5 Fakta Unik Tupai, Mamalia Mungil yang Gemar Memadamkan Listrik

- Tupai memiliki sekitar 279 spesies yang tersebar di berbagai belahan dunia, dengan perbedaan bentuk tubuh dan perilaku antara tupai pohon, tupai tanah, dan tupai terbang.
- Gigi tupai terus tumbuh sepanjang hidupnya untuk menyesuaikan dengan pola makan mereka, sementara kemampuan kaki belakangnya yang bisa berputar 180 derajat membuatnya lincah di kabel listrik.
- Hanya tupai tanah yang berhibernasi penuh saat musim dingin, sedangkan tupai pohon memilih tidur lesu atau torpor sambil tetap aktif mencari makan di waktu tertentu.
Di balik tubuhnya yang mungil dan gerakan lincahnya, tupai menyembunyikan banyak rahasia yang jarang diketahui publik. Tupai sendiri dicirikan oleh tubuhnya yang panjang, bulu halus, dan lembut, serta sepasang mata yang membulat penuh. Di balik visualnya yang menggemaskan, tupai juga memiliki cakar yang ditemukan pada semua ruas jari, kecuali ibu jarinya. Juga dengan kumis yang ditemukan di seluruh tubuh di dekat hidung, pipi, mata, dagu, pergelangan tangan, kaki, dan bagian luar kaki.
Tidak hanya penampilan yang unik, tupai juga menyimpan perilaku yang kadang kala bikin geleng-geleng kepala. Bagimana tidak, hewan mungil ini mampu memadamkan listrik berkali-kali. Entah apa yang ia perbuat di antara kabel listrik itu. Adanya artikel ini kita akan membahas lebih dalam seputar fakta-fakta unik, si mamalia kecil yang gemar memadamkan listrik.
1. Terdapat ratusan spesies tupai

Tupai adalah kelompok yang beragam yang terdiri dari sekitar 279 spesies dan 51 genus yang terbagi menjadi lima subfamili, yakni Ratufinae, Sciurilliane, Sciurinae, Xerinae, dan Callosciurinae. Famili Sciuridae meliputi tupai pohon, tupai tanah, dan tupai terbang.
Tupai pohon memiliki ekor yang panjang dan lebat, cakar tajam, dan sepasang telinga yang besar, beberapa memiliki jumbai telinga yang berkembang dengan baik. Tupai terbang memiliki selaput berbulu yang membentang antara pergelangan tangan dan pergelangan kaki yang memungkinkan mereka meluncur di antara pepohonan. Sementara itu, tupai tanah umumnya lebih kuat daripada tupai pohon dan seringkali memiliki tungkai depan yang pendek dan kokoh yang digunakan untuk menggali. Ekor mereka, meskipun berbulu lebat, umumnya tidak selebat ekor tupai pohon.
Tupai biasanya ditemukan di seluruh dunia, asli dari semua wilayah daratan kecuali Australia, Madagaska Amerika Selatan, Antartika, Greenland, banyak pulau samudra, dan beberapa wilayah gurun seperti Sahara. Dua sepesies tupai diperkenalkan ke Australia pada abad ke-19, Sciurus carolinensis dan Funambulu pennantii.
2. Gigi tupai tumbuh sepanjang hidupnya

Tupai, seperti semua anggota keluarga hewan pengerat, memiliki gigi yang tidak pernah berhenti tumbuh, Gigi tersebut disebut elodont, yang secara harfiah berarti gigi yang terus tumbuh. Gigi mereka dilapisi lapisan enamel yang keras. Di bawah enamel terdapat lapisan sementum dan di bawahnya terdapat dentin, atau pulpa gigi.
Gigi geraham tupai terlihat mirip dengan gigi geraham manusia, dan mengikuti pola enamel-sementum-dentin. Bahkan akar gigi gerahamnya mirip dengan manusia. Namun, gigi seri tupai harus tumbuh dengan sangat cepat untuk mengimbangi pola makan mereka, dan karena itu, bentuknya sedikit berbeda dari gigi geraham dan gigi premolar.
Gigi seri tupai sebenarnya mengembangkan lapisan enamel di bawah garis gusi. Enamel ini tumbuh terus-menerus, yang memungkinkan tupai untuk mengikis gigi serinya sepanjang hidupnya tanpa perlu khawatir kehilangan gigi tersebut.
Perlu diketahui, bahwa bayi tupai lahir tanpa gigi. Artinya, gigi mereka baru tumbuh saat usia beberapa minggu. Gigi bayi tupai pertama adalah gigi bungsu, yang kemudian diikuti oleh gigi dewasa. Saat tupai sudah dewasa seluruh giginya genap 20 gigi, kecuali pada tupai abu-abu yang memiliki 22 gigi, yakni dua gigi premolar tambahan yang terletak di baris gigi atasnya.
3. Tupai gemar memadamkan listrik

