7 Fakta Istana Buckingham, Bangunan Modern Pusat Kerajaan Inggris

- Istana Buckingham dulunya adalah tanah rawa yang dibeli kembali oleh Raja Henry VIII pada tahun 1536 setelah berabad-abad di luar kendali kerajaan.
- Awalnya hanya sebuah rumah pribadi, Istana Buckingham menjadi istana kerajaan yang sesungguhnya pada tahun 1837 setelah direnovasi dan diperluas.
- Istana ini memiliki luas lahan sekitar 16 hektar, 775 ruangan, fasilitas lengkap seperti kantor pos, klinik dokter, kolam renang, dan taman seluas 39 hektar.
Istana Buckingham adalah simbol abadi monarki Inggris, yang terletak di jantung Westminster, London, Inggris. Tidak hanya sebagai kediaman Raja, istana megah ini juga menjadi magnet utama di ibu kota serta sebagai pusat administratif dan simbol abadi monarki Britania Raya. Setiap tahun, jutaan turis berkumpul di depan gerbang Istana Buckingham, bukan hanya untuk mengagumi arsitekturnya, tetapi juga untuk menyaksikan tradisi populer.
Artikel ini akan membawa kamu menelusuri fakta-fakta unik di balik gerbang Istana Buckingham, pusat bersejarah dan administratif Kerajaan Inggris!
1. Dulunya adalah tanah rawa

Pada Abad Pertengahan, area yang kini menjadi Istana Buckingham dulunya adalah tanah rawa, yang dikenal sebagai "Manor of Ebury" dan dilintasi oleh Sungai Tyburn. Lahan ini telah berpindah tangan berkali-kali, termasuk dimiliki oleh Edward the Confessor dan William the Conqueror, yang kemudian menyerahkannya kepada biarawan di Westminster Abbey.
Setelah berabad-abad berada di luar kendali kerajaan, area tersebut akhirnya dibeli kembali oleh Raja Henry VIII pada tahun 1536. Proses pembelian ini mengembalikan lahan tersebut ke tangan kerajaan Inggris untuk pertama kalinya dalam lebih dari 500 tahun. Meskipun sebagian lahan sempat dijual oleh Raja James I untuk mendapatkan uang, tetapi ia tetap mempertahankan area seluas empat hektar untuk proyek kebun mulberry guna memproduksi sutra.
2. Awalnya hanya sebuah rumah pribadi

Awalnya, Istana Buckingham bukanlah istana megah seperti yang kita lihat hari ini, melainkan hanya sebuah rumah pribadi yang dibangun pada tahun 1703 oleh seorang bangsawan bernama John Sheffield, Duke of Buckingham and Normanby. Karena itulah rumah tersebut dinamai Buckingham House. Keadaan ini berubah pada tahun 1761 ketika rumah itu dibeli oleh Raja George III untuk istrinya, Ratu Charlotte, dan kemudian dikenal sebagai The Queen's House.
Barulah pada tahun 1820, Raja George IV memulai proyek ambisius untuk merombak dan memperluasnya menjadi istana kerajaan yang sesungguhnya. Proses renovasi dan perluasan besar-besaran yang dilakukan oleh arsitek John Nash dan Edward Blore ini selesai pada masa pemerintahan Ratu Victoria, yang kemudian secara resmi menetapkan bangunan tersebut sebagai kediaman resmi dari keluarga kerajaan Britania Raya pada tahun 1837. Status ini juga menandai lahirnya Istana Buckingham modern sebagai pusat Kerajaan Inggris.
3. Kompleks yang sangat besar dan luas dengan fasilitas lengkap

Istana Buckingham adalah kompleks yang sangat besar. Luas lahannya sekitar 16 hektar dan luas bangunannya mencapai lebih dari 77.000 meter persegi. Istana ini juga memiliki jumlah ruangan yang luar biasa banyak, yaitu total 775 ruangan, termasuk 19 Ruang Kenegaraan yang megah, 52 kamar tidur untuk kerajaan dan tamu, dan bahkan 188 kamar tidur khusus staf, ditambah dengan 78 kamar mandi dan 92 kantor istana.
Selain ruangan-ruangan penting seperti Grand Ballroom untuk jamuan besar dan Ruang Takhta, Istana Buckingham juga dilengkapi dengan fasilitas internal yang lengkap layaknya kota kecil, seperti kantor pos sendiri, klinik dokter, bioskop, kolam renang, ATM, dan bahkan bengkel khusus untuk merawat perhiasan kerajaan. Selain bangunan utama, istana ini juga dikelilingi oleh Taman Buckingham yang sangat luas, seluas 39 hektar, yang dikenal sebagai taman pribadi terbesar di London, lengkap dengan danau, dan digunakan untuk acara-acara penting seperti Pesta Kebun tahunan.
4. Changing the Guard adalah tradisi paling populer di Istana Buckingham

