7 Fakta Peacock Bass, Ikan Predator Bermata Palsu di Ekor

- Peacock bass adalah ikan predator asal Amazon yang kini tersebar hingga Indonesia, dikenal agresif, rakus, dan bersifat invasif sehingga mengancam populasi ikan lokal.
- Ikan ini punya ciri khas ocellus atau mata palsu di ekor yang berfungsi mengelabui predator serta warna tubuh mencolok yang menjadikannya populer sebagai ikan hias.
- Meskipun dagingnya digemari dan tampilannya menarik, peacock bass dilarang dilepasliarkan di perairan bebas karena dapat merusak keseimbangan ekosistem.
Perairan tawar di Amerika Selatan, seperti Amazon merupakan habitat bagi beragam spesies ikan predator. Peacock bass adalah salah satunya, ikan yang disebut predator cantik ini terkenal di kalangan penghobi atau kolektor ikan. Ikan dari genus Cichla, keluarga Cichlidae ini banyak diburu sebagai ikan hias yang bernilai.
Namun, peacock bass bersifat invasif dan predator ikan yang rakus. Sehingga, keberadaannya di perairan dapat mengancam, terutama bagi ikan endemik lokal. Bahkan, spesies ikan ini telah masuk di perairan Indonesia, karena dilepasliarkan secara tidak bertanggung jawab. Meskipun demikian, ikan ini menjadi favorit penggemar ikan akuarium. Salah satu keunikan yang dimiliki adalah mata palsu yang menyita perhatian. Seperti apa fakta menarik dari ikan predator air tawar ini? Simak ulasannya sebagai berikut.
1. Ikan yang berasal dari Amazon dan bersifat invasif

Spesies ikan predator ini dapat ditemukan di cekungan Amazon juga di sungai-sungai yang ada di Guyana, Amerika Selatan. Mereka juga ditemukan di beberapa wilayah Florida selatan. Di mana habitat tersebut berkaitan dengan kehidupannya yang mengandalkan mata untuk mendapat mangsa. Dilansir website Bad Angling, di perairan Florida selatan adalah lingkungan ramah, yang mana ikan lincah dan penuh energi ini berada. Mereka memiliki wilayah persebaran terbatas di perairan tropis dan mendekati tropis. Karena suhu air mempengaruhinya, mereka tergolong ikan yang butuh suhu air sangat hangat.
Peacock bass tidak dapat hidup pada lingkungan air yang keruh, karena dapat mengganggu penglihatan. Tidak punya garis lateral yang kuat untuk sensorik dan hanya mengandalkan mata. Sehingga, akan lebih mencari air jernih yang sesuai preferensi perburuan visual mereka. Spesies ikan predator ini banyak dijadikan buruan oleh para olahraga pemancing. Sifatnya yang agresif dan perlawanan saat ditangkap memberikan daya tarik tersendiri. Selain itu, mereka juga menjadi ikan yang dibudidayakan secara komersial. Untuk dijadikan ikan hias akuarium yang punya tampilan menarik. Asia merupakan salah satu wilayah budidaya utama.
2. Nama ikan diambil dari tampilan ekor

Terkenal dengan nama peacock bass, sebutan ini berdasarkan beberapa tampilannya yang khas. Terutama ocellus yang ada pada tangkai ekornya yang khas seperti mata merak. Kontras dan ukurannya bervariasi sesuai spesies dan usia. Ini juga disebut mata palsu yang ada di ekor. Pola pada ekor ini sebagai alat dalam mengelabui predator atau mangsa. Dilansir AZ Animals, selain itu mereka memiliki sisi warna cokelat, hijau atau kuning yang tergantung pada subspesies. Dari sisi-sisi tubuhnya dilengkapi bintik-bintik cerah yang menjadikannya dengan sebutan nama demikian. Namun, warna, letak dan ukuranya bintik tersebut bervariasi tergantung subspesies. Umumnya, warna bintik ini hitam berlatar belakang abu-abu, kuning, cokelat, hijau di atas warna kulit utama.
Sebagai ikan predator, mereka punya mulut yang besar, dengan rahang atas lebih besar dari rahang bawah. Kepala runcing, tetapi punya dahi yang menonjol. Mata berwarna merah gelap dengan pupil yang hitam. Sirip punggungnya panjang dengan duri menonjol. Sirip punggung ini menyatu dengan tranparasi gelap. Pada sirip ekor bagian bawah hingga setengah bagian bawah berwarna merah oranye. Ikan jantan punya ukuran lebih besar dari ikan betina.
3. Pertumbuhan ikan cepat

Spesies ikan ini juga disebut sebagai ikan predator yang rakus, hal ini berkaitan dengan laju pertumbuhannya yang cepat. Peacock bass punya kebiasaan makan yang membuatnya disebut demikian. Dilansir Minapoli, mereka adalah ikan yang makan ikan berukuran lebih kecil, katak hingga serangga. Selain itu, cara makannya yang langsung menyambar mangsa secara utuh. Mereka memiliki pertumbuhan panjang bisa mencapai 1 m dengan berat sekitar 13 kg.
Peacock bass umumnya melakukan pemijahan dalam setahun dua kali. Dan telur ikan banyak dihasilkan saat musim semi dan musim gugur. Mereka juga membuat sarang dan menjaganya sangat ketat untuk meletakkan telur-telurnya. Selama proses pemijahan, ikan jantan akan berpasangan dengan satu ikan betina. Saat proses ini, ikan jantan akan mengembangkan punuk atau benjolan besar pada dahi. Ikan jantan juga akan melakukan beberapa pertunjukan selama masa pemijahan untuk memikat ikan betina. Seperti mengembangkan sirip maupun pertunjukan warna yang dimiliki.
4. Ikan yang bersifat penyayang anak-anaknya

