Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Tower Bridge, Jembatan Bergaya Gotik Victoria di London
Tower Bridge (Jembatan Menara), salah satu landmark paling terkenal yang membentang di atas Sungai Thames di London, Inggris. (pixabay.com/fietzfotos)
  • Tower Bridge dibangun pada akhir abad ke-19 untuk mengatasi kemacetan di London, hasil rancangan Sir Horace Jones dan Sir John Wolfe Barry, serta diresmikan pada 30 Juni 1894.
  • Jembatan ini memadukan gaya Gotik Victoria dengan struktur baja kokoh, menggabungkan sistem gantung, angkat, dan kantilever, serta menggunakan teknologi hidrolik yang awalnya digerakkan mesin uap.
  • Tower Bridge memiliki jalur pejalan kaki atas yang kini menjadi atraksi wisata populer setelah direnovasi, dan pernah menjadi lokasi insiden unik seperti bus melompat serta jet tempur melintas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

London selalu sukses bikin jatuh cinta lewat ikon-ikon terkenalnya seperti Big Ben, London Eye, Istana Buckingham, dan tentu saja, Tower Bridge. Jembatan yang melintasi Sungai Thames ini bukan sekadar tempat menyeberang biasa, lho. Di balik bangunannya yang berdiri kokoh dan megah, ada perpaduan sejarah dan teknik arsitektur yang keren banget.

Penasaran apa yang bikin jembatan ini begitu istimewa di mata dunia? Yuk, intip fakta serunya!

1. Dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas

Pembangunan Tower Bridge pada tanggal 28 September 1892. (commons.wikimedia.org/Unknown author/english wikipedia, original upload 24 July 2005 by en:ChrisO)

Saat populasi London melonjak tajam, perjalanan dari area timur sering kali macet total dan memakan waktu berjam-jam karena minimnya penyeberangan sungai. Pemerintah kota pun sempat memikirkan cara membangun jembatan baru di hilir London Bridge tanpa mengganggu lalu lintas kapal laut yang sibuk. Akhirnya, sebuah komite khusus dibentuk pada tahun 1876 dan mereka menggelar kompetisi terbuka untuk mencari ide desain penyeberangan yang paling pas.

Kompetisi ini langsung diserbu peminat hingga terkumpul lebih dari 50 desain unik dari masyarakat. Setelah proses seleksi yang panjang, desain dari Arsitek Kota bernama Sir Horace Jones dan rekannya, Sir John Wolfe Barry, resmi terpilih pada Oktober 1884. Menariknya, meski Sir Horace sendiri adalah bagian dari tim penilai, keputusan ini terbukti tepat karena rancangan mereka berdua memang yang paling juara dan terbaik untuk proyek ini.

2. Resmi dibuka melalui upacara yang meriah

Tower Bridge (Jembatan Menara), salah satu landmark paling terkenal yang membentang di atas Sungai Thames di London, Inggris. (pixabay.com/pdimaria))

Tower Bridge resmi dibuka pada tanggal 30 Juni 1894 oleh Pangeran dan Putri Wales yang mewakili Ratu Victoria. Acara peresmian ini berlangsung sangat meriah dan dihadiri oleh para pejabat tinggi negara seperti Lord Chamberlain, Lord Carrington, dan H.H. Asquith. Untuk menyambut hari besar tersebut, jembatan yang awalnya dicat warna cokelat favorit Ratu Victoria ini dihias penuh dengan bendera dan kain warna-warni yang indah.

Tidak hanya untuk kaum bangsawan, Pemerintah Kota London juga menggelar pesta hiburan khusus senilai £300 untuk menghormati 1.200 pekerja beserta istri mereka. Acara makan malam bersama yang seru ini dipimpin langsung oleh Edward Cruttwell selaku kepala proyek pembangunan jembatan dari awal. Sebagai kenang-kenangan manis setelah acara selesai, para pekerja dihadiahi pipa dan tembakau, sementara para istri mereka pulang membawa sekotak permen.

3. Jembatan bergaya gotik victoria

Tower Bridge (Jembatan Menara), salah satu landmark paling terkenal yang membentang di atas Sungai Thames di London, Inggris. (commons.wikimedia.org/MrsEllacott)

Desain Tower Bridge merupakan hasil kerja keras seorang insinyur hebat bernama Horace Jones. Sejak awal, ia memang ingin membuat jembatan yang tidak cuma berfungsi dengan baik, tapi juga punya estetika yang memanjakan mata. Hasilnya, lahirlah jembatan bergaya Gotik Victoria dengan dua menara megah yang terhubung oleh jalur jalan kaki beratap kaca di bagian atasnya.

Di balik keindahannya, menara dan jalur atas jembatan ini ternyata ditopang oleh kerangka baja kokoh yang beratnya mencapai lebih dari 11.000 ton. Supaya bangunan ini serasi dengan kastil Menara London yang ada di sebelahnya, seluruh rangka baja raksasa tersebut dibungkus rapat menggunakan batu granit Cornish dan batu Portland. Lapisan batu alam ini terbukti sangat ampuh karena tidak hanya mempercantik tampilan jembatan, tapi juga melindungi struktur baja di dalamnya dari kerusakan.

