Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Vaquita, Mamalia Laut Paling Terancam Punah di Dunia!
Vaquita (Phocoena sinus) (inaturalist.org/Alfokrads)
  • Vaquita adalah pesut, bukan lumba-lumba sejati, dan merupakan Cetacea terkecil. Spesies ini baru dideskripsikan pada 1958 setelah penemuan tengkorak di Teluk California, Meksiko.
  • Mamalia laut endemik Teluk California utara ini hidup di perairan dangkal, tumbuh hingga 1,5 meter, serta bereproduksi lambat karena betina hanya melahirkan satu anak tiap dua tahun.
  • Berstatus Kritis menurut IUCN, vaquita diperkirakan tersisa 10 ekor di alam liar. Ancaman utamanya adalah jaring insang ilegal untuk totoaba, sementara penegakan larangan masih lemah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apa yang terlintas di benakmu tentang lumba-lumba? Hewan yang cerdas, ceria, dan akrobatik? Ya, kamu benar!

Lantas, bagaimana dengan vaquita? Sudahkah kamu mengenalnya?

Nama “vaquita” berasal dari bahasa Spanyol yang berarti "sapi kecil." Vaquita (Phocoena sinus) adalah spesies gondal langka dalam kelompok Cetacea, yang mencakup paus, lumba-lumba, dan porpoise. Vaquita adalah Cetacea terkecil dengan wilayah persebaran sangat terbatas, serta merupakan salah satu spesies yang paling terancam punah di dunia.

Apakah mereka sama dengan lumba-lumba? Mengapa wilayah persebarannya sangat terbatas? Apa yang membuat vaquita menjadi spesies paling terancam punah di dunia? Biar tahu jawabannya, mari kita selami lebih dalam fakta mengejutkan tentang vaquita!

1. Baru ditemukan pada tahun 1958

Ilustrasi artistik bentuk tubuh vaquita (commons.wikimedia.org/좀비 브렌다)

Vaquita secara resmi dideskripsikan sebagai spesies baru pada tahun 1958 oleh dua ahli biologi kelautan, yaitu Kenneth S. Norris dan William N. McFarland. Deskripsi ini didasarkan pada morfologi spesimen tengkorak sebelum mereka dapat mempelajari penampilan luar dari individu yang masih hidup, yang baru dilakukan beberapa dekade kemudian. Dilansir Porpoise Conservation Society, penemuan ini berawal dari ditemukannya tengkorak lumba-lumba yang memutih pada 18 Maret 1950 di pantai utara Punta San Felipe, Teluk California utara, Meksiko. Tengkorak ini kemudian ditetapkan sebagai spesimen tipe.

Dua tengkorak lainnya yang diperoleh James Warren dan Paul Kellogg pada Desember 1951 di Teluk San Felipe juga diteliti. Orang pertama yang menyadari bahwa tengkorak-tengkorak ini berbeda dari spesies Phocoena phocoena adalah Seth Benson dari Museum Zoologi Vertebrata. Meskipun saat itu belum berhasil mendapatkan spesimen utuh, penulis senior dan James S. Long berhasil melihat tiga individu vaquita secara langsung pada 28 April 1955, sekitar 8 mil timur laut Punta San Felipe.

Ciri-ciri fisik yang diamati dari vaquita hidup tersebut adalah panjang sedikit kurang dari 5 kaki, bagian punggungnya berwarna cokelat seragam, sirip punggung berbentuk segitiga kecil, dan memiliki moncong tumpul. Hewan-hewan tersebut bersifat waspada dan hanya terlihat sebentar. Hal pertama yang menarik perhatian adalah napas mereka yang tajam dan keras.

2. Berbeda dengan lumba-lumba

Vaquita (Phocoena sinus) (commons.wikimedia.org/Paula Olson, NOAA)

Vaquita juga dikenal sebagai lumba-lumba pelabuhan Teluk California. Meskipun mirip dengan lumba-lumba, tetapi sebenarnya vaquita adalah sejenis pesut (porpoise), yang lebih dekat kekerabatannya dengan paus tanduk dan paus putih dibandingkan dengan lumba-lumba sejati. Dalam Porpoise Conservation Society, disebutkan bahwa vaquita dan lumba-lumba sama-sama termasuk dalam subordo paus bergigi (Odontoceti), tetapi mereka berasal dari keluarga yang berbeda, di mana vaquita adalah lumba-lumba dalam famili Phocoenidae, sementara lumba-lumba sejati adalah anggota famili Delphinidae.

Meskipun terlihat mirip, vaquita dan lumba-lumba memiliki beberapa perbedaan fisik dan perilaku. Vaquita memiliki tubuh padat, sirip punggung segitiga, dengan moncong yang pendek dan bulat, serta lebih memanfaatkan kemampuan ekolokasi untuk mendeteksi mangsa. Sementara lumba-lumba umumnya memiliki tubuh ramping, sirip punggung melengkung, dan moncong (rostrum) seperti paruh. Mereka juga akrobatik dan sering melompat keluar dari air.

3. Mamalia laut terkecil di dunia

Vaquita (Phocoena sinus) (inaturalist.org/Alfokrads)

Vaquita memiliki beberapa ciri fisik yang sangat khas. Menurut Britannica, vaquita memiliki punggung abu-abu gelap dan bagian bawah abu-abu muda. Terdapat bercak-bercak hitam di sekitar mata dan mulut, serta garis abu-abu dari mulut hingga setiap sirip dada.

