- Konjungsi Venus dan Neptunus (7 Maret 2026)
- Konjungsi Venus dan Saturnus (9 Maret 2026)
- Konjungsi Mars dan Merkurius (14 Maret 2026)
- Konjungsi Bulan dan Merkurius (17 Maret 2026)
- Konjungsi Bulan dan Mars (18 Maret 2026)
5 Fenomena Langit di Bulan Ramadan 2026, Ada Parade Planet!

Bulan Ramadan 2026 akan dihiasi oleh sejumlah fenomena langit yang unik dan menarik Tak hanya jadi penanda waktu, kehadiran fenomena-fenomena ini memberikan nuansa yang lebih kental melalui keagungan alam semesta bagi siapa pun yang mengamatinya. Mulai dari parade planet hingga hujan meteor, langit malam diprediksi akan menjadi panggung pertunjukan astronomi yang sayang untuk dilewatkan.
Menariknya lagi, beberapa fenomena langit yang terjadi di sepanjang bulan Ramadan 2026 bisa diamati dengan mata telanjang. Artinya, kamu tidak perlu menggunakan teleskop untuk mengamati objek-objek yang muncul di langit. Agar tak ketinggalan, yuk, simak tanggal dan waktu terjadinya fenomena-fenomena langit di bulan Ramadan 2026 berikut!
1. Parade planet (28 Februari 2026)

Parade planet adalah istilah yang merujuk pada peristiwa ketika planet-planet tampak berderet di langit apabila diamati dari Bumi. Mengutip dari NASA, fenomema parade planet ini akan terjadi pada 28 Februari 2026. Bukan dua atau tiga, fenomena tersebut bakal menampilkan enam planet sekaligus di langit malam.
Enam planet yang akan muncul antara lain Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter. Namun, hanya empat planet yang bisa diamati dengan mudah, yaitu Merkurius, Venus, Neptunus, dan Saturnus. Sementara, Uranus dan Neptunus memerlukan teleskop atau alat bantu optik lainnya agar dapat terlihat dengan jelas.
2. Bulan cacing (3 Maret 2026)

Bulan akan mencapai fase purnamanya pada 3 Maret 2026. Fase purnama ini memiliki sebutan khusus, yaitu bulan cacing atau worm moon. Istilah tersebut berasal dari Almanak Petani Tua, sebuah catatan yang memberi nama berbeda untuk setiap purnama sepanjang tahun.
Adapun, purnama di bulan Maret disebut worm moon karena berkaitan dengan cacing tanah yang kembali ke permukaan sebagai tanda datangnya musim semi. Hal ini terjadi ketika tanah yang membeku selama musim dingin mulai mencair pada awal Maret sehingga memungkinkan cacing kembali terlihat. Jadi, worm moon tak ada kaitannya dengan bentuk Bulan, ya, melainkan hanya istilah spesial yang merujuk pada purnama di bulan Maret.
3. Gerhana bulan total (3 Maret 2026)

Purnama di bulan Maret 2026 tak hanya spesial karena sebutan worm moon, tetapi juga karena bertepatan dengan fenomena gerhana bulan total atau blood moon. Fenomena ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada sejajar dalam satu garis, sehingga Bulan tertutup sepenuhnya oleh bayangan Bumi. Pada momen itulah Bulan terlihat berubah menjadi merah tembaga atau yang dikenal sebagai blood moon.
Warna merah tersebut muncul karena cahaya Matahari yang sampai ke Bulan sudah lebih dulu melewati lapisan atmosfer Bumi, sehingga cahaya yang tersisa dan terlihat dari Bumi didominasi warna kemerahan. Namun sayangnya, blood moon yang terjadi di bulan Ramadan 2026 ini tak dapat diamati di Indonesia. Pasalnya, ketika gerhana terjadi, Bulan tidak berada di atas ufuk Indonesia sehingga sulit untuk diamati.
2. Hujan meteor Gamma Normid (14 Maret 2026)

Hujan meteor Gamma Normid merupakan fenomena yang aktif pada 25 Februari—28 Maret 2026. Puncak hujan meteor ini diperkirakan terjadi di tanggal 14 Maret, bertepatan dengan waktu menjelang akhir Ramadan 2026. Dilansir In-the-Sky, hujan meteor Gamma Normid bisa disaksikan di Indonesia mulai pukul 21.49—05.34 setiap malam selama periodenya masih berlangsung.
Saat mencapai puncaknya, Gamma Normid diprediksi menghasilkan sekitar 6 meteor per jam pada kondisi langit yang benar-benar gelap dan tak berawan. Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini yaitu pada sekitar pukul 04.00 WIB di tanggal 15 Maret, saat titik radiannya tepat berada di atas cakrawala. Untuk mengamati fenomena ini, kamu tidak membutuhkan teleskop alias bisa disaksikan dengan mata telanjang.
5. Konjungsi Bulan dan planet (7—18 Maret 2026)

Bulan Ramadan 2026 juga dihiasi oleh sejumlah fenomena konjungsi Bulan dan planet yang memukau. Dalam astronomi, konjungsi adalah fenomena yang terjadi ketika objek-objek langit tampak saling berdekatan jika diamati dari Bumi. Adapun, berikut beberapa fenomena konjungsi Bulan dan planet yang terjadi di sepanjang Ramadan 2026.
Sama seperti hujan meteor, fenomena konjungsi adalah peristiwa yang bisa diamati dengan mata telanjang. Untuk memudahkan pengamatan, kamu bisa menggunakan peta langit digital seperti Stellarium, Sky Tonight, Star Walk, dan lain sebagainya untuk menemukan posisi benda-benda langit saat konjungsi terjadi. So, jangan sampai ketinggalan, ya!


















