5 Persamaan Kucing Besar dan Kucing Domestik, Ternyata Ada Banyak!

- Kucing besar dan kucing domestik memiliki persamaan dalam nafsu makan, kemampuan berburu, dan strategi memangsa
- Baik kucing besar maupun kucing domestik memiliki kemampuan unik seperti berenang, memanjat, dan kekuatan gigitan yang kuat
- Meskipun berbeda ukuran, keduanya memiliki banyak persamaan dalam hal ciri fisik dan klasifikasi sebagai anggota famili Felidae
Secara umum terdapat dua jenis kucing yang diketahui banyak orang, yaitu kucing besar dan kucing domestik. Kucing besar merupakan penyebutan bagi kucing liar berukuran besar seperti harimau, macan tutul, jaguar, singa, atau cheetah. Sementara itu kucing domestik adalah penyebutan bagi spesies Felis catus yang sering berkeliaran dan dipelihara oleh manusia. Kucing anggora, kucing kampung, kucing persia, kucing munchkin, dan kucing jawa termasuk ke dalam spesies kucing domestik.
Jika hanya melihat ciri fisiknya mungking kucing domestik dan kucing besar benar-benar berbeda. Namun jika diulik lebih dalam ternyata keduanya memiliki banyak persamaan, lho. Persamaan-persamaan tersebut tercermin dari beberapa hal, seperti kebiasaannya, kekuatan gigitannya, kemampuannya, sampai klasifikasinya. Sayangnya kucing besar kurang diperhatikan oleh orang awam yang mana membuat mereka tidak tahu akan persamaan-persamaan tersebut. Nah, supaya persamaan-persamaan tersebut makin dikenal maka kita akan menguliknya di artikel ini!
1. Keduanya sama-sama predator ganas yang bisa memakan apapun

Persamaan pertama dapat dilihat dari nafsu makan dan kemampuan berburu kedua hewan ini. Jika membahas kucing besar maka tak bisa dipungkiri kalau mereka termasuk salah satu predator ganas dan predator puncak di habitatnya. Saking ganasnya mereka bisa memakan semua hewan yang ada, mulai dari burung, tikus, rusa, ular, kadal, serangga, babi, buaya, sampai kura-kura, jelas Animal Diversity Web. Strategi berburunya juga beragam, ada yang bisa berlari dengan cepat, berenang, mengendap, sampai memanjat pohon.
Kucing domestik yang ukurannya lebih kecil juga tak mau kalah, tercatat kucing domestik bisa memakan berbagai jenis mangsa, mau itu serangga, kadal, ular, tikus, tupai, burung, sampai ikan. Kucing domestik sendiri merupakan tipe predator penyergap. Artinya ia akan mengendap-endap dan menerkam mangsa dalam satu serangan. Uniknya ukuran kecil yang dimiliki kucing domestik justru jadi kelebihan karena membuat gerakannya lebih lincah dan membuatnya sulit dideteksi oleh mangsa.
2. Keduanya sama-sama punya banyak kemampuan menakjubkan

Seperti yang kita tahu, tiap spesies kucing besar memiliki spesialisasi dan kemampuannya masing-masing. Pertama, Panthera onca (jaguar) merupakan perenang andal yang bisa menyelam dan menyebrangi sungai. Di sisi lain, Panthera pardus (macan tutul) adalah pemanjat ulung yang bisa memanjat pohon tinggi dengan cakarnya yang kuat, badannya yang ramping, dan ekornya yang panjang. Tak mau kalah, Acinonyx jubatus (cheetah) mampu berlari hingga 120 km/jam, jelas berbagai sumber.
Namun kucing besar bukan satu-satunya jenis kucing yang menyimpan banyak kemampuan. Nyatanya kucing domestik yang lucu juga memilikinya, lho. Hal tersebut dapat terlihat dari kecepatan kucing domestik yang bisa mencapai 48 km/jam. Secara naluri kucing domestik juga termasuk perenang ulung, hanya saja kebanyakan dari mereka tak terlalu suka dengan air. Kucing domestik juga pemanjang yang baik, sayangnya mereka sering kesulitan untuk turun dari pohon. Alhasil di banyak kesempatan hewan ini tidak bisa turun dan terjebak di atas pohon.
3. Keduanya sama-sama memiliki penciuman yang tajam