Vaquita dewasa dapat tumbuh hingga 1,5 meter panjangnya dan berat 30–55 kg. Tubuh betina lebih panjang daripada jantan, tetapi jantan memiliki sirip yang lebih besar. Sirip punggungnya berbentuk segitiga, yang lebih tinggi dan lebar daripada lumba-lumba.

4. Hewan endemik Teluk California

Peta Semenanjung Baja California dan Teluk California, habitat vaquita (commons.wikimedia.org/Z3lvs)

Diungkapkan oleh NOAA Fisheries, vaquita memiliki jangkauan geografis terkecil di antara semua mamalia laut. Mereka hanya dapat ditemukan di satu tempat di dunia, yaitu di bagian utara Teluk California di Meksiko. Sebagian besar populasinya berada di sebelah timur kota San Felipe, Baja California, dalam wilayah seluas 3.400 kilometer persegi.

International Fund for Animal Welfare mengatakan bahwa vaquita cenderung menempati wilayah yang lebih dangkal, dengan kedalaman air kurang dari 50 meter, sehingga mudah mengakses sumber makanan seperti ikan, cumi-cumi, dan krustasea. Mereka biasanya berenang sendiri atau berpasangan di dekat permukaan air, serta cenderung menghindari perahu dan aktivitas manusia.

5. Siklus reproduksi lambat

Dua ekor vaquita (commons.wikimedia.org/Paula Olson, NOAA)

Dilansir Britannica, vaquita bersifat poligini, artinya satu jantan kawin dengan banyak betina. Musim kawin tahunan mereka terjadi pada bulan April dan Mei. Setelah pembuahan, betina mengandung satu anak selama 10–11 bulan dan melahirkan pada bulan Maret berikutnya.

Menurut NOAA Fisheries, vaquita dapat hidup hingga 21 tahun. Baik jantan maupun betina mencapai kematangan seksual antara usia 3-6 tahun. Sayangnya, betina hanya melahirkan satu anak setiap dua tahun sekali. Karena tingkat kelahiran yang rendah dan usia yang relatif pendek, vaquita betina diperkirakan hanya mampu melahirkan sekitar 5-7 anak sepanjang masa hidupnya.

6. Hewan paling terancam punah di dunia

Vaquita (Phocoena sinus), mamalia laut paling terancam punah di dunia (commons.wikimedia.org/Paula Olson, NOAA)

Vaquita dikenal sebagai mamalia laut yang paling terancam punah di dunia, dengan status konservasi Sangat Terancam Punah (Critically Endangered) dalam Daftar Merah IUCN. Bahkan, National Geographic melaporkan bahwa hanya tersisa 10 ekor vaquita di alam liar. Selain keterbatasan habitat dan kehadiran predator seperti hiu dan paus orca, Britannica memaparkan bahwa vaquita juga terancam punah karena tidak sengaja terperangkap jaring insang yang digunakan untuk menangkap ikan totoaba di Teluk California.

Meskipun Meksiko telah melarang penangkapan ikan totoaba pada tahun 1975 dan jaring insang pada tahun 2015, tetapi undang-undang ini tidak ditegakkan dengan baik. Permintaan dari Tiongkok akan kantung renang totoaba untuk pengobatan tradisional dan sebagai bahan sup, mendorong penangkapan ikan secara ilegal. Satu kilogram kantung renang totoaba dapat dijual seharga $8.500, yang merupakan persentase besar dari upah setahun untuk menangkap ikan legal di Meksiko.

7. Upaya konservasi

Patung untuk melestarikan Vaquita di Kebun Binatang San Juan de Aragón, Meksiko (commons.wikimedia.org/Rivera0997)

Upaya konservasi vaquita adalah salah satu yang paling mendesak dan terbilang sulit di dunia karena populasinya yang sangat kecil dan ancaman yang terus-menerus. Fakta ini diperkuat oleh Porpoise Conservation Society yang mengatakan bahwa upaya konservasi vaquita seringkali terhambat oleh kurangnya dana dan sumber daya. Dibutuhkan waktu, teknologi, dan tenaga kerja yang besar untuk melakukan survei secara menyeluruh, sehingga banyak spesies terancam punah yang bersaing untuk mendapatkan perhatian dan pendanaan, alhasil kondisi vaquita pun sering kali terabaikan.

Menurut Britannica, IUCN telah mendaftarkan vaquita sebagai spesies yang sangat terancam punah sejak tahun 2007 karena populasi mereka telah menurun sekitar 98% antara tahun 1997 dan 2018. Beberapa upaya konservasi pun telah dilakukan, antara lain:

  1. Tindakan hukum Meksiko melarang penangkapan ikan totoaba pada tahun 1975, dan penggunaan jaring insang pada tahun 2015. Namun, undang-undang ini tidak ditegakkan dengan baik.

  2. Program konservasi Program sosial dan pembatasan yang dimaksudkan untuk mencegah penangkapan ikan ilegal telah dilaksanakan, tetapi jaring insang masih digunakan secara ilegal.

Dengan sisa populasi yang diperkirakan hanya 10 individu, nasib vaquita kini sepenuhnya bergantung pada keberhasilan penegakan hukum dan eliminasi total jaring insang ilegal di Teluk California, sebelum Cetacea terkecil di dunia ini hilang selamanya. Meskipun berada di ambang kepunahan, tetapi para ilmuwan meyakini vaquita secara genetik masih memiliki peluang untuk pulih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article