Comscore Tracker

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarang

Ke mana perginya?!

Banyak benda bersejarah masa lampau yang dihargai tinggi. Baik karena makna, karena pemilik sebelumnya, atau karena faktor waktu, benda-benda ini tidak bisa sembarangan dimiliki. Karena berbagai hal, benda-benda bersejarah tersebut ditempatkan di museum, baik dibeli atau diserahkan secara sukarela.

Tetapi, banyak benda-benda tersebut yang hilang dan sampai sekarang belum ditemukan. Hal itu disebabkan oleh pencurian, bencana alam, hingga invasi saat masa perang dulu. Oleh karena itu, pantaslah jika benda-benda bersejarah itu disebut "harta karun" yang hilang. Inilah 20 harta karun yang hilang dan sampai sekarang belum ketemu!

1. Amber Room: Ruang yang dibangun di Istana Katarina, St. Petersburg, Rusia yang berisi mosaik, cermin, dan ukiran berlapis emas serta panel dari batu ambar. Namun, sejak invasi Nazi pada 1941, ruang ini dijarah dan tak ditemukan lagi! Amber Room yang sekarang hanyalah tiruan

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai SekarangAmber Room di Istana Katarina, 1917 (wikimedia.org)

2. Sarkofagus Menkaure: Ditemukan pada 1830an di Piramida Menakure (terkecil dari tiga Piramida Giza), Mesir, oleh Howard Vyse, sarkofagus berbahan basal ini tenggelam di Laut Mediterania pada 1838 bersama dengan kapal Beatrice saat dikirim ke Inggris!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekaranglukisan penemuan sarkofagus Menkaure (wikimedia.org)

3. Tabut Perjanjian: Peti dari kayu penaga berisikan dua loh batu 10 Perintah Allah, roti manna, dan tongkat Harun dibuat saat bangsa Israel keluar dari Mesir. Tabut tersebut disimpan di Bait Allah Pertama milik Raja Salomo. Namun, saat Babilonia menjajah Israel pada 57SM, Nebukadnezar II menghancurkan Bait Allah Pertama. Seperti jenazah Nabi Musa, Tabut Perjanjian tak diketahui letaknya!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarangreplika Tabut Perjanjian di George Washington Masonic National Memorial (wikimedia.org)

4. Honjō Masamune: Salah satu pedang terbaik Jepang yang ditempa oleh Gorō Nyūdō Masamune (五郎入道正宗) dan didapatkan di medan pertempuran oleh Honjō Shigenaga (本庄繁長) pada 1561. Terakhir dipegang oleh Klan Tokugawa, Honjō Masamune dirampas pada PD2 oleh AS pada 1946 dan sampai sekarang masih dicari Jepang!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarangilustrasi katana, pedang Jepang (pixabay.com/Miguel Á. Padriñán)

5. Perpustakaan Emas Moskow: Dibangun pada abad ke-16 oleh Ivan III dan dijaga oleh Ivan IV di bawah Kremlin, perpustakaan ini berisikan teks-teks Latin, Mesir, Yunani Kuno, dan Tiongkok bersejarah. Perpustakaan tersebut lenyap dan sampai sekarang pencarian masih berbuah nihil!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai SekarangKremlin (unsplash.com/Michael Parulava)

6. Permata Mahkota Irlandia: Diciptakan pada 1831 untuk posisi tertinggi Ordo St. Patrick, ornamen bertatahkan 394 batu mulia ini dicuri dari Istana Dublin pada 1907. Hingga saat ini, pencuri tak pernah ditemukan dan Permata Mahkota Irlandia juga ikut hilang bersamanya!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarangpengumuman hilangnya permata mahkota Irlandia (wikimedia.org)

7. Harta Karun Thibaud de Castillon: Pada 1357, kapal São Vicente berlayar dari Lisbon, Portugal ke Avignon, Paris membawa harta karun Thibaud de Castillon, mendiang uskup di Lisbon. Namun, saat mencapai perairan Cartagena, Spanyol, São Vicente diserang dua kapal bajak laut dan harta karun tersebut dirampas. Satu kapal tertangkap, namun kapal lain beserta harta karunnya lolos dan tak diketahui lagi nasibnya!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarangpirateshipvallarta.com