Meskipun disebut ikan predator yang agresif, mereka adalah ikan yang sangat menyayangi anaknya. Seperti disebutkan dalam The Mission Fly Fishing Magazine for Soutie Press, ikan ini akan berburu dan bertelur di sungai utama. Ketika akan bersarang, mereka pindah ke laguna dan menggali sarang di sana. Umumnya sarang di gundukan pasir pada perairan yang lebih dangkal. Telur-telur yang diletakkan dalam sarang dijaga oleh kedua induk didekatnya. Dan setelah telur tersebut menjadi anak-anak ikan, ketika mereka terancam akan berlindung di dalam mulut induk jantan.
5. Peacock Bass sebagai predator puncak

Peacock bass merupakan ikan yang sangat aktif di siang hari (diurnal). Seperti disebutkan sebelumnya, mereka pemburu visual yang mengandalkan penglihatan dalam mendapatkan mangsa. How To Catch Any Fish menyebutkan, ikan ini menyukai hari yang cerah dan panas. Mereka akan cenderung berhenti makan ketika suhu mulai dingin. Kebiasaannya mengejar dan menyambar mangsa di siang hari dengan tenaga kuat dan kecepatan tinggi. Ketika malam hari akan memilih beristirahat dan tidak aktif. Sehingga, mereka dianggap sebagai predator puncak yang aktif sekaligus agresif. Karena sifatnya ini, di beberapa tempat dimanfaatkan dengan sengaja dilepaskan, bertujuan mengendalikan spesies ikan invansif lain. Namun, hal ini juga perlu dilakukan dengan pengawasan.
6. Tergolong ikan invasif

Sebagai ikan predator yang ganas, mereka juga bersifat invasif. Sehingga, mengganggu keseimbangan ekologis di wilayah daerah introduksinya. Mereka dapat memangsa spesies ikan lokal, sehingga sangat mengganggu. Seperti disebutkan Smithsonian Insider, awal mula persebaran ikan peacock bass menjadi invasif pada tahun 1969 di Panama. Terdapat 100 ekor ikan ini dibawa dari Kolombia untuk dilepaskan di kolam yang ada di Panama sebagai kegiatan memancing. Namun, beberapa individu ikan berhasil melarikan diri, hingga di tahun 1970-an mampu mengkolonisasi Danau Gatun, waduk yang membentuk saluran utama Panama Canal. Hal ini sangat merugikan, karena peacock bass mendominasi tempat tersebut dan menurunkan populasi spesies ikan lokal. Hingga 45 tahun kemudian, populasi ikan asli masih belum pulih. Tidak terhindar dari sifat ikan peacock yang rakus.
Di perairan Indonesia sendiri, peacock bass terpantau menjadi ikan invasif yang juga mengganggu populasi ikan lokal. Hal ini terjadi di Waduk Jatiluhur dan Sungai Bedog, Yogyakarta. Populasi ikan-ikan kecil setempat mengalami penurunan drastis. Hingga keberadaannya dapat mendominasi ekosistem dengan sangat cepat sesuai dengan pertumbuhan ikan yang sangat cepat, melansir Universitas Airlangga.
7. Sebagian menjadi ikan komsumsi dan ikan hias

Meskipun terkenal sebagai ikan predator yang rakus, tidak jarang juga ikan ini dijadikan ikan konsumsi. Peacock bass punya sedikit duri dan rasa daging yang manis saat dimasak, lebih mirip kakap atau kerapu. Namun, masih dengan alasan sifatnya yang invasif maka, adanya larangan untuk dipelihara maupun diperjualbelikan di perairan bebas Indonesia.
Selain itu, warna dan tampilan yang menarik menjadikannya sebagai ikan hias yang banyak dicari oleh para penggemar. Namun, perlu perilaku khusus bagi ikan yang aktif dan lincah ini. Seperti akuarium dengan kapasitas besar, karena ukurannya yang bisa tumbuh raksasa. Maupun kualitas air dengan suhu yang optimal. Perlu perhatian lebih agar tidak melepaskan dengan tidak bertanggung jawab ikan peacock bass ke perairan umum. Penghobi atau pembudidaya ikan hias ini harus berhati-hati dalam memelihara atau perdagangan ikan peacock bass yang punya sifat invasif ini, melansir Jurnal Pengabdian Masyarakat Geoscience.
Peacock bass punya tampilan yang menarik dari berbagai spesies di antara lainnya. Namun, perlu diketahui akan perilakunya, ketika memelihara maupun memperjualbelikan. Selain sebagai predator rakus yang bisa memakan beragam ikan kecil, tentu sifat invasif dapat merusak ekosistem pada perairan tertentu. Karena akan mendominasi dengan memangsa ikan lokal. Meskipun demikian, keberadaannya tetap dicari oleh para penggemar ikan. Sehingga, aktivitas di sekitar habitat perlu dilakukan dengan hati-hati supaya lingkungan alami tetap terjaga. Semoga bermanfaat!


















![[QUIZ] Dari Jenis Bintang Favoritmu, Ini Cara Kamu Menghadapi Tantangan](https://image.idntimes.com/post/20250519/reign-abarintos-ckxtsjwu-i-unsplash-4c4e0935346233c8fec14261a45ff371-007b40cbd707b51771f718b1af252a2c.jpg)