Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Mamalia yang Pandai Memanjat, Punya Otot dan Jari Khusus
tupai (commons.wikimedia.org/Ashley Lee)
  • Tupai dan bajing memanjat cepat dengan kuku tajam, sendi fleksibel, kaki belakang kuat, tubuh ringan, serta ekor panjang untuk menjaga keseimbangan dan melompat antarpohon.
  • Koala hidup hampir sepenuhnya di pohon dan mencengkeram dengan susunan lima jari seperti capit, sementara primata memakai beragam metode, termasuk akar, ekor, empat kaki, dan jari kuat.
  • Kungkang mengandalkan cengkeraman kaki belakang saat memanjat dan berburu, sedangkan sloth bergelantungan terbalik berkat urat kaki pengunci, otot besar, serta cakar panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mamalia dikenal karena kemampuan adaptasinya yang luar biasa. Hewan yang bisa menyusui tersebut bisa berlari, menggali, berenang, bahkan ahli memanjat. Saat memanjat mamalia akan mengandalkan ekor panjang, tangan fleksibel, gerakan gesit, dan jari-jari kuat yang mampu mencengkeram batang pohon.

Beberapa jenis mamalia yang pandai memanjat adalah tupai, monyet, sloth, dan kungkang. Mereka juga memiliki teknik memanjat yang berbeda. Nah, berbagai tenik tersebut disesuaikan dengan ciri fisik, kebiasaan, gaya hidup, dan habitat dari tiap hewan. Mau tahu lebih lanjut? Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Tupai dan bajing bisa memanjat dengan kaki yang kuat

tupai (commons.wikimedia.org/Frank Schulenburg)

Jika membahas mamalia yang ahli memanjat, pasti tupai dan bajing jadi salah satu yang paling terkenal. Lebih lanjut, penyebutan tupai dan bajing sendiri merujuk pada mamalia pengerat dari familia Sciuridae. Di Indonesia bajing dan tupai merupakan penyebutan bagi spesies Sciuridae yang berbeda. Namun, secara internasional semua spesies dari famili tersebut disebut tupai.

Dilansir Skedadlle Wildlife, tupai dan bajing bisa memanjat dengan beberapa adaptasi, seperti kuku yang tajam, sendi kaki fleksibel, kaki belakang yang kuat, badan ringan, serta ekor panjang untuk menyeimbangkan tubuh. Gerakan tupai saat memanjat juga unik, yaitu cepat dan lincah. Tak hanya memanjat secara normal, bahkan tupai dan bajing juga bisa melompat di atas pohon.

2. Koala hampir tak pernah turun ke daratan

koala (commons.wikimedia.org/Vita Vilcina)

Laman Animal Diversity Web menjelaskan bahwa koala adalah hewan arboreal yang secara penuh hidup di atas pohon. Hewan ini hampir tak pernah turun ke dataran, kecuali untuk berpindah dari satu pohon ke pohon lain atau untuk mengunyah tanah dalam rangka membantu proses pencernaan.

Hewan endemik Australia ini juga memiliki adaptasi unik untuk memanjat. Dalam hal ini, koala memiliki lima buah jari di mana tiga jari depan akan menyatu dan posisinya membelakangi dua jari belakang. Hal tersebut membuat tangannya berbentuk seperti capit yang siap mencengkeram batang dan ranting dengan kuat. Meski begitu, gerakan koala di pohon sangat lambat.

3. Monyet dan kera bisa memanjat dengan banyak metode

monyet (commons.wikimedia.org/Giles Laurent)

Dilansir berbagai sumber, primata merupakan mamalia yang sangat cerdas sehingga mereka bisa memanjat pohon dengan berbagai metode. Orang utan yang merupakan salah satu kera paling arboreal bisa memanjat pohon dengan memanfaatkan akar yang menjuntai di hutan. Monyet dunia baru (new world monkey) lebih unik karena ia menggunakan ekor prehensilenya untuk mengcekeram ranting.

Kera berukuran besar seperti gorila juga bisa memanjat, biasanya ia akan memanjat menggunakan empat kaki dengan memanfaatkan batang dan ranting berukuran besar. Di sisi lain, monyet dunia lama (old world monkey) memanfaatkan ekornya untuk menyeimbangkan diri ketika memanjat. Simpanse sendiri memanjat dengan cara mencengkeram ranting menggunakan jarinya yang kuat.

4. Kungkang sangat mengandalkan kaki belakangnya

kungkang (commons.wikimedia.org/Wahyudhie13)

Kungkang (genus Nycticebus) merupakan mamalia arboreal yang berasal dari Asia dan bisa ditemukan di Indonesia. Ia tak hanya pandai memanjat, tapi merupakan mamalia berbisa, lho. Untungnya, bisa kungkang tak mampu membunuh manusia. Kungkang sendiri hidup di hutan dan pepohonan sehingga bisa dipastikan kalau kemampuan memanjatnya sangat luar biasa.

Laman Nestle Pure Life menerangkan bahwa kungkang akan mengkobinasikan kaki depan dan belakang ketika memanjat. Kemudian, saat berburu ia akan bertupuan pada kaki belakang di mana kakinya akan mencengkeram batang atau ranting dengan sangat kuat. Setelah tumpuannya kuat, kungkang akan mendorong dirinya ke depan dan menangkap mangsa dengan kaki depannya.

5. Sloth bisa bergelantungan secara terbalik

sloth (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Penyebutan sloth merujuk pada mamalia yang berasal dari subordo Folivora. Sloth sendiri adalah mamalia arboreal yang hidup di hutan Amerika Tengah dan selatan serta punya gerakan sangat lambat. Jika dibandingkan dengan mamalia lain, sloth punya kebiasaan memanjat yang unik, yaitu ia bisa bergelantungan secara terbalik di batang atau ranting pohon.

Dikutip The Sloth Conservation Foundation, kemampuan tersebut tercipta karena sloth punya urat khusus di kaki yang bisa mengunci secara otomatis. Ketika uratnya mengunci tubuh sloth akan menjadi kaku sehingga ia bisa bergelantungan. Otot sloth juga sangat besar, bahkan mencakup 25-30 persen dari massa tubuhnya. Tak hanya itu, cakar panjang juga membantunya untuk memanjat.

Semua mamalia yang pandai memanjat memiliki kemampuan dan caranya sendiri untuk naik dan bertahan di atas pohon. Perbedaan kemampuan tersebut merupakan adaptasi yang disesuaikan dengan ukuran, bentuk tubuh, kebiasaan, dan makanan dari tiap masing-masing hewan. Kemampuan memanjat juga sangat penting, jika tak bisa memanjat maka mereka bisa mati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article