Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Waddesdon Manor, Rumah Mewah Keluarga Rothschild di Inggris

5 Fakta Waddesdon Manor, Rumah Mewah Keluarga Rothschild di Inggris
Waddesdon Manor di desa Waddesdon, Buckinghamshire, Inggris. (commons.wikimedia.org/Richard Humphrey)
Intinya Sih
  • Waddesdon Manor dibangun oleh Baron Ferdinand de Rothschild pada tahun 1874 di atas lahan gersang, dengan arsitektur bergaya neo-renaisans Prancis dan taman luas hasil rancangan Elie Lainé.
  • Rumah ini dikenal sebagai tempat pesta elite Inggris pada akhir abad ke-19, dilengkapi teknologi modern seperti pemanas ruangan, air mengalir, dan lampu listrik yang memukau Ratu Victoria.
  • Waddesdon Manor menyimpan koleksi seni bernilai tinggi milik keluarga Rothschild, kini dikelola National Trust bersama Rothschild Foundation dan dibuka untuk umum sebagai destinasi budaya bersejarah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bayangkan kamu sedang berdiri di teras sebuah rumah megah dan mewah di tengah pedesaan Inggris yang tenang. Suasana seperti itulah yang bakal kamu rasakan begitu menginjakkan kaki di Waddesdon Manor di desa Waddesdon, Buckinghamshire. Bentuk bangunannya mirip kastel Prancis zaman dulu, dan terkenal banget karena punya koleksi barang seni yang luar biasa serta hamparan taman yang indah.

Tapi, bagaimana bisa bangunan ini berdiri di atas bukit pedesaan Inggris yang dulunya cuma lahan kosong dan gersang? Yuk, kita cari tahu sejarah dan fakta menarik tentang Waddesdon Manor dalam artikel ini!

1. Dibangun di atas bukit yang gersang

Kandang burung di Taman Waddesdon Manor.
Kandang burung di Taman Waddesdon Manor. (commons.wikimedia.org/De Facto)

Pada tahun 1874, Baron Ferdinand de Rothschild membeli lahan gersang seluas 2.700 hektar di Waddesdon untuk membangun sebuah rumah besar, yang dibantu arsitek Gabriel Hippolyte Destailleur. Mengubah bukit yang awalnya kosong menjadi area perkebunan yang lengkap ternyata butuh perjuangan besar. Sejak batu pertama diletakkan pada tahun 1877, para pekerja harus meratakan tanah dan mengangkut bahan bangunan ke atas bukit menggunakan trem sampai akhirnya bangunan ini selesai dalam waktu enam tahun.

Selain bangunan utama, penataan area di sekitarnya juga digarap dengan serius. Perancang lanskap Elie Lainé membuat taman luas yang dilengkapi kandang burung besar dan rumah kaca, sementara arsitek lokal merenovasi desa sekitar dengan fasilitas seperti hotel dan balai desa. Adik Ferdinand, Alice de Rothschild, juga ikut membeli lahan di sebelah Waddesdon pada tahun 1875 untuk membangun paviliunnya sendiri sekaligus membantu Ferdinand mengelola properti besar ini.

2. Dibangun dengan gaya neo-renaisans

Morning Room di dalam Waddesdon Manor.
Morning Room di dalam Waddesdon Manor. (commons.wikimedia.org/National Trust, Waddesdon Manor/John Bigelow Taylor)

Ferdinand membangun Waddesdon Manor dengan gaya kastel Prancis, menggabungkan inspirasi dari beberapa bangunan terkenal. Desain menaranya meniru Château de Maintenon, sementara dua menara tangga di bagian depan terinspirasi dari Château de Chambord, tetapi dibuat lebih mewah dengan hiasan dan jendela kaca. Di balik tampilan klasiknya, rumah ini menggunakan teknologi modern akhir abad ke-19, seperti rangka baja tersembunyi untuk menahan beban lantai atas, pemanas ruangan, air mengalir, serta bel listrik untuk memanggil pelayan.

Setelah selesai dibangun oleh kontraktor Edward Conder & Son pada tahun 1883, rumah ini ternyata terlalu kecil. Ferdinand akhirnya memperluas area rumah setelah tahun 1885 dengan menambah The Bachelors' Wing dan Morning Room bergaya Gotik. Selain itu, sebuah gedung kandang kuda berdesain Prancis abad ke-17 juga ikut dibangun pada tahun 1884 untuk melengkapi fasilitas perkebunan tersebut.

