Gelombang panas yang sedang melanda Eropa tergolong sangat serius karena suhu yang tercatat jauh melampaui kondisi normal untuk periode ini. Di sejumlah wilayah, suhu maksimum tercatat sekitar 5—10 derajat Celsius lebih tinggi dari biasanya. Tidak hanya pada siang hari, suhu pada malam hari juga tetap tinggi hingga di atas 20 derajat Celsius atau dikenal sebagai tropical nights. Kondisi ini membuat tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendinginkan diri setelah terpapar panas sepanjang hari, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit tertentu.
Selain suhunya yang ekstrem, durasi heatwave juga menjadi alasan utama fenomena ini sangat berbahaya. Beberapa wilayah di Eropa Selatan, seperti Spanyol dan Prancis, diperkirakan mengalami suhu ekstrem selama 5 hingga 6 hari berturut-turut. Paparan panas yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas, seperti dehidrasi, kelelahan panas (heat exhaustion), hingga heatstroke. Jika terjadi secara luas, kondisi ini juga dapat membebani layanan kesehatan karena meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan perawatan akibat cuaca ekstrem.
Itulah penjelasan mengenai apakah gelombang panas di Eropa mungkin terjadi di Indonesia berdasarkan penjelasan para ahli dan BMKG. Meski Indonesia juga sering mengalami cuaca yang terasa sangat panas, fenomenanya tidak sama dengan heatwave di Eropa.
Apakah Indonesia bisa mengalami heatwave seperti di Eropa? | Tidak. Menurut BMKG, Indonesia tidak mengalami heatwave secara meteorologis karena berada di wilayah ekuator dengan karakteristik atmosfer yang berbeda. |
Apa bedanya cuaca panas di Indonesia dengan heatwave di Eropa? | Heatwave di Eropa terjadi akibat sistem tekanan tinggi yang menjebak udara panas selama beberapa hari. Sementara itu, cuaca panas di Indonesia lebih dipengaruhi kondisi harian dan perubahan cuaca tropis. |
Apakah cuaca panas di Indonesia tetap berbahaya bagi kesehatan? | Ya. Paparan suhu panas yang tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi, heat exhaustion, hingga heatstroke, terutama jika tidak cukup minum dan beraktivitas di bawah terik matahari. |
Referensi
"Krisis Gelombang Panas Global: Pelajaran dari Eropa dan Potensi Dampaknya di Iklim Tropis Indonesia". BMKG. Diakses Juni 2026.
"Dosen UNAIR Sebut Gelombang Panas di Eropa Berpotensi Terjadi di Indonesia". UNAIR. Diakses Juni 2026.
"Rapid Reaction: Why Are We Seeing Record-breaking Heatwaves in Europe and UK?". London School of Hygiene & Tropical Medicine. Diakses Juni 2026.
"Europe is Battling a Record‑breaking Heatwave. What’s Making It So Severe". Monash University. Diakses Juni 2026.
"What to Know About Europe’s Deadly Heatwave—and How to Stay Safe". Time. Diakses Juni 2026.