Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Nan Madol, Kota Terapung Mikronesia Berusia 800 Tahun Lalu

5 Fakta Nan Madol, Kota Terapung Mikronesia Berusia 800 Tahun Lalu
Nan Madol (commons.wikimedia.org/CT Snow)
Intinya Sih
  • Nan Madol di Pohnpei terdiri dari lebih 100 pulau buatan dengan dinding basalt dan karang, dibangun sekitar tahun 1200–1500 Masehi sebagai bukti kemampuan teknik masyarakat Dinasti Saudeleur.
  • Situs ini menjadi pusat politik, spiritual, dan upacara Dinasti Saudeleur yang menyatukan sekitar 25 ribu penduduk Pohnpei serta memperlihatkan sistem sosial dan keagamaan kompleks di masa lalu.
  • Jaringan kanal pasang surut menghubungkan pulau-pulau buatan sehingga Nan Madol tampak seperti kota batu terapung, menegaskan keunikan arsitektur maritim kuno di kawasan Pasifik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Nan Madol adalah situs arkeologi kuno di Pohnpei, Negara Federasi Mikronesia. Tempat ini dikenal karena dibangun di atas laguna dan terhubung oleh jaringan kanal. Dari jauh, reruntuhannya tampak seperti kota batu yang berdiri di atas air.

Daya tarik Nan Madol bukan hanya terletak pada bentuknya yang unik, tetapi juga pada cara pembangunannya. Situs ini menyimpan sisa istana, kuil, makam, dan kawasan tempat tinggal yang berkaitan dengan Dinasti Saudeleur. Berbagai temuan arkeologi membuat Nan Madol menjadi salah satu warisan paling menarik di Pasifik.

1. Dibangun di atas lebih dari 100 pulau kecil buatan

Nan Madol
Nan Madol (commons.wikimedia.org/Pkkj)

Dilansir dari UNESCO World Heritage Centre, Nan Madol terdiri dari lebih dari 100 pulau kecil di lepas pantai tenggara Pohnpei. Pulau pulau kecil itu dibuat dengan dinding batu basalt dan bongkahan karang. Di atasnya terdapat sisa bangunan batu yang pernah berfungsi sebagai istana, kuil, makam, dan tempat tinggal.

UNESCO juga menjelaskan bahwa bangunan di Nan Madol berasal antara tahun 1200 hingga 1500 Masehi. Rentang waktu itu membuat situs ini berusia sekitar 800 tahun jika dihitung dari masa awal pembangunannya. Susunan pulau buatan tersebut menunjukkan kemampuan teknik masyarakat Pohnpei pada masa Dinasti Saudeleur.

2. Kota ini menjadi pusat upacara Dinasti Saudeleur

Nan Madol
Nan Madol (commons.wikimedia.org/Uhooep)

Menurut UNESCO World Heritage Centre, Nan Madol merupakan pusat upacara Dinasti Saudeleur. Dinasti ini menjadi bagian penting dari perkembangan budaya kepulauan Pasifik. Kompleks tersebut memperlihatkan adanya praktik sosial dan keagamaan yang kompleks pada masanya.

Dilansir dari National Park Service, Nan Madol pernah menjadi pusat politik dan spiritual utama bagi masyarakat Pohnpei. Selama masa kejayaannya, tempat ini menjadi pusat pemerintahan, kawasan kerajaan, benteng, pusat keagamaan, dan area kegiatan masyarakat. National Park Service juga menyebut bahwa Dinasti Saudeleur pernah menyatukan penduduk Pohnpei yang diperkirakan berjumlah 25 ribu orang.

3. Kanal membuat Nan Madol tampak seperti kota terapung

Nan Madol
Nan Madol (commons.wikimedia.org/CT Snow)

Melansir National Park Service, Nan Madol dibangun di atas laguna dan dikelilingi air pada tiga sisinya. Kompleks ini memiliki jaringan kanal pasang surut yang menghubungkan lebih dari 90 pulau kecil buatan. Susunan kanal dan pulau buatan itu membuat Nan Madol terlihat seperti kota batu yang berdiri di atas permukaan air.

National Park Service juga menjelaskan bahwa nama Nan Madol merujuk pada ruang di antara sesuatu. Makna tersebut berkaitan erat dengan kanal dan jalur air yang membelah kompleks ini. Kanal kanal itu bukan sekadar elemen lanskap, melainkan bagian penting yang menghubungkan bangunan batu di dalam kota.

4. Batu basaltnya disusun dengan teknik rumit

Nan Madol
Nan Madol (commons.wikimedia.org/Patrick Nunn)

Berdasarkan penjelasan The Metropolitan Museum of Art, kompleks Nan Madol terutama dibangun dari basalt kolumnar. Basalt kolumnar adalah batuan vulkanik yang secara alami pecah menjadi bentuk seperti batang besar. Bentuk tersebut menjadikannya bahan bangunan yang cocok untuk dinding dan struktur besar.

National Park Service menyebut batu basalt di Nan Madol disusun saling menyilang untuk membentuk dinding bangunan. Beberapa batu cukup ringan untuk dibawa satu orang, tetapi batu paling berat disebut mencapai 100 ribu pon. Struktur terbesar di kompleks itu adalah Nandauwas, sebuah kuil kerajaan yang dikelilingi dinding setinggi 25 kaki.

5. Penelitian modern membantu menelusuri usia pembangunannya

Nan Madol
Nan Madol (commons.wikimedia.org/NOAA Photo Library)

Berdasarkan artikel penelitian dalam Quaternary Research yang diterbitkan Cambridge University Press, Nan Madol adalah pusat administratif dan makam kuno di Pohnpei. Studi tersebut menyebut kompleks ini dibangun di atas laguna seluas 83 hektare. Bangunannya memakai pulau buatan serta arsitektur dari basalt kolumnar dan karang.

Penelitian itu menggunakan penelusuran asal batu basalt dan penanggalan uranium thorium pada karang dari makam kepala suku pertama. Hasilnya menunjukkan awal pembangunan monumental Nan Madol berada pada sekitar 1180 hingga 1200 Masehi. Temuan tersebut membantu menjelaskan mengapa Nan Madol sering dibahas sebagai salah satu situs batu besar paling penting di kawasan Pasifik.

Nan Madol memperlihatkan bagaimana masyarakat kepulauan Pasifik mampu membangun pusat politik, keagamaan, dan sosial yang rumit di tengah lingkungan laguna. Pulau buatan, kanal, batu basalt besar, dan jejak Dinasti Saudeleur membuat situs ini berbeda dari banyak kota kuno lain. Dari reruntuhan yang tersisa, Nan Madol menjadi bukti bahwa peradaban maritim di Mikronesia memiliki kemampuan teknik dan organisasi sosial yang sangat maju.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More