5 Fakta Pohon Cannonball, Bunganya Harum tapi Buahnya Berbahaya

- Pohon cannonball atau Couroupita guianensis berasal dari kawasan tropis Amerika dan tumbuh subur di hutan hujan primer yang lembap dengan curah hujan tinggi.
- Bunganya harum, berwarna mencolok, tumbuh langsung dari batang, namun tidak menghasilkan nektar dan bergantung pada lebah tukang kayu serta kelelawar untuk penyerbukan.
- Buahnya besar, keras seperti bola meriam, butuh waktu lama untuk matang, dan bisa berbahaya saat jatuh karena ukurannya serta bau pulp yang menyengat.
Pohon cannonball punya tampilan yang sulit diabaikan karena buahnya tumbuh besar dan bulat seperti bola meriam. Nama ilmiahnya adalah Couroupita guianensis, anggota keluarga Lecythidaceae yang banyak dikenal sebagai cannonball tree. Dilansir dari Britannica, pohon ini terkenal karena buah kayunya yang besar, bulat, dan menyerupai bola meriam berkarat.
Keunikan pohon ini tidak berhenti pada buahnya saja. Bunganya justru memiliki aroma harum dan tampilan mencolok, sementara buahnya dapat menimbulkan risiko ketika jatuh dari pohon. Dari asal habitat hingga cara bunganya tumbuh, berikut lima fakta menarik tentang pohon cannonball.
1. Berasal dari kawasan tropis Amerika

Berdasarkan data Kew Science, Couroupita guianensis tercatat sebagai spesies yang diterima secara botani. Sebaran alaminya berada di kawasan tropis Amerika, mulai dari Panama hingga Amerika tropis bagian selatan. Tanaman ini terutama hidup di bioma tropis basah, lingkungan yang identik dengan curah hujan tinggi, udara lembap, dan vegetasi hutan yang rapat.
Dilansir dari NParks, pohon cannonball juga ditemukan secara alami dari Panama, Guyana Prancis, hingga wilayah tropis Amerika Selatan. Habitat aslinya berupa hutan hujan primer, yaitu kawasan hutan yang masih memiliki struktur alami dan lembap. Kondisi tersebut membuat pohon ini lebih sesuai tumbuh di daerah yang basah.
2. Bunganya tumbuh langsung dari batang

Salah satu ciri paling mencolok dari pohon cannonball adalah posisi bunganya. Melansir Britannica, bunga pohon ini tersusun dalam rangkaian panjang dan tumbuh langsung dari batang. Cara tumbuh seperti ini membuat bunga tampak menempel pada bagian kayu, bukan hanya muncul di ujung ranting.
Menurut NParks, pohon ini termasuk cauliflorous, yaitu menghasilkan bunga pada struktur kayu yang muncul langsung dari batang atau cabang besar. Bunganya memiliki enam kelopak tebal seperti lilin dengan warna merah, oranye, kuning, dan merah muda. Dalam kondisi tertentu, bunga dapat muncul sepanjang tahun, tetapi setiap bunga hanya bertahan sekitar satu hari.
3. Aromanya harum, tetapi bunganya tidak menghasilkan nektar

Bunga pohon cannonball sering menarik perhatian karena aromanya kuat. Dilansir dari National Tropical Botanical Garden, bunganya digambarkan sangat harum dan tumbuh langsung pada kulit batang. Bunga tersebut memiliki ukuran sekitar 3 sampai 5 inci dengan warna merah muda dan merah tua yang mencolok.
NParks menjelaskan bahwa bunga pohon cannonball memiliki struktur kompleks dan tidak menghasilkan nektar. Penyerbuk utamanya melibatkan bangbara atau lebah tukang kayu dari genus Xylocopa, sementara kelelawar juga dapat memakan bagian antera, benang sari, dan serbuk sari steril. Mekanisme ini menunjukkan bahwa daya tarik bunga tidak hanya berasal dari warna dan aroma, tetapi juga dari serbuk sari yang tersedia.
4. Buahnya besar, keras, dan butuh waktu lama untuk matang

Buah pohon cannonball menjadi alasan utama pohon ini mendapat nama unik. Menurut Britannica, buahnya bisa tumbuh mencapai diameter sekitar 20 sentimeter dan memiliki bagian dalam yang berisi banyak biji. Bentuk bulat dengan permukaan keras membuat buahnya terlihat seperti bola meriam.
NParks mencatat bahwa buahnya berukuran sekitar 20 sampai 24 sentimeter, berbentuk bulat, dan memiliki cangkang kayu yang keras. Buah tersebut tumbuh berkelompok dan membutuhkan sekitar 18 bulan untuk matang. Ketika matang, warnanya cokelat berkarat dan makin mirip bola meriam yang menggantung di batang.
5. Buahnya dapat berbahaya saat jatuh

Di balik tampilannya yang unik, buah pohon cannonball perlu diwaspadai. Dilansir dari NParks, ukuran buah pohon cannonball yang besar membuatnya perlu diwaspadai karena dapat jatuh sewaktu-waktu. Karena itu, pohon ini tidak disarankan ditanam terlalu dekat dengan jalan atau jalur pejalan kaki yang membutuhkan ruang aman.
NParks juga menjelaskan bahwa buah matang akan jatuh dan pecah di tanah. Saat pecah, buah membuka bagian dalam berisi 200 sampai 300 biji berbulu yang tertanam dalam pulp seperti jeli. Pulp tersebut dapat mengeluarkan bau fermentasi tidak sedap ketika terkena udara, sementara serbuk sari bunga dan pulp buahnya dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
Pohon cannonball memperlihatkan kontras yang menarik dalam satu spesies tumbuhan. Bunganya harum, mencolok, dan tumbuh langsung dari batang, tetapi buahnya besar, keras, berbau tidak sedap, dan berisiko saat jatuh. Keunikan inilah yang membuat Couroupita guianensis menjadi salah satu pohon tropis dengan penampilan paling mudah dikenali.













![[QUIZ] Dari Jenis Bintang Favoritmu, Ini Cara Kamu Menghadapi Tantangan](https://image.idntimes.com/post/20250519/reign-abarintos-ckxtsjwu-i-unsplash-4c4e0935346233c8fec14261a45ff371-007b40cbd707b51771f718b1af252a2c.jpg)