8. Berlian Austria/Florentine: Salah satu berlian terbesar dengan 133 karat ini dimiliki oleh Wangsa Habsburg (Austria-Hongaria) yang kalah di PD1 pada 1918. Setelah diungsikan ke Swiss, berlian tersebut dicuri dan dibawa ke AS pada 1920. Karena telah dipotong dan diperjualbelikan, berlian Florentine tampaknya tak akan ditemukan!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarangreplika berlian Florentine di Museum Reich der Kristalle, Jerman (wikimedia.org)

9. Lukisan Pertempuran Anghiari: Leonardo da Vinci melukisnya pada 1505, menggambarkan kemenangan Liga Italia atas Milan dalam Pertempuran Anghiari (1440). Disimpan di Palazzo Vecchio, Firenze, lukisan tersebut hilang saat Giorgio Vasari merenovasi Palazzo Vecchio! Pencarian sempat menemukan titik terang pada 2012, namun berhenti di tengah jalan

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarangcontoh lukisan "Pertempuran Anghiari", Leonardo da Vinci (wikimedia.org)

Baca Juga: 7 Lukisan Paling Terkenal Sepanjang Sejarah, Coba Tengok!

10. Menorah dari Bait Allah Kedua: Saat Perang Yahudi-Romawi Pertama (63M-73M), Jenderal Romawi Titus berhasil mengepung pemberontak Yahudi dan menghancurkan Bait Allah Kedua Yerusalem pada 70M. Harta-harta di Bait Kedua, termasuk sebuah menorah emas, diboyong ke Roma. Namun, hingga saat ini, menorah tersebut tak diketahui nasibnya!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai SekarangArch of Titus menggambarkan penjarahan Bait Allah Kedua Yerusalem oleh Jenderal Titus, 70M. (wikimedia.org)

11. Lukisan di Museum Isabella Stewart Gardner: Pada 1990, dua pencuri masuk ke Museum Isabella Steward Gardner, Massachusetts, dan mencuri 13 karya seni, termasuk tiga karya Rembrandt dan lima karya Edgar Degas, senilai US$1 miliar (sekitar Rp14 triliun)! Hingga saat ini lukisan tersebut tak ditemukan, mungkin karena tak bisa diperjualbelikan karena ancaman pidana dan tetap disembunyikan

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekaranglukisan "Angin Ribut di Laut Galilea", Rembrandt, 1633 (wikimedia.org)

12. Lukisan The Just Judges: Bagian dari lukisan buatan Hubert dan Jan van Eyck pada 1430-1432 untuk Altar Gent di Katedral Santo Bavo, Belgia. Namun, lukisan tersebut dicuri pada 1934 oleh Arsène Goedertier. Saat Goedertier wafat, ia tak memberitahu di mana ia menyembunyikan The Just Judges!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekaranglukisan The Just Judges, Jan dan Hubert van Eyck, 1432 (wikimedia.org)

13. Manusia Peking: Pada 1923, fosil manusia prasejarah Manusia Peking atau Homo erectus pekinensis dari 750.000 tahun lalu ditemukan pada sekitar 1929-1937 di Desa Zhoukoudian (周口店北京人遗址), Beijing. Namun, saat Jepang menginvasi Tiongkok pada 1941 dalam rangka Perang Tiongkok-Jepang Kedua (1937-1945), fosil tersebut hilang saat mau dievakuasi ke AS!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarangcitra komputer tengkorak Manusia Peking (wikimedia.org)

14. Emas Nazi di Danau Toplitz: Konon, pasukan Nazi di Austria membuang emas senilai US$5,6 miliar (Rp80 triliun) ke Danau Toplitz agar tidak dirampas pasukan Sekutu. Namun, emas-emas tersebut tak ditemukan. Malah, sudah ada 5 penyelam yang wafat karena mencari emas di danau sedalam 300 meter tersebut! Pertanyaannya, benarkah memang ada emas di situ?

