Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Perbedaan Ikan Pari Manta dan Pari Biasa, Ternyata Beda Jauh
Pari manta (unsplash.com/Constança Rodrigues)
  • Manta termasuk kelompok Mobulidae dengan dua spesies utama, sedangkan pari biasa mencakup ratusan jenis dalam ordo Batoidei seperti stingray, skate, dan sawfish.
  • Mulut manta menghadap ke depan untuk menyaring plankton di perairan terbuka, sementara pari biasa bermulut bawah dan memangsa hewan dasar laut di perairan dangkal.
  • Ekor manta tidak berduri dan relatif aman bagi manusia, berbeda dengan banyak pari biasa yang memiliki duri beracun sebagai alat pertahanan diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ikan pari manta dan pari biasa sering dianggap mirip karena sama sama bertubuh pipih dan memiliki sirip dada lebar seperti sayap. Pari biasa merujuk pada kelompok pari yang umum dikenal sebagai stingray atau pari bersengat. Keduanya memang masih berada dalam kelompok besar ikan bertulang rawan yang berkerabat dengan hiu, tetapi ciri tubuh dan cara hidupnya tidak sama.

Memahami perbedaan keduanya penting supaya kamu tidak menganggap semua pari punya perilaku, bentuk mulut, atau cara makan yang seragam. Dari cara berenang sampai posisi hidup di laut, manta dan pari biasa punya karakter biologis yang cukup berbeda. Lalu, apa saja bedanya?

1. Manta termasuk kelompok khusus, sedangkan pari biasa lebih luas

Pari manta (unsplash.com/Maksim Shutov)

Menurut NOAA Fisheries, pari manta raksasa dikenal dengan nama ilmiah Mobula birostris dan masuk dalam famili Mobulidae. NOAA juga menjelaskan bahwa ada dua spesies pari manta, yaitu pari manta raksasa dan pari manta karang. Jadi, manta bukan sekadar sebutan untuk semua pari besar, melainkan kelompok tertentu dengan ciri khas yang cukup jelas.

Sementara itu, pari biasa yang sering disebut stingray merupakan bagian dari kelompok pari yang lebih luas. Dilansir dari Britannica, ray atau pari mencakup ratusan spesies ikan bertulang rawan dalam ordo Batoidei. Kelompok ini meliputi berbagai jenis, termasuk stingray, skate, electric ray, dan sawfish.

2. Mulut manta menghadap ke depan, mulut pari biasa berada di bawah tubuh

Pari biasa (unsplash.com/Fernando Jorge)

Berdasarkan penjelasan Florida Museum, pari manta memiliki mulut terminal yang lebar dan berbentuk persegi panjang di bagian depan kepala. Di dekat mulutnya terdapat sirip kepala atau cephalic fins yang bisa diarahkan untuk membantu menyalurkan air dan plankton ke mulut saat makan.

Pada pari biasa, posisi mulutnya berbeda. National Geographic Kids menjelaskan bahwa stingray memiliki mulut di bagian bawah tubuh, sedangkan matanya berada di bagian atas kepala. Posisi ini sesuai dengan kebiasaan banyak stingray yang mencari makanan di dasar laut.

3. Manta menyaring makanan, pari biasa memangsa hewan dasar laut

Pari biasa (unsplash.com/Lisa)

Menurut NOAA Fisheries, pari manta adalah filter feeder, yaitu hewan yang mengambil makanan dengan menyaring partikel kecil dari air. Makanan utamanya berupa organisme planktonik seperti copepod, mysid, larva decapod, dan udang. Saat makan, manta membuka mulut lebar lebar dan membentuk aliran air menuju pelat insangnya.

Pari biasa punya pola makan yang berbeda. Melansir National Geographic Kids, stingray termasuk karnivor dengan mangsa seperti kerang, tiram, udang, kepiting, dan remis. Saat menemukan makanan, stingray dapat menghancurkan mangsanya memakai rahang yang kuat.

4. Manta sering berada di perairan terbuka, pari biasa banyak beraktivitas dekat dasar laut

Pari manta (unsplash.com/Andre Kaim)

NOAA Fisheries menjelaskan bahwa pari manta raksasa ditemukan di perairan tropis, subtropis, dan beriklim sedang di berbagai bagian dunia. Spesies ini umum dijumpai di perairan lepas pantai, perairan oseanik, dan wilayah pesisir yang produktif. Florida Museum juga menyebut manta biasanya terlihat dekat permukaan atau di perairan tengah sekitar terumbu dan laguna.

Sebaliknya, banyak pari biasa lebih lekat dengan dasar laut. National Geographic Kids menjelaskan bahwa stingray menyukai perairan dangkal dekat pantai di wilayah hangat. Di sana, mereka sering menghabiskan waktu dengan tubuh sebagian terkubur di dasar laut untuk bersembunyi dari predator atau menunggu mangsa lewat.

5. Ekor manta tidak selalu menjadi alat sengat, sedangkan banyak pari biasa punya duri pertahanan

Pari biasa (unsplash.com/Chad Taylor)

Berdasarkan penjelasan Florida Museum, pari manta Mobula birostris memiliki ekor tanpa duri. Sumber yang sama juga menyebut manta memiliki tingkat bahaya minimal bagi manusia. Jadi, ciri yang sering melekat pada pari bersengat tidak otomatis berlaku pada manta.

Pada pari biasa, ekor justru sering menjadi ciri penting. National Geographic Kids menjelaskan bahwa beberapa jenis stingray memiliki duri tajam pada ekornya, dan banyak spesies dapat menyalurkan bisa melalui ekor tersebut. Smithsonian Ocean juga menjelaskan bahwa ray memiliki ekor seperti cambuk dan sebagian memiliki duri yang bisa digunakan untuk perlindungan dari predator.

Pari manta dan pari biasa sama sama menarik dipelajari karena menunjukkan betapa beragamnya kelompok ikan pari. Manta lebih dikenal sebagai penyaring makanan dengan mulut menghadap depan dan kebiasaan berenang di perairan terbuka. Pari biasa, terutama stingray, lebih sering dikaitkan dengan dasar laut, mulut di bagian bawah tubuh, serta ekor berduri pada banyak jenisnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article