Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menakjubkan Pink Whipray, Ikan Pari Favorit Para Turis

5 Fakta Menakjubkan Pink Whipray, Ikan Pari Favorit Para Turis
pink whipray (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)
Intinya Sih
  • Pink whipray dapat selebar 1,8 meter, panjang termasuk ekor hingga 5 meter, dan berbobot 19 kilogram; tubuhnya pipih dengan ekor tipis dua kali panjang badan.
  • Spesies ini hidup di perairan tropis dangkal Indo-Pasifik, menghuni karang, dasar berpasir, dan laguna; meski penyendiri, mereka dapat beristirahat bertumpuk hingga 10 individu.
  • Pink whipray memiliki sengat berbisa yang menyakitkan tetapi umumnya tidak mengancam bila ditangani cepat, sekaligus menjadi atraksi ekowisata penting di Maladewa dan Polinesia Prancis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ikan pari jadi salah satu spesies ikan terunik karena punya tubuh gepeng dan beberapa spesies juga merupakan hewan berbisa. Ikan tersebut umumnya hidup di perairan dangkal dan kerap beraktivitas di dasar perairan. Sayangnya, pamor ikan pari cukup redup jika dibandingkan dengan ikan lain. Padahal, ada banyak spesies yang unik seperti Pateobatis fai atau pink whipray.

Pink whipray sendiri bukan termasuk spesies ikan pari berukuran besar. Ia juga tak berbahaya, sangat ramah, bahkan menjadi atraksi yang ditunggu oleh wisawatan. Gaya hidup pink whipray juga unik, berbeda dengan spesies pari lain. Yuk, kita ulik berbagai fakta menakjubkan pink whipray agar kamu makin mengenalnya!

1. Pink whipray punya tubuh selebar 1,8 meter

pink whipray
pink whipray (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Laman Animalia menjelaskan bahwa pink whipray bisa tumbuh hingga selebar 1,8 meter. Sementara itu, panjang maksimalnya (badan dan ekor) bisa mencapai 5 meter. Bobot maksimalnya juga tak bisa diremehkan, yaitu ada di angka 19 kilogram. Seperti kebanyakan ikan pari, pink whipray punya tubuh yang datar, tipis, dan berbentuk seperti berlian atau diamond shaped.

Bagian atas tubuhnya berwarna abu-abu, pink, hingga kecokelatan. Sementara itu, bagian bawah tubuhnya punya warna putih polos. Ekornya sendiri tipis dan dua kali lebih panjang dari badannya. Kulitnya punya banyak tekstur, ada yang halus dan terkadang juga ada individu muda yang kulitnya dilapisi lapisan dentikel berbentuk hati. Dentikel tersebut umumnya nampak di bagian dorsal tengah.

2. Pink whipray hidup di perairan tropis yang dangkal

pink whipray
pink whipray (commons.wikimedia.org/Mickaël T)

Dilansir Fishbase, pink whipray merupakan spesies yang hidup di perairan dangkal dengan kedalaman sekitar 0-200 meter. Ia kerap berenang di area karang, dasar laut berpasir, zona intertidal, dan laguna. Penyebarannya sendiri mencakup daerah tropis, khususnya di perairan Indo-Pasifik barat, Afrika Selatan, Kepualauan Pasifik, hingga Jepang (Okinawa). Di wilayah penyebaran alaminya, orang-orang sulit membedakan pink whipray dengan spesies lain, yaitu jenkin's whipray (Himantura jenkinsii).

3. Pink whipray beristirahat dengan cara saling bertumpukan

pink whipray
pink whipray (commons.wikimedia.org/Coco et Jo)

Pink whipray sebenarnya merupakan penyendiri yang tidak berkelompok. Menariknya, laman JungleDragon menerangkan bahwa ikan ini kerap beristirahat dengan cara saling bertumpuk satu sama lain. Dalam satu tumpukan, bahkan bisa terdapat 10 individu sekaligus. Tak jarang, pink whipray juga saling bertumpuk dengan spesies ikan pari lain. Di area Karang Nigaroo (Australia) pink whipray juga pernah terlihat "menumpang" di tubuh ikan pari lain.

Makanan utama pink whipray adalah hewan laut kecil seperti krustasea dan cephalopoda. Namun, di beberapa kesempatan ia juga akan memangsa ikan. Pilihan makanan ikan pari ini juga bervariasi tergantung habitat, penyebaran, dan lingkungannya. Contohnya, di Teluk Hiu, Australia makanan kesukaan pink whipray adalah udang dari famili Penaeidae.

4. Pink whipray punya sengat berbisa di ekornya

pink whipray
pink whipray (commons.wikimedia.org/Coco et Jo)

Pink whipray sejatinya tidak berbahaya bagi manusia. Meski begitu, ia tetaplah spesies stingray atau ikan pari sengat yang memiliki sengat berbisa di ekornya. Dilansir Fishes of Australia, sengatan ikan ini bisa menimbulkan luka di kulit yang terasa sangat sakit tapi tak akan mengancam jika ditangani dengan cepat dan profesional. Sengat tersebut juga membuat pink whipray sulit dipegang. Alhasil, ikan ini menjadi hewan yang merepotkan bagi nelayan karena pink whipray sering tertangkap di jaring dan nelayan harus bersusah payah melepaskannya sembari menghindari sengatan.

5. Pink whipray merupakan daya tarik bagi turis di Maladewa

pink whipray
pink whipray (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Di balik sengatannya yang berbisa, ternyata pink whipray merupakan ikan yang menarik perhatian, lho. Laman iNaturalist menerangkan bahwa ikan ini menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan yang mengunjungi daerah kepulauan seperti Maladewa dan Polinesia Prancis. Karena itu, pink whipray dikategorikan sebagai eko wisata yang bisa menjadi pemasukan bagi negara.

Tak tanggung-tanggung, pada 2005 ikan tersebut mampu menyumbang hingga 500.000 euro atau sekitar Rp10 miliar bagi eko wisata di daerah Moorea. Meski begitu, wisatawan juga harus berhati-hati jika ingin berwisata sekaligus melihat pink whipray di habitat aslinya. Sebab, wisatawan bisa tak sengaja tersengat ketika berdekatan dengan pink whipray. Tak hanya itu, pink whipray juga bisa terganggu akan kehadiran manusia.

Lima fakta menakjubkan pink whipray tersebut membuatmu lebih dekat dengan ikan pari tersebut. Kamu jadi tahu soal makanan, kehidupan, kebiasaan, hingga hubungan ikan tersebut dengan manusia. Karena sudah kenal, kamu harus sadar bahwa pink whipray dan spesies ikan pari lain adalah hewan liar. Mereka harus dijaga, dilindungi, dan tak boleh diganggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More