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarangdbs.com

15. Portrait of a Young Man: Raphael melukis potret seorang pemuda anonim di atas kanvas minyak pada 1514. Terakhir kali, lukisan ini berada di Museum Czartoryski, Polandia, sebelum Nazi menduduki negara tersebut pada 1939. Lukisan ini diambil oleh Hans Frank sebagai bagian dari Führermuseum di Linz, Austria. Namun, Führermuseum tak pernah selesai dan lukisan senilai US$100 juta (Rp1,4 triliun) ini tak diketahui keberadaannya karena Frank dieksekusi pada 1946!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai SekarangPortrait of a Young Man, Raphael (wikimedia.org)

16. Peti Kerajaan/Szkatuła Królewska: Dibuat oleh putri Izabela Czartoryska pada 1800, peti ini memuat koleksi relik dari Kerajaan Polandia, seperti perhiasan, karya seni, dan benda kenang-kenangan lainnya. Namun, saat Nazi menginvasi Polandia, peti ini dijarah dan isinya dibagi-bagikan!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarangpeti kerajaan/Szkatuła Królewska (wikimedia.org)

17. Pahatan "Kepala Faun": Pahatan dari batu pualam yang menggambarkan kepala faun - makhluk mistis setengah manusia, setengah kambing - yang dibuat oleh Michelangelo pada 1489. Pahatan milik Museum Bargello ini kemudian dicuri oleh pasukan Jerman pada 1944 di Castello di Poppi, Toskana, Italia!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarangcetakan kepala Faun di Museum Bargello, 1944 (wikimedia.org)

18. Nativity with St. Francis and St. Lawrence: Lukisan kelahiran Yesus Kristus pada 1600 buatan Caravaggio. Diletakkan di Oratorio di San Lorenzo, Palermo, lukisan ini hilang pada 1969. Siapa pelakunya dan di mana lukisannya? Entahlah! Pada 2015, replika lukisan ini yang dipajang sebagai gantinya

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai SekarangNativity with St. Francis and St. Lawrence, Caravaggio, 1600 (wikimedia.org)

19. Leda and the Swan: Lukisan pesanan Alfonso I d'Este pada 1530 oleh Michelangelo yang diilhami dari mitologi Yunani, menggambarkan Leda, Ratu Sparta, bercumbu dengan Zeus yang menyamar jadi Angsa. Tak diketahui kenapa lukisan ini hilang. Konon, lukisan ini dianggap terlalu vulgar hingga versi aslinya dihancurkan!

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekaranglukisan "Leda and the Swan", Michelangelo (wikimedia.org)

20. Piala Jules Rimet: Setelah timnas sepak bola Brasil menang Piala Dunia FIFA pada 1970 untuk ketiga kalinya, piala Jules Rimet yang asli dianugerahkan. Namun, pada Desember 1983, piala tersebut dicuri dari kantor Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF). Piala tersebut tak kunjung ditemukan, jadi sebuah replika dari Jerman dihadiahkan untuk Brasil pada 1984

20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai SekarangPele menunjukkan replika piala Jules Rimet. (besoccer.com)

Itulah beberapa harta karun berharga yang sampai saat ini masih dicari keberadaannya oleh dunia. Kenapa benda-benda seperti lukisan sampai tengkorak bisa jadi "harta karun"? Bukan cuma nilainya, benda-benda tersebut memiliki arti bagi peradaban manusia, sehingga harus ditemukan bagaimana pun caranya.

Dari 20 harta yang disebutkan, mana yang bikin kamu penasaran? Meskipun sudah muncul titik terang, ternyata hasilnya nihil sehingga harus dicari lagi. Benar-benar seperti mencari harta karun bajak laut, ya!

Baca Juga: Daftar 7 Harta Karun yang Belum Ditemukan hingga Kini

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya