ilustrasi ikan sapu-sapu (pixabay.com/geraldrose)
Kehadiran ikan sapu-sapu di perairan dampaknya cukup serius bagi keseimbangan ekosistem. Menurut peneliti BRIN Gema Wahyu Dewantoro, ikan ini termasuk spesies invasif dengan kemampuan reproduksi tinggi dan sifat yang merusak lingkungan. Berikut beberapa bahaya ikan sapu-sapu bagi lingkungan.
Ikan sapu-sapu memakan alga dan detritus di dasar perairan yang sebenarnya menjadi sumber makanan penting bagi organisme lain seperti serangga air. Ketika sumber makanan ini berkurang, ikan-ikan lokal yang bergantung pada serangga tersebut ikut terdampak sehingga keseimbangan rantai makanan menjadi terganggu.
Meski bukan predator, ikan sapu-sapu tetap menjadi pesaing kuat bagi ikan asli karena memakan sumber makanan yang sama. Dengan ukuran tubuh yang lebih besar, daya tahan tinggi, dan reproduksi cepat, ikan ini dapat mendominasi habitat dan secara perlahan menggeser populasi ikan lokal.
Aktivitas ikan sapu-sapu saat mencari makan sering kali mengaduk dasar perairan dan mengangkat sedimen ke permukaan. Kondisi ini membuat air menjadi lebih keruh dan mengubah struktur dasar sungai atau danau sehingga habitat alami bagi organisme lain menjadi tidak stabil.
Saat bergerak dan mencari makan, ikan sapu-sapu bisa mencabut atau merusak tanaman air yang tumbuh di dasar perairan. Akibatnya, jumlah vegetasi berkurang dan ekosistem yang bergantung pada tanaman tersebut, seperti tempat berlindung dan berkembang biak, ikut terganggu.
Ikan sapu-sapu membuat lubang di pinggiran perairan sebagai tempat berkembang biak. Jika jumlahnya banyak, lubang-lubang ini dapat melemahkan struktur tanah di tepi sungai atau danau sehingga meningkatkan risiko erosi dan kerusakan pada area tersebut.
Pergerakan dan kebiasaan makan ikan sapu-sapu dapat mengaduk lumpur serta menyebarkan partikel halus ke dalam air. Hal ini membuat air menjadi keruh dan mengganggu kondisi lingkungan yang dibutuhkan oleh organisme lain untuk bertahan hidup.
Jadi, meski tidak beracun alami, ikan ini tetap perlu diwaspadai karena kemampuannya menyerap zat berbahaya dari lingkungannya. Hal ini membuat ikan sapu-sapu tidak bisa dianggap aman begitu saja. Semoga penjelasan apakah ikan sapu-sapu beracun ini bermanfaat, ya.
Apakah ikan sapu-sapu benar-benar beracun? | Tidak secara alami. Namun, ikan ini bisa mengandung zat berbahaya karena menyerap polutan dari lingkungan tempat hidupnya. |
Zat berbahaya apa yang bisa ditemukan pada ikan sapu-sapu? | Beberapa di antaranya adalah logam berat seperti merkuri, timbal, kadmium, dan arsenik, serta kemungkinan mikroplastik dan bakteri dari lingkungan. |
Kenapa ikan sapu-sapu bisa menyimpan zat berbahaya? | Karena sifatnya sebagai bioakumulator, yaitu mampu menyerap dan menyimpan zat pencemar dari air, lumpur, dan makanan di sekitarnya. |
Referensi
"5 Bahaya Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu: Berpotensi Keracunan hingga Kontaminasi Logam Berat". RSUD-Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya. Diakses April 2026.
Killgore, K. Jack, Alfred F. Cofrancesco Jr, Jan Jeffrey Hoover, Environmental Laboratory, and Aquatic Nuisance Species Research Program. “Suckermouth Catfishes: Threats to Aquatic Ecosystems of the United States?,” February 1, 2004.