Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Taman Nasional Gargano, Taman Nasional Ikonik di Italia

6 min read
5 Fakta Taman Nasional Gargano, Taman Nasional Ikonik di Italia
potret pulau Tremiti di Taman Nasional Gargano, Italia (commons.wikimedia.org/Sara Caputo)
  • Taman Nasional Gargano di Puglia, Italia selatan, mencakup Semenanjung Gargano, Kepulauan Tremiti, dan Lago Salso seluas sekitar 118.000 hektar sejak ditetapkan pada 1991.
  • Sejarah sebagai pulau batu kapur terisolasi membentuk ekosistem khas; taman ini memiliki sekitar 2.000–2.200 spesies tumbuhan, 60 spesies anggrek, serta beragam satwa darat dan laut.
  • Hutan Umbra menjadi kawasan hijau utama dengan 15 jalur trekking, sementara trabucchi—struktur kayu penangkap ikan kuno—tetap dilestarikan untuk wisata dan edukasi budaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Taman Nasional Gargano adalah sebuah taman nasional ikonik yang terletak di Region Apulia (Puglia), Provinsi Foggia, Italia bagian selatan. Taman Nasional tersebut mencakup Semenanjung Gargano, Kepulauan Tremiti serta lahan basah Lago Salso. Menurut laman resmi turisme Italia, Italia, Taman Nasional Gargano kerap dijuluki sebagai "tajinya" (bagian runcing di belakang sepatu boot) sepatu boot Italia, karena jika peta Italia divisualisasikan maka akan tampak seperti bentuk sepatu boot dan wilayah semenanjung Gargano seolah mencuat keluar ke wilayah Laut Adriatik, seperti bentuk taji yang terdapat di belakang sepatu tersebut.

Sejumlah sumber informasi menuliskan, secara geologis, semenanjung Gargano berbeda dari wilayah di Region Apulia lainnya. Jutaan tahun lalu, wilayah ini adalah sebuah pulau batu kapur yang terpisah dari daratan utama Italia oleh suatu perairan yang kini menjadi daratan. Selama masa Pleistosen, sedimen aluvial mengisi selat tersebut sehingga menjadi daratan yang menyebabkan semenanjung Gargano "tertempel" pada daratan utama Italia. Meski demikian, Semenanjung Gargano memiliki karakteristik tersendiri dengan ciri khasnya yang terdiri dari batu kapur yang padat yang berbeda dengan batuan lain yang ditemukan di region Apulia lainnya.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai taman nasional yang menjadi bagian dari situs alam warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

  1. 1. Salah satu yang terbesar di Italia

    Taman Nasional Gargano adalah salah satu taman nasional yang terbesar di Italia serta mencakup kawasan dengan keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Dilansir laman Visit Vieste, Taman Nasional Gargano ditetapkan secara resmi melalui undang-undang perlindungan kawasan konservasi pada tahun 1991 dan mencakup wilayah seluas sekitar 118.000 hektar yang berada di Provinsi Foggia. Taman Nasional Gargano menyuguhkan keragaman lanskap alam yang luar biasa dari tebing pantai yang terjal, dataran tinggi karst hingga hutan lebat.

    Taman Nasional ini sangat diminati oleh para wisatawan yang menginginkan pemandangan alam yang spektakuler namun tak terlalu komersial dibandingkan dengan kawasan pesisir Italia lainnya yang lebih ramai. Vibesnya merupakan perpaduan unik antara keanekaragaman hayati, budaya dan tradisi. Taman nasional ini merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pecinta alam maupun pencinta sejarah. Secara total, terdapat jutaan turis yang mengunjungi seluruh wilayah Taman Nasional Gargano ini setiap tahunnya.

  2. 2. Perpaduan ekosistem unik dan iklim

    potret wilayah pantai Kota Peschici yang termasuk ke dalam wilayah Taman Nasional Gargano
    potret wilayah pantai Kota Peschici yang termasuk ke dalam wilayah Taman Nasional Gargano (commons.wikimedia.org/Creator-Bz)

    Menurut laman Italia International Parks, Taman Nasional Gargano ini memiliki ekosistem yang unik karena sebagaimana yang dijelaskan pada alinea pembuka, pada awalnya wilayah Gargano tak menjadi bagian dari wilayah daratan utama Italia sebelum proses geologi menyatukannya sehingga memiliki ekosistem yang unik sebagai wilayah yang pernah terisolasi. Isolasi geografis yang terjadi dalam waktu yang panjang tersebut memungkinkan terjadinya kekayaan keanekaragaman hayati di lokasi tersebut serta memungkin subspesies unik serta flora endemik untuk berevolusi secara mandiri sebelum semenanjung Gargano tersebut pada akhirnya bersatu dengan daratan utama Italia.

    Untuk iklimnya, iklim di Taman Nasional Gargano sangat dipengaruhi oleh ketinggian dan orientasi lereng. Wilayah pesisir memiliki iklim Mediterania yang panas dengan suhu musim panas yang melebihi 35 derajat Celcius dan musim dingin yang sejuk. Dataran tinggi di bagian pedalaman terutama di sekitar hutan Umbra yang berada pada ketinggian sekitar 800 meter jauh lebih dingin dan basah dengan curah hujan tahunan mencapai lebih dari 1.200 milimeter. Wilayah yang menghadap ke Laut Adriatik terkadang terpapar angin dingin yang disebut angin "Bora" selama musim dingin.

