Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Pohon Mengirim Air dari Akar ke Daun?

5 min read
Bagaimana Pohon Mengirim Air dari Akar ke Daun?
ilustrasi pohon (unsplash.com/Lucas Van Oort)
  • Air dan mineral diserap rambut akar, lalu disalurkan melalui jaringan xilem dari akar, batang, cabang, hingga daun.

  • Transpirasi melalui stomata menciptakan tarikan utama yang mengangkat air; kohesi antarair dan adhesi pada dinding xilem menjaga kolom air tetap terhubung.

  • Sekitar 99 persen air terserap kembali menguap. Saat kekeringan, stomata menutup dan embolisme xilem dapat menghambat aliran hingga menyebabkan daun layu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana air dari dalam tanah bisa mencapai daun pohon yang tingginya puluhan hingga lebih dari 100 meter? Pohon tidak memiliki jantung untuk memompa darah seperti manusia. Namun, air tetap bisa bergerak dari akar menuju batang, cabang, hingga bagian paling atas pohon.

Rahasia di balik kemampuan tersebut terletak pada jaringan pembuluh mikroskopis, sifat alami molekul air, dan penguapan yang terjadi di daun. Ketiganya bekerja bersama untuk menciptakan aliran air ke atas tanpa bantuan pompa mekanis. Menariknya, mekanisme ini juga membantu pohon memperoleh mineral, menjaga suhu tubuhnya, dan mempertahankan kekuatan batang serta daunnya.

  1. 1. Xilem menjadi jalur utama pengangkutan air

    Perjalanan air menuju daun dimulai melalui jaringan khusus yang disebut xilem. Jaringan ini membentuk saluran pengangkut yang membentang dari akar, melewati batang dan cabang, hingga mencapai tulang daun. Dengan begitu, air dan mineral terlarut bisa didistribusikan ke berbagai bagian pohon.

    Xilem bukanlah satu pipa besar seperti selang air di rumah. Jaringan ini terdiri dari banyak saluran kecil yang saling terhubung dan bercabang. Pada pohon berbunga, pengangkutan air terutama berlangsung melalui sel khusus yang disebut elemen pembuluh. Sementara itu, tumbuhan berbiji terbuka, seperti pohon pinus, umumnya mengandalkan sel berbentuk memanjang yang disebut trakeid.

    Susunan tersebut memungkinkan air bergerak melalui jaringan yang luas tanpa harus melewati satu saluran saja. Bentuk dan ukuran pembuluh xilem juga memengaruhi kelancaran aliran air. Pada dasarnya, xilem berfungsi sebagai sistem distribusi yang memastikan bagian pohon yang jauh dari tanah tetap mendapatkan pasokan air.

  2. 2. Akar menyerap air dari dalam tanah

    Sebelum mencapai xilem, air harus masuk terlebih dahulu ke dalam akar. Bagian akar yang memiliki rambut-rambut halus berperan penting dalam proses ini. Rambut akar memperluas permukaan kontak dengan tanah sehingga penyerapan air dan mineral dapat berlangsung lebih efektif.

    Air bergerak dari tanah menuju jaringan akar karena adanya perbedaan potensial air. Secara sederhana, air cenderung berpindah dari daerah dengan potensial air lebih tinggi menuju daerah dengan potensial air lebih rendah. Setelah melewati jaringan akar, air kemudian masuk ke dalam pembuluh xilem untuk diangkut ke bagian atas pohon.

    Akar juga dapat menghasilkan tekanan yang dikenal sebagai tekanan akar. Tekanan ini membantu mendorong air ke atas dalam kondisi tertentu, terutama ketika penguapan dari daun rendah. Namun, tekanan akar saja tidak cukup untuk menjelaskan bagaimana air bisa mencapai pucuk pohon yang sangat tinggi. Ada mekanisme lain yang jauh lebih berperan dalam pengangkutan air jarak jauh.

  3. 3. Penguapan dari daun menarik air ke atas

    ilustrasi dedaunan (unsplash.com/lee seunghyub)
    ilustrasi dedaunan (unsplash.com/lee seunghyub)

    Salah satu kunci utama pengangkutan air pada pohon adalah transpirasi, yaitu proses hilangnya air dalam bentuk uap dari bagian tumbuhan, terutama melalui daun. Daun memiliki pori-pori kecil yang disebut stomata. Pori-pori ini membantu pertukaran gas yang diperlukan untuk fotosintesis, termasuk masuknya karbon dioksida dari udara.

