Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik Red Fort, Benteng Merah Saksi Kejayaan Mughal

5 Fakta Menarik Red Fort, Benteng Merah Saksi Kejayaan Mughal
red fort di Delhi (commons.wikimedia.org/A.Savin)
Intinya Sih
  • Red Fort dibangun oleh Kaisar Shah Jahan pada abad ke-17 sebagai pusat pemerintahan Kekaisaran Mughal, menampilkan arsitektur megah dengan aula, paviliun, dan taman bergaya Persia.
  • Benteng ini terkenal dengan dinding batu pasir merah sepanjang lebih dari dua kilometer yang memadukan fungsi pertahanan dan keindahan estetika khas era Mughal.
  • Setelah masa kolonial Inggris dan kemerdekaan India, Red Fort menjadi simbol nasional tempat pengibaran bendera pertama tahun 1947 serta diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 2007.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di jantung Delhi Lama berdiri sebuah kompleks benteng megah yang dindingnya menjulang tinggi dengan warna merah khas batu pasir. Red Fort, atau Lal Qila, bukan hanya bangunan pertahanan, tetapi juga pusat kekuasaan Kekaisaran Mughal selama hampir dua abad. Dari balik gerbangnya, berbagai keputusan politik, upacara kerajaan, dan peristiwa bersejarah pernah berlangsung.

Dibangun pada abad ke-17, benteng ini menjadi simbol puncak kejayaan arsitektur dan budaya Mughal. Hingga kini, Red Fort tetap berdiri sebagai pengingat akan warisan sejarah India yang kompleks, mulai dari masa kekaisaran hingga era kolonial dan kemerdekaan. Berikut 5 fakta menarik tentang Red Fort.

1. Dibangun oleh Shah Jahan pada abad ke-17

Red Fort di Delhi
red fort di Delhi (commons.wikimedia.org/Jakub Hałun)

Red Fort dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan pada tahun 1638 ketika ia memindahkan ibu kota kekaisaran dari Agra ke Shahjahanabad (Delhi Lama). Pembangunan benteng ini berlangsung sekitar satu dekade dan selesai pada 1648. Proyek tersebut mencerminkan ambisi sang kaisar untuk menciptakan pusat pemerintahan yang megah dan terencana.

Benteng ini bukan sekadar struktur militer, melainkan kompleks istana yang dirancang dengan detail artistik tinggi. Britannica menyebutkan bahwa di dalamnya terdapat aula audiensi, paviliun kerajaan, taman, dan ruang pribadi keluarga kekaisaran. Red Fort menjadi representasi visual dari kekuasaan, kemewahan, dan stabilitas Kekaisaran Mughal pada masa itu.

2. Dikenal karena dinding batu pasir merah yang ikonik

Dinding Batu Pasir Merah
dinding batu pasir merah (commons.wikimedia.org/Anupamg)

Nama "Red Fort" berasal dari dinding luar yang dibangun menggunakan batu pasir merah. Dilansir MyEnglishPages.com, dinding ini membentang sepanjang lebih dari dua kilometer dan memiliki tinggi hingga sekitar 33 meter di beberapa bagian. Warna merahnya memberikan kesan kokoh sekaligus megah.

Struktur pertahanannya dirancang untuk melindungi pusat pemerintahan dari ancaman luar. Meski berfungsi sebagai benteng, elemen estetika tetap menjadi prioritas dalam desainnya. Perpaduan antara kekuatan militer dan keindahan arsitektur menjadi ciri khas bangunan ini.

3. Memiliki kompleks istana yang mewah

Diwan-i-Aam Tampak dari Samping
diwan-i-aam tampak dari samping (commons.wikimedia.org/Samridhiupadhyay)

Di dalam Red Fort terdapat berbagai bangunan penting seperti Diwan-i-Aam (Aula Audiensi Publik) dan Diwan-i-Khas (Aula Audiensi Pribadi). Dilansir delhimetrotimes.in, Diwan-i-Khas terkenal dengan dekorasi mewah dan pernah menjadi tempat berdirinya Takhta Merak yang legendaris. Kompleks ini menunjukkan betapa tinggi standar seni dan kerajinan pada masa Mughal.

Selain aula resmi, terdapat pula taman-taman bergaya Persia yang dirancang dengan sistem kanal air simetris. Tata ruangnya mencerminkan konsep surga dalam tradisi arsitektur Islam. Semua elemen tersebut menjadikan Red Fort lebih dari sekadar benteng pertahanan.

4. Mengalami perubahan besar pada masa kolonial Inggris

Red Fort di Delhi
red fort di Delhi (commons.wikimedia.org/Anupamg)

Setelah pemberontakan India tahun 1857, Inggris mengambil alih Red Fort dan menggunakannya sebagai markas militer. Banyak bangunan dan paviliun asli dihancurkan atau dimodifikasi untuk kepentingan kolonial. Perubahan ini mengurangi sebagian kemegahan awal kompleks tersebut.

Dilansir Times of India, Red Fort juga menjadi lokasi pengadilan terhadap Bahadur Shah Zafar, kaisar Mughal terakhir. Peristiwa ini menandai berakhirnya secara resmi Kekaisaran Mughal dan awal dominasi langsung Inggris di India. Sejak saat itu, benteng ini memiliki makna historis yang semakin kompleks.

5. Simbol nasional India modern

Red Fort di Delhi
red fort di Delhi (commons.wikimedia.org/Joydeep Mitra)

Saat India meraih kemerdekaan pada 1947, Red Fort menjadi lokasi simbolis pengibaran bendera nasional pertama oleh Perdana Menteri Jawaharlal Nehru. Dilansir MyEnglishPages.com, sejak itu, setiap tanggal 15 Agustus, Perdana Menteri India menyampaikan pidato Hari Kemerdekaan dari benteng ini. Tradisi tersebut memperkuat statusnya sebagai simbol persatuan nasional.

Pada tahun 2007, Red Fort ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Pengakuan ini menegaskan nilai universalnya sebagai warisan budaya yang penting bagi dunia. Kini, Red Fort bukan hanya peninggalan Mughal, tetapi juga bagian dari identitas India modern.

Red Fort adalah saksi bisu perjalanan panjang India, dari kejayaan kekaisaran Mughal hingga era kolonial dan kemerdekaan. Keindahan arsitekturnya berpadu dengan lapisan sejarah yang penuh dinamika politik dan budaya. Berdiri kokoh di Delhi, benteng merah ini terus mengingatkan dunia akan warisan megah yang pernah membentuk subkontinen India.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More