  3. 3. Hutan Umbra, "jantung hijau" taman nasional

    Foresta Umbra atau hutan Umbra yang menjadi "jantung hijau" Taman Nasional Gargano
    Foresta Umbra atau hutan Umbra yang menjadi "jantung hijau" Taman Nasional Gargano (commons.wikimedia.org/Pakycassano)

    Menurut laman Visit Italy kurang dari 20 km dari garis pantainya terdapat area hijau yang dilindungi dan menjadi "surga" hijau sejati untuk dijelajahi. Ialah Forestra Umbra atau hutan umbra yang merupakan "jantung hijau" ikonik dari Taman Nasional Gargano ini. Vegetasinya begitu subur dan lebat yang kemungkinan besar menjadi asal-usul nama hutan tersebut, menurut sebagian orang, umbra berasal dari kata dalam bahasa latin yang berarti bayangan sehingga hutan Umbra memiliki arti "hutan bayang-bayang" sementara yang lain meyakini bahwa nama tersebut merujuk pada kaum Umbrians, kelompok penduduk pertama yang menghuni wilayah ini pada zaman prasejarah. Hutan ini memiliki flrora dan fauna yang hampir tiada duanya di Italia serta pepohonan raksasa yang berusia ratusan tahun.

    Sejumlah aktivitas dapat dilakukan di wilayah hutan ini seperti trekking, bersepeda dan piknik. Seluruh kawasan hutan ini mencakup 15 jalur utama trekking dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Semua jalur tersebut ditandai dengan jelas dan dilengkapi papan informasi yang mencantumkan perkiraan waktu tempuh. Jalur-jalur setapak tersebut sebagian besar berasal dari bekas jalur keledai untuk mengangkut barang di masa lalu dan saat ini merupakan jalur yang ideal untuk trekking maupun bersepeda, sepeda dapat disewa di wilayah sekitar. Piknik atau camping merupakan kegiatan favorit di hutan hijau ini, namun selama camping tidak diperbolehkan untuk menyalakan api sama sekali.

  4. 4. Flora dan fauna

    potret burung Middle spotted woodpecker (Dendrocoptes medius), spesies burung yang juga ditemukan di Taman Nasional Gargano
    potret burung Middle spotted woodpecker (Dendrocoptes medius), spesies burung yang juga ditemukan di Taman Nasional Gargano (commons.wikimedia.org/Frank Vassen)

    Taman Nasional Gargano ini terkenal dengan kekayaan flora dan faunanya. Sebagaimana diinformasikan dalam laman International Parks, taman nasional ini mencakup sekitar 2.000 hingga 2.200 spesies tumbuhan yang mewakili sekitar sepertiga dari keseluruhan flora Italia di area yang relatif kecil dan beberapa di antaranya merupakan spesies endemik yang beradaptasi dengan medan berkapur. Hutan Umbra merupakan hutan dengan vegetasi pohon beech purba yang terletak di ketinggaian rendah, sekitar 800 m dan kawasan hutan tersebut menjadi bagian dari situs warisan dunia UNESCO lintas negara.

    Luar biasanya lagi, 60 spesies anggrek tumbuh liar di taman nasional ini, yang menjadikannya memiliki konsentrasi spesies anggrek tertinggi di Eropa. Untuk faunanya, hutan Umbra menjadi habitat bagi rusa roe Italia (Capreolus capreolus), babi hutan, musang, rubah, kucing liar, tupai dan burung pelatuk ikonik yang bernama burung Middle spotted woodpecker (Dendrocoptes medius). Di tebingnya dapat ditemui sarang burung predator yang dikenal dengan kecepatannya ketika berburu yakni, burung elang peregrine. Laguna pantai Lesina dan Varano menjadi habitat dari burung flamingo dan koloni burung camar. Perairan Adriatik menjadi habitat bagi lumba-lumba dan penyu laut.

  5. 5. rumah bagi alat penangkap ikan kuno

    potret alat penangkap ikan kuno yang dikenal dengan nama trabucchi
    potret alat penangkap ikan kuno yang dikenal dengan nama trabucchi (commons.wikimedia.org/Apazienza)

    Taman Nasional Gargano adalah rumah bagi struktur alat penangkap ikan kuno yang bernama trabucchi. Menurut laman Visit Vieste, trabucchi adalah alat penangkap ikan kuno khas pantai Adriatik dan pantai wilayah Gargano berupa struktur kayu yang menjorok ke laut dan menggunakan jaring besar dengan mata jaring yang rapat untuk menjebak ikan. Berdasarkan catatan yang ada di sejumlah literatur sejarah dan tulisan novel, diyakini konsep struktur alat penangkap ikan tersebut sudah digunakan sejak berabad-abad yang lalu. Alat tersebut lahir karena kebutuhan mencari nafkah dengan aman dari laut yang merupakan sumber rezeki tetapi berbahaya dengan gelombang badai dan serbuan bajak laut.

    Alat penangkap ikan trabucchi tersebut telah menjadi salah satu simbol peradaban pesisir Gargano di masa silam. Untuk masa modern ini, trabucchi sudah tak digunakan lagi karena dengan kapal-kapal modern, para nelayan mencari tangkapan ikan di tengah laut terbuka. Namun sejumlah alat tersebut masih dihidupkan dan difungsikan oleh para pelaku wisata untuk menarik perhatian turis, khususnya restoran-restoran yang menyediakan menu ikan segar musiman dan asosiasi-asosiasi kebudayaan untuk memberikan edukasi kebudayaan kepada wisatawan mengenai metode penangkapan ikan di masa lalu.

    Bagaimana apakah kamu tertarik untuk mengunjungi kawasan Taman Nasional Gargano ini ketika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Italia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More