Tupai dianugerahi kaki depan yang cekatan dengan cakar tajam yang memungkinkan mereka mencengkeram kulit kayu, kabel, dan permukaan sempit lainnya. Kaki belakang mereka dapat berputar hingga 180 derajat, yang merupakan adaptasi yang sangat berguna.
Biasanya mamalia memanjat pohon jauh lebih mudah daripada turun. Hal ini dikarenakan saat turun, cakar mengarah ke belakang relatif terhadap arah gravitasi, sehingga saat turun dengan kepala terlebih dulu, mereka tidak mendapatkan traksi dan tergelincir.
Sementara itu, tupai mengatasi hal ini dengan memutar kaki belakangnya sehingga cakarnya mengait ke depan, ke kulit kayu. Ini tidak hanya memungkinkan traksi penuh saat menghadap ke bawah pada permukaan vertikal, tetapi juga kemudi dan pengereman yang terkontrol saat mereka turun. Itulah mengapa tupai tidak perlu mundur menuruni pohon seperti kucing, mereka mampu meluncur turun dengan kepala terlebih dulu.
Rotasi ini tupai manfaatkan untuk melompat dan menjaga keseimbangan diri di kabel listri. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjejakkan kaki pada sudut yang tidak biasa, menyebarkan berat badan mereka dengan lebih aman, dan menjaga keseimbangan bahkan ketika permukaan terlalu sempit untuk posisi berdiri empat titik yang tidak biasa.
Dengan memahami seberapa sering tupai melintasi kabel listrik, membuat kita tahu seberapa sering juga pemadaman listri terjadi akibat ulah tupai. Bahkan, diketahui setiap tahunnya pasti ada masalah listrik yang disebabkan tupai. Di mana tupai adalah penyebab utama pemadaman listri yang disebabkan hewan di banyak bagian Amerika Serikat dan tempat lain.
Masalah ini sangat signifikan sehingga perusahaan utilitas terpaksa mengambil tindakan. Karena satu cakar yang salah tempat dapat menyebabkan pemadaman yang mahal, perusahaan listri menggunakan berbagai perangkat dan modifikasi desain untuk menjauhan tupai dari berbagai jaringan listrik yang dialiri listrik.
4. Tidak semua tupai melakukan hibernasi

Di antara banyaknya jenis tupai, tupai tanah adalah satu-satunya tupai yang berhibernasi. Selama hibernasi, suhu tubuh, detak jantung, dan laju pernapasannya menurun saat tupai memasuki tidur nyenyak untuk menghemat energi. Saat berhibernasi, tupai tidak makan, minum atau buang air sampai mereka bangun kembali. Beberapa contoh tupai tanah yang berhibernasi adalah tupai batu, tupai tanah California, tupai tanah Washington, dan tupai tanah Arktik.
Di sisi lain, tupai pohon justru tidak melakukan hibernasi. Beberapa spesies justru memasuki keadaan tidur lesu atau malas yang disebut 'torpor'. Selama mode torpor, detak jantung, pernapasan, suhu tubuh, dan metabolismenya menurun untuk membantu mereka menghemat energi, dan mereka dapat tidur selama beberapa hari berturut-turut. Mereka membangun sarang yang disebut 'dey' dengan memanfaatkan ranting serta dahan, lalu melapisi bagian dalamnya dengan bulu, daun, dan rumput untuk melindungi dari suhu dingin.
Tupai pohon tidak mengalami hibernasi selama musim dingin hanya keluar untuk mencari makan, biasanya di pagi hari atau sore hari, dan terkadang mereka bisa tidur selama 18-20 jam. Beberapa tupai pohon umum yang biasa terlihat selama musim dingin, seperti tupai rubah, tupai abu-abu, tupai Merah Eurasia, dan tupai Jepang.
5. Pola kawin yang unik dan brutal

Sistem perkawinan tupai bersifat poliginandrous, beberapa jantan dapat kawin dengan beberapa betina dalam satu musim kawin. Umumnya, betina tersebar luas dan jantan tidak mempertahankan wilayah, tetapi perilaku ini bervariasi. Beberapa spesies tupai hidup berkelompok, memaksa jantan untuk mempertahankan wilayah kecil untuk menarik betina. Di Amerika Utara, banyak tupai tanah memiliki dua puncak waktu reproduksi setiap tahun, satu dari Desember hingga Januari dan yang lainnya dari Mei hingga Juni.
Musim kawin tupai ditandai dengan perkembangan testis jantan dan pembengkakan seksual pada betina, seperti yang umum terjadi pada banyak mamalia. Jantan dapat mengikuti aroma yang ditinggalkan oleh betina yang sedang birahi atau mereka hanya mengejar betina. Kelompok jantan, yang terdiri dari 4 hingga 9 individu, mengejar betina dari cabang ke cabang dengan kecepatan tinggi dalam apa yang dikenal sebagai 'pengejaran kawin'.
Biasanya satu jantan lebih dominan menonjol dari yang lain. Dominasinya ditentukan oleh kemampuannya untuk tetap dekat baik selama maupun di antara pengejaran kawin. Setelah betina menerima pejantan tertentu, kopulasi terjadi, dan pengejaran perkawinan berlanjut, memungkinkan kopulasi berulang bagi jantan dan betina.
Demikian 5 fakta seputar tupai, mamalia kecil yang penuh dengan keunikannya tersendiri. Ciri khas tupai adalah tubuhnya yang panjang, mungil, bulu lembut, dan ekornya panjang menjuntai. Mereka seringkali terlihat berjalan di kabel listrik yang mana ini adalah alasan mengapa tupai sering sekali memadamkan listrik tanpa sengaja.


