Dilansir PAWS Chicago, kucing domestik memiliki penciuman yang 14 kali lebih baik dari manusia. Penciuman yang tajam sangat bermanfaat bagi kucing domestik karena membantunya mengenali sesamanya, memudahkannya berburu, dan membuat kehidupannya lebih mudah. Penciuman yang tajam juga membuat hidup mereka menjadi sensitif, jadi kamu tak boleh sembarangan menyentuh hidung kucing domestik. Jika dilakukan ia bisa merasa tak nyaman dan terganggu.
Tapi penciuman kucing domestik tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kucing besar. Bayangkan saja, P. onca (jaguar) punya penciuman yang sangat baik sampai-sampai ia mampu mencium bau betina dari jarak yang jauh. Tak cuma itu, penciuman kucing besar juga bisa digunakan untuk berburu, khususnya pada malam hari saat penglihatan tak bisa diandalkan. Terakhir, kucing besar juga menggunakan penciumannya untuk mendeteksi wilayah kekuasaan hewan lain.
4. Keduanya sama-sama punya gigitan yang kuat

Dilansir Caster, secara umum kucing domestik punya kekuatan gigitan yang terbilang kecil, yaitu sekitar 70 psi. Hal tersebut berbanding terbalik dari kucing besar yang kekuatan gigitannya terbilang luar biasa. Bayangkan saja, P. onca (jaguar) punya kekuatan gigitan sebesar 1,500 psi, Panthera tigris (harimau) punya kekuatan gigitan sebesar 1,050 psi, dan P. pardus (macan tutul) punya kekuatan gigitan sebesar 300 psi. Namun angka bukan segalanya, jika diulik nyatanya gigitan kucing domestik juga sangat kuat jika dibandingkan hewan dengan ukuran yang sama.
Tercatat, kucing domestik mampu meremukan tulang, mengoyak daging, dan mencengkeram mangsa dengan mudah. Mau itu tulang ayam, daging ikan, atau daging burung semuanya bisa ia makan dan hancurkan. Di lain sisi, kucing besar mampu meremukan tengkorak primata, menghancurkan tulang mamalia, sampai meremukan tempurung kura-kura. Sebenarnya kucing besar bisa memiliki gigitan sangat kuat karena ia dibekali tubuh dan kepala yang jauh lebih besar. Kucing besar juga hidup di alam liar sehingga mau tak mau ia harus mengembangkan gigitan super kuat.
5. Keduanya sama-sama masuk famili Felidae

Laman iNaturalist menjelaskan kalau kucing domestik dan kucing besar masuk ke dalam famili yang sama, yaitu Felidae. Artinya mereka punya kekerabatan yang cukup dekat dan memiliki banyak persamaan. Jika kamu perhatikan keduanya juga memiliki ciri fisik yang sama, mulai dari kepala pendek, telinga yang lebar, ekor yang panjang, taring yang panjang, gerakan yang lincah, sampai telapak tangan yang melebar. Tak cuma itu, persamaan klasifikasi tersebut juga membuktikan kalau keduanya memiliki nenek moyang yang sama. Mungkin bisa dibilang kalau kucing domestik dan kucing besar merupakan paman dan keponakan.
Dibalik perbedaan yang dimiliki kucing domestik dan kucing besar ternyata keduanya juga menyimpan berbagai kesamaan. Pertama, dapat terlihat kalau mereka punya makanan dan strategi berburu yang serupa. Kemampuan yang mereka miliki juga sama, entah kemampaun memanjat, berenang, atau berlari. Kekuatan gigitan keduanya juga sama-sama kuat karena mampu meremukan, mengoyak, dan menghancurkan berbagai material. Terakhir, ternyata keduanya juga termasuk saudara karena sama-sama masuk ke famili Felidae.












![[QUIZ] Dari Jenis Habitat Laut Pilihanmu, Ini Caramu Menghadapi Ketidakpastian](https://image.idntimes.com/post/20250315/pexels-james-lee-932763-2017089-49b55fb7e62e8698485c220fb59163fd-f85c77fa314a0d1d7ef06b3c78cff2d0.jpg)






