Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik Northern Kakabeak, Bunga Merah Ikonik Selandia Baru

Bunga Clianthus puniceus
bunga clianthus puniceus (commons.wikimedia.org/Bernard Spragg)
Intinya sih...
  • Tanaman endemik pulau utara Selandia Baru
  • Bunga merah dengan bentuk paruh burung
  • Termasuk keluarga kacang-kacangan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Northern Kakabeak (Clianthus puniceus) merupakan salah satu tanaman berbunga paling mencolok yang berasal dari Selandia Baru. Tanaman ini dikenal luas karena bunganya yang berwarna merah terang dan bentuknya menyerupai paruh burung kākā, burung endemik Selandia Baru. Keunikan bentuk dan warnanya menjadikan kakabeak simbol keindahan flora asli di kawasan Pasifik Selatan.

Selain keindahannya, Northern Kakabeak juga memilki nilai ekologis dan konservasi yang tinggi. Spesies ini kini tergolong sangat langka di alam liar akibat hilangnya habitat dan tekanan dari spesies invasif. Yuk, kita simak 5 fakta menarik bunga merah ikonik Selandia Baru ini!

1. Tanaman endemik pulau utara Selandia Baru

Bunga Clianthus puniceus
bunga clianthus puniceus (commons.wikimedia.org/Bernard Spragg)

Northern Kakabeak merupakan tanaman endemik Pulau Utara Selandia Baru, artinya tidak ditemukan secara alami di wilayah lain di dunia. New Zealand Plant Conversation Network menyebutkan bahwa habitat aslinya mencakup lereng berbatu, tepi sungai, dan kawasan terbuka yang mendapatkan cukup cahaya matahari. Lingkungan ini mendukung pertumbuhan kakabeak sebagai tanaman merambat atau semak berkayu rendah.

Karena distribusinya yang terbatas, perubahan kecil pada habitat dapat berdampak besar terhadap kelangsungan hidup spesies ini. Aktivitas manusia seperti pembukaan lahan dan introduksi spesies asing telah mengurangi area tumbuh alami kakabeak secara signifikan. Hal ini menjadikan tanaman ini sangat rentan terhadap kepunahan di alam liar.

2. Bunga merah dengan bentuk paruh burung

Bunga Clianthus puniceus
bunga clianthus puniceus (inaturalist.org/José Antonio Pascual Trillo)

Ciri paling menonjol dari Northern Kakabeak adalah bunganya yang berwarna merah terang dan berbentuk melengkung seperti paruh burung. Department of Conservation menjelaskan bahwa bentuk ini bukan sekadar estetika, melainkan hasil adaptasi evolusioner untuk penyerbukan oleh burung. Struktur bunga memungkinkan burung penyerbuk menjangkau nektar dengan mudah sambil membantu proses penyerbukan.

Bunga kakabeak biasanya muncul pada musim semi hingga awal musim panas dan tumbuh menggantung dalam rangkaian yang mencolok. Warna merah cerah berfungsi sebagai sinyal visual kuat bagi burung penyerbuk di habitat aslinya. Adaptasi ini menunjukkan hubungan erat antara flora dan fauna endemik Selandia Baru.

3. Termasuk keluarga kacang-kacangan

Bunga Clianthus puniceus
bunga clianthus puniceus (commons.wikimedia.org/Bernard Spragg)

Northern Kakabeak termasuk dalam famili Fabaceae, atau keluarga kacang-kacangan. Dilansir Plantpedia, seperti anggota famili lainnya, tanaman ini mampu bersimbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen di akarnya. Kemampuan ini membantu meningkatkan kesuburan tanah di sekitarnya.

Daunnya majemuk dengan bentuk oval kecil dan tersusun rapi, memberikan kontras menarik dengan bunganya yang besar dan mencolok. Struktur daun ini membantu tanaman beradaptasi dengan kondisi cahaya tinggi dan lingkungan berbatu. Secara ekologis, kakabeak berperan sebagai penambah nutrisi tanah dan bagian dari komunitas vegetasi lokal.

4. Pernah populer sebagai tanaman hias

Bunga Clianthus puniceus
bunga clianthus puniceus (inaturalist.org/Peter Sweetapple)

Keindahan bunganya membuat Northern Kakabeak pernah sangat populer sebagai tanaman hias, baik di Selandia Baru maupun di luar negeri. Dilansir Royal Horticultural Society, tanaman ini sering dibudidayakan di kebun botani dan taman karena daya tarik visualnya yang kuat. Popularitas ini membantu menjaga keberadaan spesiesnya melalui penanaman di luar habitat alami.

Namun, tanaman yang dibudidayakan tidak selalu mencerminkan kondisi populasi liar di alam. Meskipun mudah tumbuh di kebun, populasi alaminya terus menurun akibat tekanan lingkungan. Hal ini menegaskan bahwa konservasi di alam tetap menjadi prioritas utama.

5. Berstatus sangat terancam punah

Bunga Clianthus puniceus
bunga clianthus puniceus (inaturalist.org/s_scottish_manu)

Northern Kakabeak saat ini diklasifikasikan sebagai Threatened – Nationally Critical di Selandia Baru. New Zealand Plant Conservation Network menyebutkan bahwa di alam liar, hanya tersisa satu populasi alami yang diketahui, menjadikannya salah satu tanaman paling langka di negara tersebut. Ancaman utama meliputi habitat, gulma invasif, dan hewan pemakan tanaman muda.

Upaya konservasi kini difokuskan pada perlindungan habitat, penanaman kembali, dan pengelolaan spesies invasif. Program penangkaran dan restorasi telah membantu meningkatkan jumlah individu di lokasi terlindung. Keberhasilan konservasi kakabeak menjadi indikator penting bagi perlindungan flora endemik Selandia Baru secara keseluruhan.

Northern Kakabeak bukan hanya tanaman berbunga indah, tetapi juga simbol keunikan dan kerapuhan flora endemik Selandia Baru. Dari bentuk bunganya yang menyerupai paruh burung hingga statusnya yang kritis di alam liar, kakabeak mencerminkan hubungan erat antara keindahan alam dan tantangan konservasi. Memahami dan melindungi spesies ini berarti ikut menjaga warisan hayati yang tak tergantikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Diego Garcia, Pangkalan Militer Rahasia di Samudra Hindia

10 Feb 2026, 20:29 WIBScience