Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Bangunan Karya Frank Gehry yang Menantang Logika Arsitektur

Walt Disney Concert Hall karya arsitek Frank Gehry
Walt Disney Concert Hall karya arsitek Frank Gehry (pexels.com/Juan Sebastian Vasquez Delgado)
Intinya sih...
  • Guggenheim Museum Bilbao, Spanyol: Bangunan ini mengubah masa depan kota Bilbao dan menjadi ikon global.
  • Walt Disney Concert Hall Los Angeles, Amerika Serikat: Kritik awal terhadap bangunan ini diatasi dengan penyesuaian finishing pada fasadnya.
  • Dancing House Praha, Republik Ceko: Bangunan ini diterima sebagai simbol dialog antara arsitektur modern dan konteks sejarah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika kebanyakan gedung dirancang untuk terlihat rapi, simetris, dan mudah dipahami, karya arsitek Frank Gehry justru sebaliknya. Bangunan-bangunannya kerap tampak seperti lembaran logam yang dilipat bebas, massa beton yang seolah bergerak, atau pahatan raksasa yang membeku di tengah gerakannya. Dari keberanian itulah nama Frank Gehry kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam arsitektur kontemporer. Ia membuktikan bahwa bangunan tidak harus tunduk pada garis lurus dan simetri kaku untuk tetap berfungsi secara optimal. Dari museum hingga gedung konser, berikut tujuh karya Frank Gehry yang terlihat mustahil, tetapi benar-benar berdiri dan meninggalkan dampak nyata bagi kota tempatnya berada.

1. Guggenheim Museum Bilbao, Spanyol

Guggenheim Museum Bilbao, Spanyol
Guggenheim Museum Bilbao, Spanyol (pexels.com/Jesús Esteban San José)

Guggenheim Museum Bilbao kerap disebut sebagai karya yang mengubah arah karier Frank Gehry sekaligus masa depan kota Bilbao. Dilansir media resmi Guggenheim Bilbao, bangunan ini dirancang menggunakan panel titanium yang mampu memantulkan cahaya secara berbeda sepanjang hari, menciptakan kesan bentuk yang selalu berubah tergantung sudut pandang dan kondisi cuaca. Saat pertama kali diperkenalkan pada 1990-an, desainnya sempat menuai keraguan karena dianggap terlalu radikal untuk sebuah museum seni. Namun, setelah dibuka pada 1997, bangunan ini justru menjadi ikon global. Bahkan kehadirannya memicu fenomena Bilbao Effect, yaitu ketika satu bangunan ikonik mampu mendorong transformasi ekonomi dan budaya sebuah kota.

2. Walt Disney Concert Hall Los Angeles, Amerika Serikat

Walt Disney Concert Hall, Los Angeles
Walt Disney Concert Hall, Los Angeles (pexels.com/Mikhail Nilov)

Walt Disney Concert Hall tampil mencolok dengan fasad baja tahan karat yang bergelombang dan ekspresif. Bentuknya yang nyaris teatrikal membuat bangunan ini langsung menonjol di pusat kota Los Angeles. Namun, pada awal pengoperasiannya, sebagian permukaan logam gedung sempat menuai kritik karena memantulkan panas dan cahaya berlebih ke lingkungan sekitar. Seperti dijelaskan Dezeen, permasalahan tersebut kemudian diatasi melalui penyesuaian finishing pada fasad bangunan. Kini, Walt Disney Concert Hall justru dikenal sebagai salah satu ruang konser dengan kualitas akustik terbaik di dunia, hasil kolaborasi Gehry dengan pakar akustik Yasuhisa Toyota.

3. Dancing House Praha, Republik Ceko

Dancing House di Praha
Dancing House di Praha (pexels.com/STEVE CHAI)

Di tengah deretan bangunan bersejarah bergaya Baroque dan Gothic di Praha, Dancing House hadir sebagai kontras yang mencolok. Bangunan ini dirancang menyerupai dua sosok yang sedang menari. Garis-garisnya melengkung dan tidak simetris, memberi kesan seolah bangunan tersebut bergerak. Ketika pertama kali dibangun pada 1990-an, kehadirannya memicu perdebatan karena dianggap tidak selaras dengan karakter kota tua Praha. Seiring waktu, Dancing House justru diterima sebagai simbol dialog antara arsitektur modern dan konteks sejarah.

