5 Fakta Unik Nila Perut Merah, Toleransi Salinitasnya Capai 4 Persen

- Nila perut merah hidup di Afrika dan jarang bertemu spesies lain, terutama di bagian utara benua tersebut.
- Ikan ini memiliki toleransi salinitas yang tinggi hingga 4 persen, serta mampu hidup di suhu ekstrem.
- Nila perut merah memiliki bobot tubuh maksimal sekitar 300 gram, warna cerah, dan sifat penyayang dalam menjaga telur-telurnya.
Nila menjadi ikan yang popularitasnya sangat tinggidi Indonesia, khususnya sebagai sebagai makanan dan pancingan. Namun, nila yang ada di Indonesia bukanlah satu-satuanya spesies yang bisa kamu temukan. Justru, ada beberapa spesies lain seperti Coptodon zillii atau nila perut merah yang tak kalah unik.
Dari namanya sudah tertebak ciri fisik ikan tersebut. Ia berasal dari Afrika dan umumnya ditemukan di perairan air tawar atau payau. Untuk bertahan hidup di berbagai tipe perairan, nila perut merah dianugerahi toleransi yang tinggi terhadap perubahan salinitas. Warnanya juga mencolok sehingga mudah dikenali. Nah, mari kita selami perairan Afrika dan ulik fakta unik nila perut merah.
1. Hidup di Afrika dan jarang bertemu spesies lain

Artikel di jurnal Fishes In Mediterranean Environments menjelaskan bahwa nila perut merah merupakan ikan asli benua Afrika. Jika diulik persebarannya mencakup bagian setengah wilayah benua tersebut, khususnya di bagian utara. Mulai dari Afrika tengah, Maroko, Senegal, hingga Sungai Kongo semuanya dihuni olehnya. Selain itu perairan besar seperti Danau Albert dan Turkana juga dihuni ikan ini.
Sebenarnya ikan nila tersebar luas hampir di seluruh wilayah Afrika. Namun, entah mengapa di wilayah penyebaran nila perut merah hanya sedikit spesies lain yang bisa ditemukan. Contohnya di wilayah Maghreb dan Sahara hanya ada beberapa spesies nila lain, yaitu Oreochromis aureus (nila biru), Sarotherodon galilaeus (nila manga), serta beberapa ikan dari genus Astatotilapia dan Hemichromis.
2. Punya toleransi salinitas yang tinggi

Tak hanya di perairan tawar, nila perut merah juga bisa hidup di perairan air payau. Kemampuan tersebut didapat dari toleransinya yang tinggi terhadap perubahan salinitas air. Dilansir iNaturalits, nila perut merah bisa mentoleransi salinitas hingga 4 persen di kondisi normal. Namun, saat musim kawin presentase toleransinya akan menurun menjadi 2,9 persen. Ia juga mampu menahan suhu yang cukup ekstrem, yaitu sekitar 6 hingga 42.5 °C. Biasanya ikan ini sering berenang di perairan dangkal, tapi ia juga mampu menyelam hingga kedalaman 30 meter.
3. Bobot tubuhnya mencapai 300 gram

Dikutip Mexican Fish, bobot maksimal nila perut merah sekitar 300 gram. Panjang maksimalnya sendiri ada di angka 40 centimeter. Hanya saja, panjang rata-ratanya tak lebih dari 12-30 centimeter. Seperti namanya, hewan ini memiliki perut berwarna merah cerah. Warna dasarnya sendiri adalah hijau kekuningan. Di samping itu, corak garis hitam vertikal dan horizontal juga menghiasi tubuhnya. Di sirip dorsalnya ikan ini memiliki 13 hingga 16 duri yang cukup tajam. Beralih ke bawah, sirip analnya hanya memiliki 3 duri dan 8 hingga 10 duri halus.
4. Ikan penyayang yang menjaga telur-telurnya

Layaknya spesies lain dari genus Coptodon, nila perut merah akan bertelur di substrat. "Sarang" ikan ini umumnya berbentuk lubang kecil yang digali oleh individu jantan dan betina di dasar perairan. Namun, terkadang ada juga ikan yang menaruh telurnya di atas batu atau menggali terowongan sedalam 85 centimeter di tanah berlumpur. Selain itu ikan ini juga akan bereproduksi secara berkoloni.
Saat musim kawin individu betina mampu menghasilkan 1,000-6,000 butir telur. Ikan ini tak akan meninggalkan telur-telurnya dan akan menjaganya hingga menetas. Hal tersebut cukup unik dan menunjukan sifat "kasih sayang" di dunia hewan. Di daerah tropis musim kawin nila perut merah akan memuncak pada musim hujan. Di sisi lain, di area subtropis musim kawinnya dimulai pada musim panas.
5. Kerap melakukan perkawinan silang

Soal reproduksi, nila perut merah tak hanya kawin dengan sesama spesiesnya. Sebaliknya ia sering melakukan perkawinan silang dengan spesies nila lain. Artikel di jurnal Copeia menjelaskan bahwa nila perut merah pernah tercatat melakukan perkawinan silang dengan Pelmatolapia mariae (nila tutul). Fenomena tersebut mengejutkan karena kedua spesies tersebut memiliki kekerabatan yang cukup jauh. Menariknya, para ahli tak tahu apakah nila perut merah bisa melakukan perkawinan silang dengan spesies dari genus yang sama, yaitu Coptodon.
Itulah beberapa fakta unik nila perut merah, ikan asli Afrika dengan ketahanan tinggi dan insting parenting yang kuat. Bukan sekadar ikan biasa, nila perut merah mengembangkan berbagai adaptasi untuk bertahan hidup di habitatnya. Semua adaptasi tersebut sangat penting karena bertahan di alam liar bukanlah halyang mudah. Jika salah mengambil langkah, nilai perut merah bisa mati dengan cepat.


















