Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta White Winged Guan, Burung Unik Penghuni Hutan Tropis Peru

5 Fakta White Winged Guan, Burung Unik Penghuni Hutan Tropis Peru
burung white winged guan (ebird.org/Ben Lucking)
Intinya Sih
  • White winged guan, burung langka asal Peru, sempat dianggap punah sebelum ditemukan kembali pada 1977 dan kini menjadi simbol penting pelestarian hutan tropis Amerika Selatan.
  • Spesies ini hidup di hutan kering Peru utara dengan populasi sangat terbatas akibat deforestasi, perburuan, dan penyempitan habitat yang mengancam kelangsungan hidupnya.
  • Selain berperan sebagai penyebar biji alami, white winged guan berstatus Critically Endangered dan tengah dilindungi lewat program penangkaran serta kolaborasi konservasi pemerintah dan komunitas lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

White winged guan adalah salah satu burung paling langka di kawasan Amerika Selatan. Spesies bernama ilmiah Penelope albipennis ini sempat dianggap punah sebelum akhirnya ditemukan kembali di Peru pada tahun 1977. Keberadaannya menjadi simbol harapan sekaligus pengingat keras tentang rapuhnya ekosistem hutan tropis.

Burung ini bukan cuma unik dari segi tampilan, tetapi juga punya peran ekologis penting dalam menjaga keseimbangan hutan kering tropis. Populasinya yang sangat terbatas membuat setiap individu memiliki nilai konservasi tinggi. Mengenal lebih dekat spesies ini membuka perspektif tentang pentingnya perlindungan satwa liar. Yuk, simak fakta menarik white winged guan yang jarang diketahui banyak orang!

1. Ukuran tubuh besar dengan ciri khas sayap putih mencolok

burung white winged guan
burung white winged guan (ebird.org/Yann Muzika)

White winged guan termasuk burung berukuran besar dalam keluarga Cracidae. Panjang tubuhnya bisa mencapai sekitar 70-85 cm dengan berat berkisar 1,5-2 kg. Posturnya kokoh dengan leher panjang dan ekor yang relatif lebar.

Ciri paling mencolok adalah bercak putih besar di bagian sayap yang terlihat jelas saat burung ini terbang. Warna tubuh dominan cokelat gelap hingga hitam, berpadu dengan kaki merah muda dan kulit wajah yang sedikit kebiruan. Kombinasi ini membuatnya mudah dikenali meski berada di kanopi hutan yang rimbun.

2. Habitat terbatas di hutan kering Peru utara

burung white winged guan
burung white winged guan (ebird.org/Holger Teichmann)

White winged guan hidup di hutan kering tropis wilayah Peru utara, terutama di daerah Lambayeque dan Cajamarca. Habitatnya berbeda dari hutan hujan lebat Amazon karena didominasi pepohonan gugur musiman. Lingkungan ini memiliki curah hujan rendah dan suhu relatif tinggi sepanjang tahun.

Ancaman terbesar datang dari deforestasi, ekspansi pertanian, serta perburuan ilegal. Penyempitan habitat membuat populasi terfragmentasi dan sulit berkembang. Kondisi ini menjadikan spesies ini sangat rentan terhadap perubahan lingkungan sekecil apa pun.

3. Perilaku sosial dan peran ekologi penting

burung white winged guan
burung white winged guan (ebird.org/Tini & Jacob Wijpkema)

White winged guan termasuk burung yang cenderung hidup berkelompok kecil. Aktivitas hariannya lebih banyak dihabiskan di pepohonan, meski sesekali turun ke tanah untuk mencari makanan. Pola hidup arboreal ini membantu mengurangi risiko predator darat.

Secara ekologis, burung ini berperan sebagai penyebar biji alami. Makanan utamanya berupa buah, daun muda, dan bunga dari berbagai pohon lokal. Dengan menyebarkan biji melalui kotoran, white winged guan membantu regenerasi hutan secara alami.

4. Pola pembiakan yang sensitif terhadap gangguan

burung white winged guan
burung white winged guan (ebird.org/Nick Athanas)

Musim berkembang biak biasanya berlangsung saat ketersediaan makanan meningkat. Betina bertelur sekitar dua hingga tiga butir dalam satu musim reproduksi. Sarang umumnya dibangun di cabang pohon yang cukup tinggi untuk menghindari predator.

Proses inkubasi berlangsung sekitar 28 hari sebelum anak burung menetas. Anak burung relatif cepat belajar bertengger dan mengikuti induknya. Namun, gangguan habitat membuat tingkat keberhasilan reproduksi menjadi tantangan serius bagi kelangsungan spesies ini.

5. Status konservasi kritis dan upaya pelestarian

burung white winged guan
burung white winged guan (ebird.org/Eric VanderWerf)

White winged guan saat ini berstatus Critically Endangered menurut IUCN. Populasinya diperkirakan hanya beberapa ratus hingga sekitar seribu individu di alam liar. Status ini menempatkannya sebagai salah satu burung paling langka di Amerika Selatan.

Upaya konservasi melibatkan program penangkaran, pelepasliaran, serta perlindungan kawasan hutan. Pemerintah Peru bersama organisasi konservasi internasional terus melakukan pemantauan populasi dan edukasi masyarakat lokal. Keberhasilan pelestarian sangat bergantung pada kolaborasi antara ilmuwan, pemerintah, dan komunitas setempat.

White winged guan bukan sekadar burung langka, tetapi simbol penting keseimbangan ekosistem hutan kering tropis Amerika Selatan. Ukurannya yang besar, sayap putih mencolok, serta perannya sebagai penyebar biji membuatnya sangat berharga secara ekologis. Ancaman yang dihadapi menunjukkan betapa cepatnya spesies bisa terdesak jika habitat rusak. Mengenal dan menyebarkan informasi tentang spesies ini adalah langkah kecil yang punya dampak besar bagi masa depan konservasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More