Mengingat waktu terjadinya gempa megathrust tidak dapat diketahui secara pasti, kesiapsiagaan menjadi hal yang penting untuk mengurangi risiko korban. Beberapa langkah berikut dapat dilakukan masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan gempa dan pesisir:
Ketika guncangan mulai terasa, lindungi kepala dan tubuh dengan berlindung di bawah meja atau benda yang kokoh. Jauhi kaca, lemari, atau benda lain yang berisiko jatuh. Setelah guncangan berhenti, keluar dari bangunan dengan tetap berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.
Masyarakat yang merasakan gempa sangat kuat atau berlangsung lama sebaiknya segera menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi. Evakuasi tidak perlu menunggu pengumuman resmi karena tsunami lokal dapat mencapai daratan hanya dalam beberapa menit setelah gempa.
Tsunami dapat datang dalam beberapa gelombang dan gelombang berikutnya belum tentu lebih kecil. Karena itu, tetap berada di tempat aman sampai ada informasi resmi bahwa kondisi sudah benar-benar aman.
Mengetahui rute menuju tempat tinggi atau titik evakuasi dapat mempercepat proses penyelamatan ketika gempa terjadi. Informasi tersebut sebaiknya diketahui seluruh anggota keluarga, termasuk lokasi pertemuan apabila terpisah saat melakukan evakuasi.
Masyarakat di pesisir perlu memahami bahwa tubuh sendiri dapat menjadi sensor awal. Jika merasakan guncangan yang sangat kuat atau berlangsung lama, jangan menunggu kepastian mengenai potensi tsunami. Segera bergerak menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih aman.
Jadi, apakah megathrust bisa diprediksi secara pasti masih belum memungkinkan dengan teknologi dan metode ilmiah saat ini. Meski demikian, informasi mengenai zona rawan dan potensi gempa dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat, ya.