Di pepohonan Australia hidup satu mamalia marsupial yang ahli memanjat, yaitu Pseudocheirus peregrinus atau possum ekor cincin. Ukurannya tak terlalu besar, gerakannya lincah, warnanya cokelat, dan ekor panjangnya menjadi alat penyeimbang saat hewan ini sedang berkelana di puncak pohon. Kemampuan memanjatnya juga disokong oleh segudang adaptasi unik.
5 Fakta Unik Possum Ekor Cincin, Marsupial yang Hidup di Pohon

- Possum ekor cincin (Pseudocheirus peregrinus) adalah marsupial endemik Australia yang tersebar di Tasmania, Australia timur, dan populasi kecil di barat daya.
- Sebagai penghuni pohon, hewan ini mengandalkan tubuh ramping, warna cokelat, serta ekor prehensile untuk kamuflase, mencengkeram ranting, menyeimbangkan diri, dan bersarang di lubang pohon.
- Herbivor ini terutama memakan tanaman Myrtaceae; populasinya pernah merosot pada 1950-an akibat perburuan, aktivitas manusia, kerusakan habitat, dan spesies invasif, sebelum meningkat lewat konservasi.
Selain itu, possum ekor cincin juga merupakan herbivor dengan pilihan makanan yang sangat spesifik. Saat ini, possum ekor cincin memang bukan termasuk hewan terancam punah. Namun, pada era 1960an ia sempat terancam dan hampir terjun ke jurang kepunahan. Apa kamu penasaran tentang seluk peluk possum ekor cincin? Kupas tuntas di bawah ini, yuk!
1. Possum ekor cincin adalah satwa endemik Australia

possum ekor cincin (commons.wikimedia.org/Andrew Mercer) Dilansir GBIF, possum ekor cincin hanya bisa ditemukan di Australia dan menjadikannya sebagai satwa endemik negara tersebut. Penyebarannya di Australia cukup luas, yaitu mencakup daerah Tasmania, Australia bagian Timur, dan ada satu populasi kecil di wilayah barat daya. Habitat possum ekor cincin ada di wilayah yang lebat seperti hutan hujan tropis, pepohonan eucalyptus, dan kebun. Selain itu, terkadang ia juga berkeliaran di sekitar area pemukiman. Saat ini, populasinya juga masih melimpah dan ia bukan termasuk hewan terancam punah.
2. Punya banyak adaptasi untuk hidup di atas pohon

possum ekor cincin (commons.wikimedia.org/Benjamint444) Laman JungleDragon menerangkan kalau possum ekor cincin merupakan hewan arboreal yang hidup di pepohonan. Untuk mendukung gaya hidupnya hewan ini sudah mengembangkan berbagai adaptasi. Pertama, ia memiliki badan yang ramping dan tubuh berwarna cokelat. Keduanya membudahkan hewan ini untuk berkamuflase dan bergerak.
Ia memiliki ekor prehensile panjang yang bisa digunakan untuk mencengkeram ranting dan menyeimbangkan tubuh saat sedang memanjat. Saat bereproduksi, possum ekor cincin juga akan memanfaatkan pepohonan untuk bersarang. Dalam hal ini, ia akan bersarang di lubang pohon yang kosong.
3. Possum ekor cincin merupakan hewan marsupial

possum ekor cincin (commons.wikimedia.org/Andrew Mercer) Dikutip Britannica, marsupial merupakan penamaan yang merujuk pada mamalia dari infraclass Marsupialia. Semua marsupial (termasuk possum ekor cincin) memiliki satu ciri khusus, yaitu punya kantung di tubuhnya. Kantung tersebut digunakan untuk merawat bayinya. Secara spesifik, kantung yang dimiliki possum ekor cincin berlokasi di bagian perut.
Hewan ini mulai kawin pada April hingga Desember dan melahirkan pada Mei hingga Juli. Bayinya akan lahir dalam kondisi prematur, berukuran sangat kecil, tidak bisa melihat, tak berbulu, dan sangat rapuh. Karena itu, ia akan dirawat di dalam kantung. Di dalam kantung, bayi tersebut akan menyusu dan berkembang selama beberapa bulan.
4. Tanaman dari famili Myrtaceae jadi makanan utamanya

possum ekor cincin (commons.wikimedia.org/Donald Hobern) Possum ekor cincin merupakan herbivor yang sangat selektif dalam memilh makanan. Dilansir iNaturalist, possum ekor cincin hanya mau memakan tanaman dari famili Myrtaceae. Namun, beberapa populasi juga bisa memakan tanaman lain seperti pohon akasia. Biasanya, ia akan memakan bagian daun, buah, dan ranting.
Saat mencari makanan, possum ekor cincin akan berkelana di pepohonan. Hewan ini akan memilih daun yang masih muda karena rasanya lezat dan teksturnya lembut. Hewan ini sangat jarang turun dari pohon. Jadi ,ia mendapatkan semua nutrisi dari tanaman. Tak hanya itu, possum ekor cincin juga harus makan dalam jumlah yang banyak jika ingin tetap sehat.
5. Populasinya menurun drastis pada dekade 1950-an

possum ekor cincin (commons.wikimedia.org/Dr John Robert McPherson) Possum ekor cincin masuk ke kategori least concern atau risiko rendah. Artinya, hewan ini tidak memiliki risiko kepunahan. Sayangnya, laman Atlas of Living Australia menjelaskan kalau populasi possum ekor cincin sempat menurun secara drastis pada dekade 1950an. Penurunan tersebut diakibatkan oleh perburuan, aktivitas manusia, kerusakan habitat, dan kehadiran spesies invasif. Untungnya, beberapa tahun terakhir populasi hewan ini mulai meroket. Hal tersebut dapat terjadi berkat upaya konservasi yang ketat oleh berbagai pihak.
Possum ekor cincin menunjukan keunikan dari berbagai aspek, mulai dari ciri fisik, penyebaran, populasi, hingga kebiasaan. Karena itu, ia berhak mendapat gelar sebagai mamalia yang eksotis. Kehidupannya di Australia juga bertolak belakang dengan spesies lain. Sebab, Australia merupakan daerah yang terisolasi dan memiliki lingkungan yang sangat berbeda dengan tempat lain.