Changing the Guard, alias Pergantian Penjaga adalah tradisi paling populer di Istana Buckingham dan merupakan upacara penyerahan tanggung jawab Pengawal Raja untuk melindungi Istana Buckingham dan Istana St. James kepada Pengawal Baru. Yang menarik, para penjaga ini adalah tentara aktif dari Angkatan Darat Inggris yang dikenal sebagai Foot Guards, yang telah melaksanakan tugas ini sejak tahun 1660.
Mereka tampil mencolok dengan seragam merah cerah dan topi tinggi dari bulu beruang hitam yang ikonik, sambil diiringi oleh band militer yang memainkan berbagai musik, mulai dari mars tradisional hingga hingga lagu-lagu modern untuk memeriahkan suasana. Proses serah terima tugas ini dilakukan di halaman depan istana, biasanya sekitar pukul 11:00 pagi. Meskipun merupakan ritual militer yang disiplin, Pergantian Penjaga telah bertransformasi menjadi atraksi wisata meriah yang melambangkan kesinambungan dan ketertiban monarki Inggris.
5. Bendera yang berkibar di istana menunjukkan keberadaan raja atau ratu

Selain Changing the Guard, Istana Buckingham juga memiliki tradisi bendera yang sangat sederhana dan menjadi cara bagi publik untuk mengetahui apakah Raja atau Ratu sedang berada di kediamannya atau tidak. Jika kamu melihat Royal Standard berkibar di tiang istana, itu adalah tanda pasti bahwa Raja sedang ada di dalam. Bendera ini adalah lambang pribadi penguasa yang menampilkan simbol dari Inggris, Skotlandia, dan Irlandia, dan hanya boleh dikibarkan di hadapan Raja.
Sebaliknya, jika Raja sedang tidak berada di sana, bendera yang dikibarkan adalah Union Jack, yaitu bendera nasional Inggris Raya. Uniknya, bendera Royal Standard tidak pernah diturunkan setengah tiang, bahkan saat penguasa meninggal, karena ini melambangkan bahwa monarki selalu berlanjut tanpa jeda. Sejak tahun 1997, Union Jack baru diizinkan dikibarkan ketika Raja tidak ada. Selain itu, ukuran bendera juga bisa bervariasi, di mana bendera yang jauh lebih besar akan dikibarkan pada acara-acara kenegaraan atau perayaan penting seperti pernikahan kerajaan.
6. Balkon Istana Buckingham memiliki peran seremonial yang sangat penting
Balkon di Istana Buckingham adalah salah satu fitur paling terkenal dan bersejarah dari istana tersebut. Meskipun terlihat sederhana, balkon ini memiliki peran seremonial yang sangat penting dalam kehidupan monarki dan hubungan mereka dengan publik.
Dilansir Town & Country Magazine, balkon di bagian tengah depan Istana Buckingham adalah tempat yang memiliki makna sangat penting bagi Keluarga Kerajaan dan publik. Tradisi tampil di balkon ini dimulai oleh Ratu Victoria pada tahun 1851 sebagai cara untuk menyapa rakyatnya saat perayaan besar, dan sejak itu menjadi panggung resmi untuk momen-momen bersejarah. Balkon ini digunakan untuk merayakan pernikahan kerajaan, di mana pasangan yang baru menikah memberikan ciuman pertama mereka di depan umum.
Selain itu, Keluarga Kerajaan selalu muncul di balkon saat Trooping the Colour (perayaan ulang tahun resmi penguasa Inggris) dan berbagai Yubileum atau Penobatan untuk menyaksikan parade dan menyapa rakyat, yang melambangkan persatuan. Bahkan pada masa sulit, seperti akhir Perang Dunia II, balkon ini digunakan untuk menunjukkan ketahanan monarki.
7. Dibuka untuk umum

Istana Buckingham dibuka untuk umum, tetapi hanya pada waktu-waktu tertentu, terutama selama musim panas sekitar bulan Juli hingga September, ketika Raja tidak sedang berada di kediamannya. Dua daya tarik utama Istana Buckingham bagi wisatawan adalah Ruang Kenegaraan (State Rooms) dan Galeri Ratu (The Queen's Gallery).
Ruang Kenegaraan adalah 19 ruangan megah yang hanya dibuka di musim panas dan menjadi pusat acara formal kerajaan, tempat Raja menerima tamu negara. Ruangan-ruangan ini, seperti The Ballroom dan Throne Room, menawarkan pemandangan kemewahan abad ke-19 serta memajang koleksi seni tak ternilai, termasuk lukisan dari master seperti Rembrandt. Sementara itu, Galeri Ratu adalah galeri seni modern di kompleks istana yang buka sepanjang tahun. Daya tarik utama galeri ini adalah ia secara rutin mengganti pamerannya, memungkinkan pengunjung untuk melihat berbagai benda luar biasa dari Koleksi Kerajaan, mulai dari lukisan langka hingga perhiasan bersejarah.
Istana Buckingham adalah sebuah ikon dunia yang mewakili pertemuan antara sejarah panjang, kekuasaan, dan kemegahan Kerajaan Inggris. Istana ini bukan sekadar bangunan mewah, melainkan jantung sejarah dan simbol nyata dari kelangsungan monarki. Sejak awal mulanya hanya sebagai rumah pribadi, kini ia telah bertransformasi menjadi panggung utama untuk acara-acara kenegaraan. Dengan berdiri tegak, Istana Buckingham tidak hanya menyimpan warisan masa lalu, tetapi juga menjamin bahwa tradisi Kerajaan Inggris akan terus hidup di masa depan.


