3. Rumah pesta yang sangat modern

Waddesdon Manor yang diterangi untuk perayaan Natal tahunannya.
Waddesdon Manor yang diterangi untuk perayaan Natal tahunannya. (commons.wikimedia.org/Christine Matthews)

Meskipun eksteriornya tampak seperti kastel abad pertengahan, Waddesdon Manor ternyata sangat modern di bagian dalam. Ferdinand melengkapi rumah ini dengan teknologi mutakhir akhir abad ke-19, seperti pemanas ruangan, saluran air modern, dan lampu listrik. Teknologi listrik ini bahkan sempat bikin Ratu Victoria terpukau saat berkunjung pada tahun 1890, di mana beliau meminta ruangan digelapkan hanya untuk melihat efek lampu listrik yang dibuat mirip lilin di lampu gantung.

Selama akhir pekan antara bulan Mei sampai September, rumah ini menjadi tempat berkumpulnya para bangsawan dan kaum elite untuk berdiskusi tentang bisnis, politik, hingga seni. Pesta pertama di properti ini diadakan pada Mei 1880, dan ketika rumah utama selesai tahun 1883, rombongan tamu yang menginap mulai rutin datang, termasuk calon Raja Edward VII. Dengan jumlah tamu sekitar 14 hingga 20 orang sekali berkunjung, mereka selalu dimanjakan oleh pelayanan super mewah dari 24 staf rumah yang dikelola dengan sangat rapi.

4. Contoh nyata dekorasi interior goût rothschild

Karpet Savonnerie yang menampilkan kepala Apollo dari pabrik kerajaan Prancis. Tekstil yang luar biasa ini dilestarikan dan dipamerkan dalam koleksi kelas dunia di Waddesdon Manor di Buckinghamshire, Inggris.
Karpet Savonnerie yang menampilkan kepala Apollo dari pabrik kerajaan Prancis. Tekstil yang luar biasa ini dilestarikan dan dipamerkan dalam koleksi kelas dunia di Waddesdon Manor di Buckinghamshire, Inggris. (commons.wikimedia.org/National Trust, Waddesdon Manor/Mike Fear)

Waddesdon Manor menjadi contoh nyata dari tren dekorasi interior bernama "Goût Rothschild". Gaya khas ini menggabungkan kemewahan dekorasi ala istana Prancis abad ke-18 dengan kenyamanan rumah modern. Keluarga Rothschild sendiri memang dikenal secara internasional sebagai kolektor barang seni dan furnitur berkualitas tinggi yang punya nilai sejarah luar biasa.

Di dalam rumah ini, kamu bisa melihat dinding yang dilapisi panel kayu asli dari rumah-rumah di Paris tahun 1700-an. Ruangannya juga diisi dengan berbagai furnitur mewah yang dulunya dibuat khusus untuk keluarga kerajaan Prancis, karpet Savonnerie, serta permadani indah dari bengkel kerajaan Gobelins dan Beauvais yang koleksinya masih terawat utuh sampai sekarang.

5. Menyimpan koleksi seni yang nilainya tak terhingga

Smoking Room di Waddesdon Manor.
Smoking Room di Waddesdon Manor. (commons.wikimedia.org/National Trust, Waddesdon Manor/Chris Lacey)

Waddesdon Manor menyimpan koleksi seni luar biasa yang dikumpulkan oleh empat anggota keluarga Rothschild. Di dalam rumah ini, terdapat lukisan potret Inggris abad ke-18 karya seniman terkenal seperti Gainsborough dan Reynolds, lukisan Belanda, buku-buku tua, serta senjata kuno. Kebanyakan barang di sini dipilih karena kualitasnya yang tinggi dan punya sejarah kuat, terutama barang-barang yang dulunya milik keluarga kerajaan Prancis.

Beberapa koleksi unik yang paling menarik perhatian adalah jam berdiri buatan tahun 1720-an, robot gajah musik otomatis (automaton) dari tahun 1774, dan harta karun zaman Renaisans yang disimpan di Smoking Room. Selain itu, tempat ini juga mengoleksi tiga dari sepuluh vas porselen Sèvres langka berbentuk kapal yang masih tersisa di dunia. Sebagian dari koleksi Renaisans tersebut kini bahkan telah diwariskan dan disimpan di British Museum.

Setelah Baron Ferdinand de Rothschild meninggal pada tahun 1898, kepemilikan rumah ini beralih kepada adiknya, Alice de Rothschild, dan kemudian diwariskan lagi kepada keponakan buyutnya, James de Rothschild, pada tahun 1922. Saat James meninggal pada tahun 1957, ia menyerahkan Waddesdon Manor kepada National Trust, meskipun pengelolaan harian kastel dan koleksinya tetap dipegang oleh Rothschild Foundation demi menjaga standar keluarga. Kini, tempat tersebut dibuka untuk umum dan rutin dikunjungi ribuan orang setiap tahun yang ingin melihat langsung keindahan bangunan, koleksi seni, serta tamannya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More