Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah Bulan Memiliki Bau Seperti Bubuk Mesiu? Ini Faktanya
Bulan (pexels.com/Ivan Tanchev)
  • Astronot melaporkan debu bulan memiliki aroma mirip bubuk mesiu terbakar, tercium saat mereka kembali ke modul pendaratan dan melepas helm.
  • Bau khas tersebut diyakini muncul akibat reaksi debu bulan dengan oksigen, disintegrasi batuan karena tumbukan meteorit, serta penguapan ion angin matahari.
  • Struktur bulan terdiri dari beberapa lapisan seperti kerak, mantel, dan inti logam; komposisi ini turut memengaruhi karakteristik fisik termasuk debu penyebab aroma unik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama ini, yang kita tahu bulan adalah benda langit yang terlihat di malam hari, namun ternyata satelit alami bumi ini menyimpan rahasia yang tak terduga. Para astronot yang pernah menginjakkan kaki di bulan melaporkan adanya aroma aneh di satelit tersebut.

Mereka mendeskripsikan bagaimana bulan mengeluarkan aroma yang khas seperti bubuk mesiu. Lalu, benarkah bulan memiliki aroma tersebut? Bagaimana aroma bubuk mesiu yang dimaksud pada astronot? Di bawah ini adalah penjelasan lebih dalam seputar aroma bulan.

Bulan terbentuk dari apa?

ilustrasi bulan (pexels.com/simplyart4794)

Bulan memiliki struktur yang terdiri dari beberapa lapisan, mulai dari permukaan hingga ke pusatnya. Setiap lapisan terdiri dari batuan dan logam yang berbeda-beda. Pembentukan lapisan ini terjadi ketika bulan masih dalam fase awal dan sangat panas kemudian mendingin secara bertahap seiring waktu. Berikut adalah lapisan-lapisan yang membentuk bulan:

  1. Permukaan bulan: lapisan ini berada di bagian teratas yang dapat kita lihat. Lapisan ini tertutup oleh regolith, yaitu debu kering dan partikel batuan kecil. Di bawah debu terdapat dataran batuan padat, kawah, dan pegunungan. 

  2. Kerak: Merupakan lapisan terluar bulan. Lapisan ini terdiri dari material batuan yang keras, sebagian besar silikat. Kerak lebih tebal di sisi yang jauh dari bulan dan lebih tipis di sisi yang menghadap bumi. 

  3. Mantel: Mantel berada tepat di bawah kerak. Mantel terdiri dari batuan padat yang terbentuk ketika bulan mendingin.

  4. Lapisan lelehan sebagian: Di bawah mantel terdapat lapisan tipis yang tidak sepenuhnya padat. Lapisan ini sebagian berupa batuan yang meleleh.

  5. Inti luar: Intu terluar bulan terbuat dari logam cair, khususnya besi yang bercampur dengan belerang. 

  6. Inti dalam: Inti bagian dalam bulan berupa logam padat. Sebagian besar terbuat dari besi. Ukurannya pun cenderung lebih kecil dibandingkan dengan inti bumi, yang merupakan salah satu alasan mengapa Medan magnet bulan sangat lemah.

Apakah bulan memiliki bau seperti bubuk mesiu?

ilustrasi bulan (pexels.com/Doğan Alpaslan)

Para astronot yang pernah menginjakkan kaki di bulan melaporkan bahwa debu bulan memiliki aroma yang mirip dengan bubuk Mesiu yang terbakar, namun mereka hanya mampu menciumnya ketika kembali saat mendarat.

Hal ini disebabkan karena tidak adanya udara di permukaan bulan yang membuat aroma tersebut tidak dapat menyebar, namun debu bulan menempel pada pakaian dan peralatan mereka. Ketika mereka kembali ke pendaratan dan melepas helm mereka, para astronot mencium bau seperti kembang api yang terbakar atau percikan logam. 

Sebelumnya, perlu kamu ketahui, bubuk mesiu adalah campuran dari batubara, sendawa, dan kalium nitrat yang dalam bentuk padat tidak memiliki bau yang kuat. Namun, ketika dibakar, bubuk Mesiu berubah menjadi sesuatu yang berbeda. Proses pembakaran ini mepeaskan gas sulfur oksida yang membuat aroma bubuk mesiu tercium seperti aroma kembang api atau ledakan.

Dilansir National Geographic, Harrison Schmiit, astronomi misi Apollo 17 yang melakukan moonwalk pada Desember 1972, pun mengatakan bahwa sekilas bulan baunya seperti mesiu. Schmiit membutuhkan waktu sekitar 7 menit untuk mengenali bau tersebut.

Larry Taylor, yang merupakan Direktur Planetary Geoscience Institute di University of Tennessee di Knoxville pun sependapat dengan Schmiit. Sebelumnya, Taylor sendiri bertugas di back room Johnson Space Center di Houston dalam misi Apollo 17. 

Taylor mengatakan kalau bau tersebut mirip dengan bau yang tercium oleh geolog saat mereka menggali atau mengebor batuan. Di mana bau tersebut mampu bertahan lebih lama karena kandungan oksigen hanya 43%. 

Para ilmuwan sepakat bahwa bau khas tersebut disebabkan oleh disintegrasi batuan basal dan anorthosit. Disintegrasi sendiri disebabkan oleh tumbukan meteorit pada masa lampau. 

Namun, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa bau tersebut bisa saja berasal dari debu bulan yang bereaksi dengan udara lembap di dalam molekul bulan, yang mana uap air tersebut melepaskan molekul-molekul mudah menguap yang berbau ke udara.

Teori selanjutnya, mengatakan kalau ion angin matahari terperangkap dalam debu dan menguap ketika bersentuhan dengan udara di dalam pesawat ruang angkasa. Sedangkan, teori yang terakhir menyatakan aroma bulan yang khas kemungkinan berasal dari debu bulan yang mulai teroksidasi ketika pertama kali bersentuhan dengan oksigen di dalam modul bulan dan menyebabkan bau terbakar.

Sebagai penutup, benar bahwa bulan memiliki bau seperti bubuk mesiu. Hal ini disebabkan oleh beberapa kemungkinan, seperti adanya tumbukan meteorit pada masa lalu, ion matahari yang terperangkap dan menguap di udara, dan debu bulan yang teroksidasi ketika bersentuhan dengan oksigen dalam modul bulan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team