Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Ilmuwan Islam di Bidang Kesehatan, Wajib Kamu Ketahui

5 Ilmuwan Islam di Bidang Kesehatan, Wajib Kamu Ketahui
Ibnu Sina (di tengah) (commons.wikimedia.org/NOVA Medical School)
Intinya Sih
  • Pada masa keemasan Islam, banyak ilmuwan berkontribusi besar dalam bidang kesehatan, menciptakan dasar bagi perkembangan medis modern yang masih dipelajari hingga kini.
  • Tokoh seperti Al Farabi, Ibnu al Baytar, Al Razi, dan Ibnu al-Nafis memperkenalkan terapi musik, pengobatan herbal, standar farmasi, serta konsep sirkulasi darah paru-paru.
  • Ibnu Sina dijuluki bapak kedokteran dunia lewat karya monumental Al-Qanun dan The Canon of Medicine yang menjadi rujukan medis Eropa hingga abad ke-17.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pada masa lalu sekitar 1000 tahun lalu, dunia Islam (masa emasnya) menghasilkan banyak ilmuwan yang menguasai banyak bidang mulai dari agama, filsafat, psikologi, astronomi, matematika, geografi, musik, optik, kimia, fisika, rekayasa, teknologi dan kesehatan.

Pembahasan khusus artikel ini adalah kesehatan. Sumbangsih ilmuwan Islam sangat mempengaruhi perkembangan dunia medis dan kesehatan pada zaman modern ini. Karya intelektual mereka dipelajari oleh bangsa barat. Kamu tahu Ibnu Sina? Ia dijuluki bapak kedokteran dunia, lho. Ulasan akan semakin seru karena ada banyak ilmuwan dikupas satu per satu.

1. Al Farabi

Al Farabi
Al Farabi (commons.wikimedia.org/National Bank of Kazakhstan)

Al Farabi sebenarnya bukan dokter atau pakar kesehatan fisik. Namun, Al Farabi menggunakan musik sebagai terapi untuk kesehatan mental.

Farabi menulis sebuah risalah intinya tentang 'makna akal budi' yang membahas terapi musik. Terapi musik mengalirkan harmoni untuk menenangkan jiwa, mengatasi depresi, melankoli dan gangguan psikologis.

Al Farabi memanfaatkan azan dengan irama tertentu (Rast/Rehavi) yang mampu memberikan ketenangan, kebahagiaan dan menimbulkan rasa empati sebagai salah satu contoh terapi musiknya. Semua acuan ini berdasarkan karyanya yakni Kitab al-Musiqa al-Kabir, jelas kidskonnect.

2. Ibnu al Baytar

Ibnu al Baytar
Ibnu al Baytar (commons.wikimedia.org/Ismael zniber)

Kejayaan Islam membentang sampai Spanyol membuat banyak Ilmuwan lahir di sana, salah satunya Ibnu al Baytar. Baytar adalah seorang dokter, ahli tumbuhan (botani) dan apotaker. Baytar melakukan pengujian terhadap tanaman yang ia temukan berpotensi untuk menjadi obat.

Baytar keluar dari Spanyol untuk pergi ke Afrika Utara hingga Turki untuk mencari tanaman untuk diteliti dan diuji. Tahun 1224, Baytar bekerja untuk Sultan al-Kamil dan menjadi ahli herbal.

Buku Ibnu al Baytar yang terbesar dan terpopuler berjudul Kompendium Obat-obatan dan Makanan Sederhana isinya informasi tentang 1400 tanaman, makanan dan berbagai obat-obatan. Karya terbaik lainnya bernama al Mughni fi al-Adwiya al-Mufradayakni merupakan ensiklopedia obat-obatan, dilansir kids.kiddle.

3. Abu Bakr al Razi

Abu Bakr al Razi
Abu Bakr al Razi (commons.wikimedia.org/PawełMM)

Abu Bakr al Razi adalah seorang filsup, alkimia dan dokter. Ilmuwan ini menulis lebih dari 200 buku dan makalah dan menemukan banyak temuan cara medis berpengaruh hingga sekarang.

Al Razi adalah orang pertama yang menjelaskan bahwa cacar dan campak adalah dua penyakit berbeda tertuang dalam bukunya berjudul al-Judari wa al-Hasbah. Ia juga dokter pertama yang memperhatikan bagaimana pupil mata beraksi terhadap cahaya.

Al Razi menetapkan standar alat praktek farmasi pada masanya. Ia mengembangkan alat-alat seperti lesung, labu, spatula dan botol kecil. Orang-orang mengenalnya sebagai bapak pediatri (kedokteran anak) dan pelopor dalam bidang obsetri (persalinan) dan oftalmologi (perawatan mata).

4. Ibnu al-Nafis

 Ibnu al-Nafis
Ibnu al-Nafis (commons.wikimedia.org/Mina.maher.aziz)

Ibnu al-Nafis adalah dokter pertama secara akurat menggambarkan bagaimana darah mengalir melalui sirkulasi paru-paru (jalur jantung ke paru-paru dan sebaliknya). Lengkapnya lagi, ia adalah dokter pertama yang menemukan aliran sirkulasi lewat pembuluh kapiler. Al nafis melakukan pembedahan tubuh sebagai bukti nyatanya.

Ibnu al-Nafis menemukan bahwa jantung mendapatkan makanan dan oksigen dari pembuluh darah disebut arteri koroner masuk ke otot jantung. Ia juga mencatat bahwa sebagian darah disaring melalui selubung yang membawa darah dari jantung ke paru-paru. Pembuluh tersebut arteri pulmonalis.

5. Ibnu Sina

Ibnu Sina
Ibnu Sina (commons.wikimedia.org/André Thevet)

Ibnu Sina adalah bapak kedokteran dunia karena semakin dikuatkan dengan karyanya, Al-Qanun dan The Cannon of Medicine keduanya memuat ilmu-ilmu kedokteran umum. Buku ini pernah menjadi rujukan standar di universitas-universitas di Eropa hingga akhir abad 17.

Ibnu Sina adalah pelopor cara mengobati dengan menyuntikkan ke bawah kulit dan penemu diagnosa yang disebabkan oleh berbagai parasit seperti cacing ancylostomal, cacing filaria dan cacing lingkar.

Ibnu Sina adalah dokter pertama yang berani menghentikan pendarahan baik dengan mengikat maupun moksibusi menggunakan api. Selain menangani tubuh, Ibnu Sina juga ahli dalam mengatasi masalah kesehatan mental.

Ibnu Sina mampu menyembuhkan orang yang berdelusi menjadi hewan dengan melakukan terapi kejutan dalam mode akting dengan memberikan makanan agar delusi mereda.

Nah terkuak kan banyak temuan medis yang familar di zaman sekarang berasal dari pikiran jenius para pakar kesehatan Islam sejak ribuan tahun lalu. Semoga bermanfaat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More