Capped heron (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)
Salah satu spesies burung dengan paruh yang lebih mencolok warnanya ada capped heron (Pilherodius pileatus). Dikenal dengan bangau bermahkota dari satu-satunya genus Pilherodius keluarga famili Ardeidae (keluarga kuntul/bangau). Karena kurang dikenal, mungkin saat ini akan dikenali dengan warna paruhnya yang mencolok. Dilansir Animalia, capped heron berbeda dari bangau lainnya. Hal ini karena sebagai burung bangau yang satu-satunya punya paruh dan wajah biru, serta mahkota berwana hitam. Dari mahkotanya yang berwarna hitam tersebut, terdapat tiga sampai empat bulu panjang menjulur warna putih. Selain itu, bagian dada, perut dan leher tertutup bulu warna putih kekuningan atau krem muda. Bagian punggung dan sayap juga berbulu putih.
Sama seperti pada umumnya, paruh ini berguna untuk mencari makanan. Capped heron terutama makan ikan, tetapi juga larva air, serangga, katak dan berudu. Ikan yang biasa diburu oleh burung ini punya ukuran 1-5 cm. Uniknya, mereka punya urutan khas ketika berburu mangsa. Bangau akan berdiri tegak dalam mencari makanan potensial. Setelah dapat, akan jongkok perlahan dan memanjangkan lehernya. Lalu, paruhnya akan dimasukkan dalam air dengan cepat untuk menangkap mangsa. Urutan tersebut juga diulang saat berburu mangsa di perairan dangkal. Mereka juga melakukan perburuan di udara, dengan mengintip, memungut makanan, mengayuh kaki, mencelupkannya, berenang sambil makan dan menggetarkan paruhnya.
Lokasi dalam mencari makanan biasanya berpindah-pindah dan terbang hingga 100 m. Biasanya berburu sendiri saat siang hari, namun mereka aktif di senja. Capped heron adalah burung endemik wilayah neotropis, yang mendiami hutan hujan dari Panama bagian tengah hingga Brasil bagian selatan.