4. Fondation Louis Vuitton Paris, Prancis

Fondation Louis Vuitton Paris, Prancis
Fondation Louis Vuitton Paris, Prancis (pexels.com/Jo Kassis)

Paris dikenal ketat dalam menjaga wajah arsitekturnya, tetapi Frank Gehry berhasil menghadirkan eksperimen besar melalui Fondation Louis Vuitton. Bangunan ini dirancang menyerupai kapal dengan layar kaca raksasa yang melengkung dan saling bertumpuk, menciptakan kesan ringan sekaligus dinamis. Menurut situs resmi Fondation Louis Vuitton, setiap panel kaca pada bangunan ini dirancang secara unik dan membutuhkan perhitungan struktur yang sangat presisi.

5. Vitra Design Museum Weil am Rhein, Jerman

Vitra Design Museum Weil am Rhein, Jerman
Vitra Design Museum Weil am Rhein, Jerman (unsplash.com/Claudio Poggio)

Vitra Design Museum sering dipandang sebagai salah satu karya awal penting Frank Gehry di Eropa. Bangunannya tersusun dari volume putih yang saling berpotongan, dengan sudut tajam dan komposisi yang tampak tidak stabil. Hampir tidak ada simetri yang menenangkan pandangan. Melalui museum ini, Gehry mulai dikenal luas sebagai arsitek yang menantang prinsip modernisme konvensional. Dilansir ArchDaily, proyek ini menjadi penanda awal gaya dekonstruktivis Gehry, yang kemudian berkembang lebih jauh dalam karya-karyanya di berbagai belahan dunia.

6. Biomuseo Panama City, Panama

Biomuseo Panama City, Panama
Biomuseo Panama City, Panama (pexels.com/Amarilis Lizbeth Urriola Gonzalez)

Biomuseo tampil mencolok bak instalasi seni dengan atap warna-warni yang disusun tidak beraturan. Desain ini merepresentasikan kekayaan keanekaragaman hayati Panama, sekaligus posisinya sebagai titik temu antara Amerika Utara dan Selatan. Alih-alih bersifat netral, Gehry menggunakan warna dan bentuk sebagai bagian dari narasi museum. Dilansir BBC, Biomuseo dirancang sebagai museum yang menempatkan cerita sains dan biodiversitas sebagai fokus utama, bukan sekadar pameran artefak.

7. 8 Spruce Street New York, Amerika Serikat

8 Spruce Street New York
8 Spruce Street New York (pixabay.com/manolofranco)

Membawa gaya khas Frank Gehry ke Manhattan bukanlah tantangan kecil. Skyline New York telah didominasi gedung tinggi berbentuk kotak dengan ekspresi yang relatif seragam. Di tengah konteks tersebut, 8 Spruce Street tampil berbeda dengan fasad bergelombang dari baja tahan karat. Gedung residensial ini menunjukkan bagaimana Gehry menyesuaikan gaya desainnya dalam skala pencakar langit tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas visualnya.

Karya-karya Frank Gehry kerap dianggap mustahil karena menantang cara kita memahami bangunan. Namun, di balik bentuk-bentuk ekstrem tersebut, selalu terdapat logika struktural, fungsi yang terukur, dan dampak budaya yang nyata. Pada akhirnya, arsitektur ala Frank Gehry mengingatkan bahwa sesuatu yang awalnya tampak tidak masuk akal sering kali hanya membutuhkan waktu sebelum diterima sebagai bagian dari lanskap baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Apakah Anjing Akan Memakan Jasad Pemiliknya yang Meninggal Sendirian?

08 Jan 2026, 07:25 WIBScience