    Ketika stomata terbuka, air yang berada pada permukaan lembap di dalam daun menguap dan keluar ke atmosfer. Hilangnya air tersebut menurunkan potensial air di jaringan daun dan menimbulkan tegangan pada air di dalam xilem. Tegangan ini kemudian menarik air dari pembuluh daun, batang, hingga akar.

    Bayangkan sebuah rantai panjang yang tersusun dari mata rantai yang saling terhubung. Ketika bagian paling atas ditarik, tarikan tersebut diteruskan ke bagian di bawahnya. Prinsip serupa terjadi pada air di dalam pohon, meskipun mekanismenya bergantung pada sifat fisik molekul air, bukan pada mata rantai yang sebenarnya.

    Energi matahari turut berperan dalam proses ini. Panas membantu penguapan air dari daun, sedangkan penguapan menciptakan tarikan yang mendukung pergerakan air dari akar menuju pucuk. Karena itulah, transpirasi menjadi salah satu penggerak utama aliran air pada pohon.

  4. 4. Molekul air saling menarik dan menjaga aliran tetap terhubung

    Air dapat bergerak ke atas berkat dua sifat utama, yaitu kohesi dan adhesi. Kohesi merupakan gaya tarik antarmolekul air yang menjaga kolom air tetap terhubung di dalam xilem. Sementara itu, adhesi adalah gaya tarik antara molekul air dan dinding pembuluh xilem.

    Kedua sifat tersebut mendukung mekanisme kohesi-tegangan (cohesion-tension mechanism). Ketika air menguap dari daun, tarikan yang dihasilkan diteruskan melalui kolom air hingga ke akar. Dengan cara inilah air dapat mencapai bagian pohon yang tinggi. 

  5. 5. Saluran yang sempit membantu pergerakan air

    Ukuran pembuluh xilem turut memengaruhi pengangkutan air. Pada saluran yang sangat sempit, gaya kapiler membantu pergerakan air, mirip dengan proses air meresap melalui tisu.

    Namun, kapilaritas saja tidak cukup untuk mengangkat air hingga pucuk pohon yang tinggi. Tarikan akibat transpirasi tetap menjadi penggerak utamanya. Sementara itu, variasi ukuran pembuluh xilem membantu pohon menyeimbangkan kelancaran aliran air dan risiko gangguan pengangkutan.

  6. 6. Sebagian besar air yang diserap akhirnya menguap

    Pohon besar tanpa banyak daun berdiri di tengah ladang rumput dengan cahaya matahari pagi menembus di antara cabangnya.
    ilustrasi pohon (pexels.com/Karen Waters)

    Menariknya, sebagian besar air yang diserap akar tidak disimpan di dalam pohon. Diperkirakan sekitar 99 persen air tersebut kembali ke atmosfer melalui transpirasi, meskipun jumlahnya dapat berbeda tergantung kondisi lingkungan dan jenis pohon. 

    Meski begitu, air tetap memiliki fungsi penting. Selain membantu mengangkut mineral, air diperlukan untuk fotosintesis dan menjaga kekokohan sel tumbuhan. Penguapan melalui daun juga membantu menurunkan suhu pohon ketika cuaca panas.

  7. 7. Kekeringan dapat mengganggu pengangkutan air

    Ketika tanah terlalu kering, akar kesulitan menggantikan air yang hilang melalui transpirasi. Pohon kemudian menutup stomata untuk mengurangi penguapan, tetapi langkah ini juga membatasi masuknya karbon dioksida untuk fotosintesis.

    Dalam kondisi parah, tegangan di dalam xilem dapat menyebabkan terbentuknya gelembung udara yang menghambat aliran air. Gangguan ini disebut embolisme dan dapat menyebabkan daun layu hingga kematian pohon jika berlangsung berkepanjangan. 

    Jadi, pengangkutan air dari akar ke daun terjadi berkat kerja sama xilem, sifat molekul air, dan tarikan akibat transpirasi. Mekanisme inilah yang memungkinkan pohon mengalirkan air hingga puluhan meter ke atas tanpa bantuan pompa.

    Referensi

    CREAF. Diakses pada Oktober 2026. How do Trees Handle Thirst?
    Discover. Diakses pada Oktober 2026. Works in Progress: Trees Lifting Water
    EBSCO. Diakses pada Oktober 2026. Liquid Transport Systems
    University of Florida. Diakses pada Oktober 2026. Moving Water from the Roots to the Top, How Is This Possible?

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More