5 Fakta White Lipped Tamarin, Primata Eksotis dengan Moncong Putih

- Penampilan ikonik dengan warna bulu yang beragam dan berguna untuk kamuflase di habitat hutan hujan Amazon.
- Tamarin hidup berkelompok kecil, aktif di siang hari, dan memiliki sistem komunikasi yang beragam.
- Pemakan buah-buahan, penting dalam menjaga ekosistem hutan, namun terancam oleh hilangnya habitat akibat deforestasi.
Di tengah hutan hujan Amazon yang lebat, yang terletak di Brazil, Peru, dan Bolivia, ada satu primata kecil yang menyita perhatian berkat penampilannya yang unik yaitu Red-chested Mustached Tamarin (Saguinus labiatus) atau dikenal juga sebagai White-lipped Tamarin. Dengan dada berwarna oranye kemerahan serta bulu putih khas yang menutupi mulut dan hidungnya, tamarin ini bukan hanya menggemaskan, tetapi juga memiliki banyak keunikan dalam cara hidupnya. Terkadang dianggap sebagai primata yang pemalu, tetapi kehidupan sosialnya yang penuh strategi bertahan hidup sangat menarik untuk dipelajari. Yuk, kenali lebih dekat tamarin dengan penampilan mencolok ini!
1. Memiliki Penampilan yang Sangat Ikonik

Red-chested Mustached Tamarin mempunyai penampilan bak model yang menggunakan ‘pakaian’ yang cukup beragam. Pada bagian depan (dada hingga perut bagian bawah) berwarna oranye kemerahan, pada bagian belakang (punggung) berwarna hitam dan terdapat bercak putih pada punggungnya, dan pada bagian sekitar hidung dan mulut terdapat warna putih yang cukup mencolok dari warna dasar kepalanya yang hitam. Warna bulunya yang beragam tidak hanya sekadar terlihat unik, tetapi terdapat fungsi yang berguna untuk bertahan hidup. Dilansir dari New England Primate Conservancy, warna bulunya yang beragam memiliki fungsi sebagai kamuflase di habitat mereka yang dipenuhi bayangan dan cahaya hijau. Selain itu, Tamarin berdada merah dapat memutar dagunya ke atas membentuk lengkungan vertikal saat melihat sesuatu, yang terlihat seperti mengekspresikan kata 'hah?'.
2. Hidup Berkelompok dan Setia Terhadap Pasangan

White-lipped Tamarin hidup dalam kelompok kecil, yang rata-rata sekitar 5 ekor per kelompok. Primata ini juga lebih sering menghabiskan waktunya di pepohonan (arboreal) bersama kelompok kecil mereka dan juga lebih aktif di siang hari (diurnal). Dilansir dari New England Primate Conservancy, Tamarin jenis ini dapat bersifat polandri, monogami, ataupun monogami serial. Walaupun begitu, pejantan juga turut berperan dalam merawat anak-anak mereka. Jadi tidak hanya betina saja yang memiliki peran penting dalam masa tumbuh anak-anaknya, tetapi jantan juga punya tanggung jawab besar terhadap anak-anaknya.
3. Sistem Komunikasi yang Beragam

Red-chested Mustached Tamarin menggunakan beragam bentuk komunikasi, mulai dari vokalisasi, penandaan aroma, dan bahasa tubuh – dari setiap bentuk komunikasi memiliki fungsi berbeda, seperti vokalisasi untuk memberi tahu keberadaan dan memberi sinyal waspada akan adanya predator, bahasa tubuh untuk mengirimkan pesan, serta menggunakan aroma tubuh mereka untuk menandai wilayah dan menarik perhatian lawan jenis pada saat musim kawin. Dilansir dari Bio Explorer, pada penandaan aroma, betinalah yang sering melakukan penandaan aroma pada saat mereka sedang subur. Hal ini dilakukan untuk menarik pejantan untuk berkembang biak.
4. Pemakan Segala tapi Lebih Menyukai Buah

Red-chested Mustached Tamarin memang dikenal sebagai omnivora, tetapi mereka lebih banyak mengonsumsi buah-buahan. Namun, ketika musim kemarau tiba, yang di mana buah-buahan akan sulit di cari, mereka akan beralih memakan serangga dan eksudat tanaman bila ada. Di balik itu semua, ternyata mereka memegang peran penting dalam menjaga ekosistem hutan dengan regenerasi pohon melalui penyebaran biji. Hal ini terjadi karena mereka merupakan frugivora (pemakan buah), yang kemudian pada kotoran mereka terdapat kandungan biji-bijian dari buah yang mereka makan.
5. Berstatus Aman Tapi Perlu Diawasi

Saat ini, Tamarin ini masih berstatus Least Concern atau Risiko Rendah oleh IUCN. Walaupun populasinya bisa dibilang masih stabil, tetapi mereka tidak bisa menghindari yang namanya ancaman. Habitatnya yang hilang akibat deforestasi berdampak sangat besar bagi ekosistem primata ini. Selain itu, karena primata ini memiliki ukuran yang kecil, sekitar 23-29 cm dan berat rata-rata 0,5 kg – sehingga banyak predator yang mengintai tamarin jenis ini, mulai dari burung pemangsa, jaguar, hingga ular. Walaupun begitu, hilangnya habitat menjadi ancaman besar bagi kelangsungan populasi mereka. Populasinya yang masih stabil ini, perlahan mulai menurun.
Upaya konservasi belum banyak dilakukan, masih banyak hal yang perlu diteliti lebih lanjut terhadap primata ini, karena masih minim penelitian terhadap primata ini. Namun, kini mereka telah tercantum dalam CITES (Convention on Internasional Trade in Endangered Species), yang bertujuan agar perdagangan hewan tidak mengancam kelangsungan hidup tamarin ini.
Red-chested Mustached Tamarin adalah contoh sempurna bahwa primata kecil pun memainkan peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistemnya. Dengan penampilan yang unik, kebiasaan sosial yang menarik, dan peran penting dalam penyebaran biji, tamarin ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kelestarian hutan hujan Amazon. Meskipun jarang terlihat, keberadaan mereka adalah bagian tak terpisahkan dari keanekaragaman hayati yang luar biasa di dunia. Semoga informasi ini menambah rasa kagum kita terhadap keindahan alam yang ada di sekitar kita!



















