Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Gangguan IED, Pria Perusak Motor Viral Salah Satu Penderitanya

7 Fakta Gangguan IED, Pria Perusak Motor Viral Salah Satu Penderitanya
newscurry.co
Share Article

Intermittent Explosive Disorder (IED) adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol dorongan berbuat agresif. Sehingga, orang yang mengalami gangguan tersebut seringkali melampiaskannya dengan perbuatan agresif, seperti merusak barang atau menyerang orang lain. Nah, berikut ini merupakan fakta-fakta menarik mengenai gangguan tersebut. 

  1. 1. IED dipicu oleh stres yang terpendam

    lifepersona.com
    lifepersona.com

    Agresivitas impulsif yang terjadi saat seseorang didiagnosis menderita Intermitten Explosive Disorder ternyata dipicu oleh stres psikososial yang menumpuk dalam rentang waktu lama. Wah, harus hati-hati sama perasaan kita sendiri nih!

  2. 2. Penderita IED tidak akan mempedulikan harga barang yang dirusaknya

    thrivetalk.com
    thrivetalk.com

    Seseorang yang menderita IED pada dasarnya tidak dapat mengendalikan diri mereka sendiri. Sehingga, saat mulai bertindak agresif dengan cara merusak barang, mereka tidak akan peduli dengan harga barang yang dirusaknya. Mahal ataupun murah, saat agresivitas impulsifnya sudah disalurkan, maka ia akan merasa lega.

  3. 3. IED dapat terjadi akibat pengaruh lingkungan

    theatlantic.com
    theatlantic.com

    Faktor lingkungan sepertinya tidak hanya berperan penting pada perkembangan pola pikir dan perilaku anak saja. Sebab, penderita IED bisa muncul akibat masa kecilnya hidup di lingkungan keluarga yang berperilaku eksplosif dan terbiasa dengan kekerasan verbal maupun fisik. Hal ini lah yang pada akhirnya membuat seorang anak memiliki perilaku buruk di masa dewasanya.

  4. 4. Sebagian besar penderita IED di Indonesia adalah orang yang terlibat dalam pelanggaran lalu lintas

    Berbagai sumber
    Berbagai sumber

    Dilansir psychologytoday, sebagian besar orang yang mengidap gangguan IED di Indonesia adalah para pria muda yang sering terlibat dalam pelanggaran lalu lintas. Salah satu contohnya adalah pria di Bintaro yang terkenal dengan aksi merusak motor scoopy milik kekasihnya.

  5. 5. IED dapat terjadi akibat faktor genetik

    pabcounseling.com
    pabcounseling.com

    Tidak hanya tumbuh di lingkungan yang kasar saja, IED juga dapat disebabkan oleh faktor genetik yang diwariskan oleh orang tua kepada anaknya. Sebagian besar para pengidap IED genetik ini adalah para pria berusia di bawah 35 tahun.

  6. 6. IED meningkatkan risiko penyakit berbahaya

    evidentlycochrane.net
    evidentlycochrane.net

    Penderita IED juga beresiko lebih tinggi terhadap beberapa penyakit, seperti: penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke. Hal ini terjadi akibat agresivitas yang berlebihan dan membuat kerja organ tubuh serta otak meningkat secara tiba-tiba.

  7. 7. IED dapat dicegah dengan meningkatkan kualitas hidup

    lifechanginginnovation.org
    lifechanginginnovation.org

    Adapun cara pencegahan diri agar tidak terkena penyakit IED sejak dini adalah dengan melakukan peningkatan kualitas hidup, seperti mengembangkan pola berpikir yang rasional dan terukur dalam menyikapi sebuah masalah, mendengarkan pendapat orang lain dan berpikir secara matang, serta merespon suatu masalah dengan tidak gegabah.

    Selain itu, hindari juga situasi yang dapat meningkatkan stres. Yang paling penting ialah hindari penggunaan zat-zat adiktif yang dapat meracuni suasana hati penggunanya, seperti alkohol dan narkoba.

    Itu dia beberapa fakta menarik mengenai gangguan IED atau Intermittent Explosive Disorder yang bisa saja menyerang siapapun. Oleh karena itu, sebaiknya jangan memendam rasa benci dan stres terlalu lama, jika tidak ingin berakhir dengan gangguan IED.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More