Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta Burung Jalak Kebo, Burung Pintar yang Jago Beradaptasi

Fakta Burung Jalak Kebo, Burung Pintar yang Jago Beradaptasi
Burung Jalak Kebo (commons.wikimedia.org/JJ Harrison )
Intinya Sih
  • Jalak kebo merupakan anggota famili Sturnidae yang cepat mempelajari suara baru, memakai variasi panggilan untuk memberi tanda bahaya, menarik pasangan, dan berkomunikasi saat mencari makan.
  • Sebagai omnivora, jalak kebo memakan serangga hingga buah; kebiasaannya membantu mengurangi hama pertanian serta menyebarkan biji untuk mendukung pertumbuhan vegetasi.
  • Kemampuan beradaptasi membuat jalak kebo hidup di habitat alami maupun urban, sementara perilaku berkelompok meningkatkan deteksi predator, pencarian makanan, dan perlindungan saat beristirahat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 1,8 ribu spesies burung, menjadikannya salah satu negara dengan keanekaragaman burung tertinggi di dunia. Di antara banyak jenis burung tersebut, jalak kebo menjadi salah satu yang paling mudah dijumpai karena mampu hidup berdampingan dengan manusia.

Meski sering terlihat di sawah, taman, atau bahkan pinggir jalan, jalak kebi ternyata memiliki banyak keunikan yang jarang diketahui. Mulai dari kemampuan meniru suara hingga perannya menjaga keseimbangan ekosistem, berikut beberapa fakta menarik tentang jalak kebo.

1. Termasuk keluarga burung yang terkenal pandai meniru suara

Burung Jalak Kebo
Burung Jalak Kebo (commons.wikimedia.org/Herbertkikoy)

Jalak kebo (Acridotheres fuscus) merupakan anggota famili Sturnidae, kelompok burung yang juga dihuni berbagai spesies jalak dan myna. Salah satu ciri khas famili ini adalah kemampuan vokalnya yang berkembang sangat baik sehingga banyak anggotanya mampu meniru suara burung lain, bunyi-bunyian di lingkungan sekitar, bahkan suara manusia jika dipelihara sejak kecil. Kemampuan tersebut berasal dari organ suara burung yang disebut syrinx, yang memungkinkan variasi nada lebih beragam dibandingkan banyak jenis burung lainnya.

Meski kemampuan menirunya tidak sepopuler beo, jalak kebo tetap dikenal sebagai burung yang cepat mempelajari suara baru. Kemampuan vokal tersebut berkaitan dengan kecerdasan dalam mengenali pola suara di lingkungan sekitarnya. Burung ini juga memanfaatkan berbagai jenis panggilan untuk memberi tahu tanda bahaya, menarik pasangan, hingga menjaga komunikasi dengan kelompoknya ketika sedang mencari makan.

2. Makanan yang beragam membuatnya mudah bertahan hidup

Burung Jalak Kebo
Burung Jalak Kebo (commons.wikimedia.org/RIZKY HIDAYAT)

Salah satu alasan jalak kebo mudah ditemukan di berbagai tempat adalah pola makannya yang terbilang sangat beragam. Burung ini termasuk omnivora dengan makanan utama berupa serangga, ulat, belalang, cacing, buah-buahan, biji, hingga nektar bunga. Saat berada di area persawahan, jalak kebo sering mengikuti ternak seperti sapi atau kerbau untuk menangkap serangga yang terusik oleh langkah hewan tersebut.

Kebiasaan tersebut membuat jalak kebo ikut membantu mengurangi populasi serangga yang berpotensi menjadi hama pertanian. Selain memangsa serangga, burung ini juga berperan menyebarkan biji dari buah yang dimakannya melalui kotoran sehingga membantu pertumbuhan vegetasi baru. Kebiasaan makan yang beragam inilah yang membuat jalak kebo tetap mampu bertahan meski jenis makanan di suatu habitat berubah mengikuti musim atau aktivitas manusia.

3. Sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan baru

Burung Jalak Kebo
Burung Jalak Kebo (commons.wikimedia.org/Afada Zanjabila Arifin)

Tidak semua burung mampu bertahan ketika habitatnya berubah akibat aktivitas manusia. Jalak kebo justru termasuk spesies yang cepat menyesuaikan diri sehingga dapat hidup di persawahan, kebun, padang rumput, taman kota, hingga kawasan permukiman. Kemampuan beradaptasi inilah yang membuat populasinya relatif stabil dibandingkan banyak burung lain yang bergantung pada habitat tertentu.

Selain mudah menemukan sumber makanan, jalak kebo juga memanfaatkan lubang pohon, celah bangunan, maupun struktur lain sebagai tempat bersarang. Burung ini bahkan tidak terlalu bergantung pada satu jenis vegetasi sehingga dapat berpindah ke lingkungan baru tanpa mengalami penurunan populasi secara drastis. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa jalak kebo masih sering dijumpai di berbagai wilayah, termasuk kawasan yang sudah mengalami urbanisasi.

4. Hidup berkelompok untuk meningkatkan peluang bertahan hidup

Burung Jalak Kebo
Burung Jalak Kebo (commons.wikimedia.org/KimonBerlin)

Jalak kebo jarang hidup sendirian. Burung ini lebih sering terlihat mencari makan secara berpasangan atau dalam koloni kecil, kemudian berkumpul dalam jumlah lebih besar menjelang senja. Perilaku tersebut bukan tanpa alasan karena hidup berkelompok membantu mereka lebih cepat mendeteksi predator sekaligus menemukan sumber makanan.

Menjelang malam, puluhan bahkan ratusan jalak kebo dapat bertengger bersama pada pohon yang sama. Sebelum beristirahat, mereka biasanya saling mengeluarkan berbagai suara sebagai bentuk komunikasi antarkelompok. Berkumpul dalam jumlah besar juga membantu menjaga suhu tubuh tetap hangat sekaligus menurunkan risiko individu menjadi sasaran predator.

Meski sering dianggap sebagai burung biasa, jalak kebo ternyata memiliki kemampuan yang membantunya bertahan di berbagai lingkungan. Karakteristik tersebut menjadi alasan mengapa spesies ini masih mudah dijumpai di banyak wilayah meski lingkungan terus berubah. Dari berbagai fakta tadi, mana yang sebelumnya belum pernah kamu ketahui?

Referensi:

"Javan myna." Animalia. Diakses pada Agustus 2026

"Javan Myna." Timothy Blake Wildlife. Diakses pada Agustus 2026

"Javan Myna." Data Zone Bird Life. Diakses pada Agustus 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More