4. Menggabungkan tiga jenis sistem jembatan sekaligus

Tower Bridge (Jembatan Menara), salah satu landmark paling terkenal yang membentang di atas Sungai Thames di London, Inggris. (commons.wikimedia.org/Bob Collowan)

Tower Bridge punya keunikan tersendiri karena menggabungkan tiga jenis sistem jembatan sekaligus dalam satu bangunan. Bagian pinggirnya memakai sistem jembatan gantung, bagian tengahnya berupa jembatan angkat, sedangkan jalur penyeberangan atasnya menggunakan sistem kantilever sebelum diubah pada tahun 1960. Jembatan ikonik yang melintasi Sungai Thames ini resmi selesai dibangun pada tahun 1894 dengan panjang total mencapai 240 meter.

Daya tarik utama dari bangunan ini adalah dua menara kembarnya setinggi 61 meter di atas air. Jembatan ini juga punya ruang bukaan selebar 76 meter di bagian tengahnya agar kapal-kapal besar bisa melintas dengan aman. Uniknya, ada satu rahasia kecil berupa cerobong asap tersembunyi yang sengaja dicat mirip tiang lampu biasa agar menyatu dengan desain jembatan.

5. Menggunakan sistem hidrolik untuk bergerak naik dan turun

Mesin uap ganda tandem yang terletak di ruang mesin era Victoria di Tower Bridge, London. (commons.wikimedia.org/Arpingstone)

Tower Bridge menggunakan sistem hidrolik atau tenaga cairan yang sangat canggih untuk menggerakkan bagian tengah jembatan agar bisa naik dan turun. Sistem penggerak ini awalnya mengandalkan mesin uap, sebelum akhirnya dimodernisasi menggunakan tenaga minyak dan listrik sejak tahun 1976. Semua mesin pompa raksasa dan ketel uap asli dari zaman dulu masih dirawat dengan baik dan bisa kamu lihat langsung di Ruang Mesin Tower Bridge.

Inovasi jembatan angkat ini menjadi bukti kemajuan konstruksi besi dan baja pada masanya yang dibuat khusus demi mendahulukan kapal laut besar lewat secara gratis. Berdasarkan aturan, kapal yang ingin melintas hanya perlu memberikan pemberitahuan 24 jam sebelumnya agar jembatan legendaris ini dibukakan untuk mereka. Namun, karena lalu lintas kapal di London sekarang sudah jauh berkurang, jembatan ini hanya terangkat sekitar 800 kali per tahun, berbeda jauh dari tahun 1894 yang bisa terbuka hingga 6.000 kali setahun.

6. Dilengkapi dengan dua jalur berjalan kaki

Salah satu jalur pejalan kaki umum tingkat tinggi di Tower Bridge. (commons.wikimedia.org/Arpingstone)

Tower Bridge dilengkapi dengan dua jalur berjalan kaki di bagian atas yang menghubungkan kedua menara kembarnya. Jalur tinggi ini awalnya sengaja dibuat supaya orang-orang tetap bisa menyeberang sungai dengan nyaman meskipun jembatan di bagian bawah sedang diangkat. Sayangnya, fasilitas ini sepi peminat dan lebih memilih menunggu di bawah sampai jembatan ditutup kembali.

Karena sangat sepi dan jarang dilewati, jalur atas ini malah beralih fungsi menjadi sarang copet dan tempat prostitusi sampai akhirnya resmi ditutup pada tahun 1910. Setelah telantar cukup lama, kawasan ini akhirnya dibuka kembali untuk umum pada tahun 1982 sebagai bagian dari pameran Tower Bridge Exhibition. Sekarang, tempat ini justru menjadi spot turis yang sangat populer karena sudah direnovasi total dan dilengkapi dengan lantai kaca transparan yang estetik.

7. Ada insiden bus melompat dan jet tempur

Ilustrasi skematis dari insiden tahun 1952 di mana sebuah bus tingkat London melompati bagian jembatan angkat Tower Bridge yang sedang dibuka. (commons.wikimedia.org/Original: Photograph by Mike Peel/Derivative work: Arrow303)

Pada Desember 1952, seorang sopir bus nomor 78 bernama Albert Gunter dikagetkan oleh jalanan di depannya yang mendadak terangkat naik saat melintasi Tower Bridge. Alih-alih mengerem, Albert langsung menginjak pedal gas dalam-dalam hingga bus merahnya sukses melompati celah jembatan setinggi 3 meter demi menyelamatkan seluruh penumpang. Hebatnya, bus berkecepatan rendah itu mendarat dengan utuh, dan Albert langsung dihadiahi bonus uang serta cuti atas aksi heroiknya yang super nekat ini.

Cerita unik lainnya datang dari seorang pilot angkatan udara (RAF) bernama Alan Pollock pada April 1968. Demi memprotes kebijakan Kementerian Pertahanan, ia nekat menerbangkan jet tempur Hawker Hunter miliknya dengan sangat rendah melewati landmark London. Aksi gilanya ini ditutup dengan manuver menerobos celah sempit di antara dua menara Tower Bridge sebelum akhirnya ia ditangkap dan diberhentikan dari militer.

Nah, itulah fakta seru seputar Tower Bridge yang membuatnya begitu dicintai di mata dunia. Sekarang, Tower Bridge bukan lagi sekadar jalur penyeberangan biasa, melainkan landmark ikonik yang wajib dikunjungi dan selalu sukses mempercantik pemandangan kota London.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article