5 Fakta Burung Palm Cockatoo, Bisa Memakai Alat untuk Membuat Irama

- Palm cockatoo jantan di Australia utara membuat stik dari ranting atau memakai polong biji keras untuk mengetuk batang pohon berongga, terutama dalam pertunjukan kawin.
- Analisis 131 rangkaian ketukan dari 18 pejantan menunjukkan jarak ketukan cenderung teratur dan berpola; tiap individu memiliki gaya berbeda, tanpa menyamakan kemampuan ini dengan musik manusia.
- Selain ketukan, pejantan mengembangkan jambul, bersuara, mengepakkan sayap, dan memperlihatkan perubahan warna pipi saat menarik betina; pengaruh tiap sinyal terhadap pilihan pasangan belum dipastikan.
Palm cockatoo atau Probosciger aterrimus merupakan burung paruh bengkok berukuran besar yang berasal dari Australia bagian utara dan Papua Nugini. Burung ini memiliki bulu hitam, paruh besar, serta jambul panjang yang menjadi ciri khasnya. Penampilannya yang mencolok membuat palm cockatoo mudah dikenali di habitat alaminya.
Selain penampilannya, palm cockatoo juga memiliki perilaku unik yang berkaitan dengan penggunaan alat. Pejantan diketahui memanfaatkan benda dari alam untuk menghasilkan ketukan berirama, terutama saat melakukan pertunjukan untuk menarik pasangan. Berikut lima fakta menarik tentang perilaku palm cockatoo tersebut.
1. Palm cockatoo membuat stik sendiri untuk menghasilkan bunyi

Palm cockatoo (pixabay.com/alexman89) Palm cockatoo jantan tidak hanya memukul batang pohon dengan kaki. Di Australia utara, burung ini mematahkan ranting, membuang bagian kecilnya, lalu membentuknya menjadi stik untuk mengetuk batang pohon berongga. Penelitian yang diterbitkan di Science Advances pada 2017 mencatat perilaku penggunaan alat ini sebagai bagian dari pertunjukan kawin.
Stik itu dipegang dengan satu kaki, kemudian dipukulkan berulang kali ke kayu hingga menghasilkan bunyi. Burung ini juga terkadang menggunakan polong biji yang keras untuk menghasilkan bunyi ketukan. Bahan tersebut bukan dipakai untuk mengambil makanan, melainkan untuk menghasilkan suara.
2. Ketukan yang dibuatnya memiliki pola irama

Palm cockatoo (pexels.com/James Lee) Ketukan palm cockatoo bukan bunyi acak yang muncul saat burung memukul pohon. Dalam penelitian terhadap 18 pejantan, para peneliti menganalisis 131 rangkaian ketukan dan menemukan bahwa jarak antarketukan cenderung teratur. Pola ini membuat bunyi yang dihasilkan memiliki irama yang bisa dikenali.
Meski begitu, penelitian tersebut tidak menyimpulkan bahwa burung memainkan musik dengan pemahaman seperti manusia. Temuannya menunjukkan bahwa ketukan palm cockatoo memiliki beberapa unsur dasar musik instrumental, termasuk irama teratur dan pengulangan. Setiap pejantan juga memperlihatkan pola ketukan yang berbeda.
3. Bentuk stiknya berbeda antara satu pejantan dan lainnya

Palm cockatoo (pixabay.com/herbert2512) Palm cockatoo tidak selalu memakai ranting dalam bentuk asalnya. Pejantan dapat mematahkan ranting, menyingkirkan daun, lalu memangkasnya menjadi stik dengan panjang sekitar 20 sentimeter. Penelitian yang terbit di Proceedings of the Royal Society B pada 2023 menemukan bahwa bentuk alat pemukul yang dibuat burung berbeda antarindividu.
Para peneliti memeriksa 256 alat yang ditemukan di bawah 70 pohon tempat burung melakukan pertunjukan. Sebagian besar berupa stik dari ranting, sementara sisanya berupa polong biji yang keras. Perbedaan panjang, lebar, dan massa stik menunjukkan bahwa pejantan memiliki pilihan masing-masing dalam membuat alat untuk mengetuk pohon.
4. Bunyi ketukan menjadi bagian dari pertunjukan kawin

Palm cockatoo (pexels.com/YIYANG LIU) Pejantan Palm cockatoo menggunakan stik untuk mengetuk batang pohon berongga saat melakukan pertunjukan yang berkaitan dengan perkawinan. Ketukan ini biasanya muncul bersama perilaku lain, seperti bersuara, mengembangkan jambul, dan memperlihatkan sayap. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari cara pejantan menampilkan diri di hadapan betina.
Peneliti juga mencatat bahwa burung terkadang terus mengetuk meski tidak sedang bersuara atau melakukan gerakan lain. Artinya, bunyi ketukan tidak selalu menjadi pengiring panggilan. Namun, penelitian yang ada belum memastikan apakah betina memilih pasangan berdasarkan irama atau bentuk stik yang digunakan pejantan.
5. Jambul dan perubahan warna pipinya ikut menarik perhatian

Palm cockatoo (pexels.com/hartono subagio) Saat melakukan pertunjukan, palm cockatoo jantan tidak hanya mengetuk batang pohon. Penelitian juga mencatat perilaku mengangkat jambul, mengeluarkan panggilan, dan perubahan warna pada bercak merah di pipi yang tampak semakin gelap. Gerakan dan suara tersebut muncul sebagai bagian dari rangkaian pertunjukan yang dapat diamati betina.
Palm cockatoo memiliki beragam panggilan, termasuk siulan, yang dipadukan dengan gerakan tubuh. Para peneliti belum memastikan seberapa besar tiap unsur memengaruhi pilihan pasangan, sehingga tidak tepat menyebut ketukan sebagai satu-satunya penentu. Pertunjukan ini memperlihatkan bahwa burung memakai beberapa sinyal sekaligus saat menarik perhatian.
Kemampuan palm cockatoo membuat alat dan menghasilkan ketukan berirama menunjukkan bahwa penggunaan benda oleh hewan tidak selalu berkaitan dengan mencari makanan. Pada spesies ini, ranting dan polong biji menjadi bagian dari pertunjukan kawin yang melibatkan suara serta gerakan tubuh. Penelitian tentang perilaku tersebut membantu menjelaskan beragam cara hewan menggunakan benda di lingkungannya.





















