepohonan, atau pekarangan rumah.




















