Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Cara Komodo Betina Bisa Bertelur Tanpa Pejantan?

Bagaimana Cara Komodo Betina Bisa Bertelur Tanpa Pejantan?
ilustrasi komodo (unsplash.com/Rasmus)
Intinya Sih
  • Komodo betina memiliki kemampuan unik bereproduksi tanpa pejantan melalui proses partenogenesis, di mana embrio berkembang tanpa pembuahan.
  • Penelitian di Kebun Binatang London dan Chester membuktikan lewat analisis DNA bahwa komodo betina dapat melahirkan tanpa materi genetik dari jantan.
  • Kemampuan partenogenesis memungkinkan komodo betina beralih antara reproduksi seksual dan aseksual, terutama saat populasi jantan terbatas di habitatnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di antara banyaknya jenis reptil, komodo adalah salah satu yang paling menarik untuk ditelusuri soal mekanisme berkembang biaknya. Bagaimana tidak membuat heboh, betina komodo digegerkan bisa bertelur tanpa adanya pejantan.

Ya, kamu tidak salah baca, semua makhluk hidup saling membutuhkan untuk bisa menghasilkan keturunan, namun hal itu tidak berlaku bagi komodo. Mereka bisa menghasilkan keturunan sendiri tanpa memerlukan keberadaan komodo jantan. 

Tapi, bagaimana mereka bisa melakukan hal ini? Mari kita telusuri lebih dalam dan temukan rahasia di balik kemampuan reproduksi komodo betina yang unik ini!

Siklus reproduksi komodo

Komodo (unsplash.com/David Clode)
Komodo (unsplash.com/David Clode)

Musim kawin komodo biasanya terjadi antara bulan Mei dan Agustus, bersamaan dengan cuaca optimal dan ketersediaan sumber daya. Komodo betina bersifat ovipar, di mana mereka akan bertelur dan bereproduksi hanya sekali dalam setahun. 

Selama periode tersebut, komodo jantan akan aktif menyusuri lingkungannya mencari betina dengan mengikuti jejak aroma yang ditinggalkan oleh feromon. Jejak tersebut dapat membawa mereka melintasi jarak yang cukup jauh, karena jangan sangat termotivasi untuk menemukan calon pasangan. 

Proses pacaran komodo biasanya dimulai dengan sangat hati-hati. Jangan akan memulainya dengan menggesekkan hidung atau menepuk betina dengan lembut sebagai sinyal niat mereka. 

Untuk memperebutkan hak kawin, jantan biasanya bersaing dan terlibat dalam pertempuran fisik yang sengit.  Jantan berdiri di atas kaki belakang sembari bergulat dengan kaki depan untuk mendorong lawan tersungkur ke tanah. 

Pertarungan ini bukan sekadar pertunjukan yang kehebatan fisik, tetapi juga ujian daya tahan dan tekad. Di tengah pertarungan sengit, cedera seringkali terjadi, seperti bekas gigitan dan cakaran. Pemenang berhak untuk kawin dan menetapkan dominasi hierarkis, mencegah komodo jantan lain dari konfrontasi di masa mendatang.

Komodo bisa berkembang biak tanpa pejantan

ilustrasi komodo (pexels.com/Fajar Setiawan)
ilustrasi komodo (pexels.com/Fajar Setiawan)

Salah satu hal yang unik dari komodo adalah kemampuannya untuk bereproduksi tanpa pasangan melalui proses partenogenesis. Proses ini memungkinkan betina untuk menghasilkan keturunan tanpa pembuahan, terutama dalam kondisi terisolasi di mana tidak ada jantan satupun di tempat tersebut. 

Keturunan yang dihasilkan melalui partenogenesis selalu jantan karena susunan genetiknya, memberikan cara bagi populasi untuk pilih dengan memperkenalkan jangan baru yang nantinya dapat bereproduksi secara seksual. 

Partenogenesis sendiri merupakan bentuk reproduksi aseksual di mana embrio berkembang tanpa pembuahan. Alih-alih bergantung pada sperma jangan, komodo betina justru dapat menghasilkan keturunan sendiri. 

Sebelumnya, peneliti telah mengamati komodo yang dipelihara di Kebun Binatang London dan Chester yang melahirkan tanpa kehadiran komodo jantan. Hasilnya, analisis DNA mengkonfirmasi bahwa tidak ada materi genetik ayah yang terlibat, hal ini menjadi bukti jelas bahwa komodo melakukan partenogenesis. 

Adanya temuan tersebut dapat dikatakan bahwa betina mampu beralih antara reproduksi seksual dan reproduksi aseksual, tergantung pada kondisi yang ada. Ketersediaan pasangan yang terbatas di habitat alami juga menjadi faktor yang memengaruhi komodo melakukan partenogenesis, karena seringnya komodo jantan dan betina tidak selalu berada di tempat yang sama. 

Demikian informasi seputar komodo betina. Komodo dianugerahi kemampuan partenogenesis, di mana mereka mampu berkembang biak tanpa bantuan jantan. Selain itu, kemampuan tersebut juga didukung karena keberadaan jantan yang tidak selalu ada dalam satu habitat dengan betina. Komodo betina juga dapat beralih antara reproduksi seksual dan reproduksi aseksual. Itulah mengapa mereka bisa menghasilkan keturunan tanpa adanya pejantan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More