Penelitian terhadap lalat rumah (Musca domestica) dan beberapa jenis lalat lainnya menunjukkan bahwa pendaratan di langit-langit berlangsung melalui serangkaian gerakan yang sangat teratur. (Science Advances, 2015)
Pertama, lalat akan terbang menuju langit-langit dengan cepat. Alih-alih mendekat perlahan seperti ketika hendak hinggap di permukaan biasa, lalat justru mempertahankan lintasan terbang yang relatif lurus.
Ketika langit-langit semakin dekat, penglihatan lalat mendeteksi perubahan ukuran objek di bidang pandangnya. Dalam waktu hanya sekitar 50 milidetik, lalat mulai melakukan gerakan rotasi.
Tubuhnya kemudian berputar dengan cepat sehingga bagian bawah tubuh dan kakinya menghadap ke langit-langit. Gerakannya bisa terlihat seperti salto atau gerakan jungkir balik kecil di udara.
Pada saat yang hampir bersamaan, keenam kakinya direntangkan. Kaki depan biasanya menjadi bagian pertama yang menyentuh permukaan.
Setelah kaki depan berhasil mencengkeram langit-langit, tubuh lalat mengayun mengikuti titik tumpu tersebut. Kaki tengah dan kaki belakang kemudian ikut menyentuh permukaan hingga seluruh tubuh berada dalam posisi terbalik.
Jadi, kalau diperhatikan dengan mata telanjang, lalat seolah hanya terbang lalu tiba-tiba menempel. Padahal, ada rangkaian gerakan rumit yang terjadi begitu cepat sehingga hampir mustahil kita sadari.