Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Hewan yang Mengalami Perubahan Fisik saat Musim Berganti

4 Hewan yang Mengalami Perubahan Fisik saat Musim Berganti
ilustrasi rusa (pexels.com/Lakshmikanth k)
Intinya Sih
  • Beberapa hewan mengalami perubahan fisik saat musim berganti sebagai bentuk adaptasi terhadap suhu dan kondisi lingkungan yang berubah.
  • Rusa, kelinci salju, tupai merah, dan kambing gunung menyesuaikan ketebalan serta warna bulu mereka untuk menjaga suhu tubuh dan perlindungan diri.
  • Adaptasi ini membantu hewan-hewan tersebut bertahan hidup di berbagai kondisi iklim ekstrem tanpa kehilangan kemampuan bergerak maupun mencari makan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Perubahan musim tidak hanya memengaruhi cuaca dan lingkungan sekitar, namun juga kehidupan dari hewan-hewan di habitatnya. Ada beberapa spesies yang ternyata memiliki kemampuan beradaptasi dengan cara mengubah penampilan fisik untuk bisa bertahan hidup dengan baik.

Perubahan fisik bisa berupa warna bulu, ketebalan lapisan tubuh, hingga bentuk tubuh yang terlihat sedikit berbeda. Berikut ini merupakan beberapa hewan yang terkenal mengalami perubahan fisik ketika musim berganti dan alasan di balik hal tersebut.

1. Rusa

ilustrasi rusa (pexels.com/Sathish Kumar)
ilustrasi rusa (pexels.com/Sathish Kumar)

Rusa ternyata termasuk ke dalam salah satu hewan yang mengalami perubahan fisik ketika menghadapi perubahan suhu, yaitu pergantian bulu untuk menyesuaikan suhu lingkungan. Pada saat musim dingin, ternyata bulunya jauh lebih tebal dan panjang untuk memastikan bahwa suhu tubuhnya tetap terasa hangat dan aman dari risiko kedinginan.

Pada saat musim hujan tiba, maka bulu yang dimiliki rusa tersebut akan rontok dan digantikan dengan bulu tipis agar tubuhnya tetap terasa sejuk. Pergantian ini juga dapat membantu rusa untuk bergerak secara lebih aktif dan bebas di habitatnya.

2. Kelinci salju

ilustrasi kelinci (pexels.com/Alexis LOURS)
ilustrasi kelinci (pexels.com/Alexis LOURS)

Kelinci salju ternyata mengalami adanya perubahan warna bulu dari putih di musim dingin menjadi coklat keabu-abuan di musim panas. Warna tersebut ternyata bukan tanpa alasan, sebab berfungsi untuk menyamarkan diri dari potensi pemangsa yang disesuaikan dengan latar belakang lingkungan sekitar.

Ketebalan bulu yang dimiliki kelinci salju berubah menyesuaikan musim yang harus dihadapinya. Bulu tebal dapat membantu untuk mempertahankan panas ketika musim dingin tiba, sedangkan bulu tipis mencegah tubuh kepanasan di musim panas.

3. Tupai merah

ilustrasi tupai (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi tupai (pexels.com/Pixabay)

Tupai merah kerap mengganti bulunya dua kali setahun untuk menyesuaikan musim yang harus dihadapinya di habitat alami. Bulu musim dingin yang dimiliki tupai merah pada umumnya lebih tebal, panjang, dan berwarna abu-abu kecokelatan, sedangkan pada saat musim panas tiba maka kondisi bulu pada tupai merah akan terlihat lebih pendek dan berwarna kemerahan.

Telinga yang dimiliki tupai merah juga akan tumbuh jumbai rambut pada musim dingin untuk membantu memproteksi dari hawa dingin yang dialami. Adaptasi inilah yang dapat memungkinkan tupai untuk bertahan di berbagai kondisi iklim yang mengalami perubahan secara drastis.

4. Kambing gunung

ilustrasi kambing gunung
ilustrasi kambing gunung (unsplash.com/Robert Schwarz)

Kambing gunung memiliki bulu panjang dan tebal pada saat musim dingin untuk dapat memproteksi diri dari suhu beku yang mungkin mereka alami di daerah pegunungan. Pada saat musim panas tiba, maka bulu tersebut nantinya akan rontok dalam jumlah besar agar tidak sampai membuat mereka merasa kepanasan.

Lapisan bulu tipis pada musim panas juga dapat membuat kambing bergerak dengan lebih lincah di kondisi tebing tanpa risiko overheating. Adaptasi ini juga dapat memudahkan mereka untuk mencari makan di kondisi medan yang berbatu dan terpapar sinar Matahari secara langsung.

Perubahan fisik pada hewan ketika musim berganti merupakan bentuk dari adaptasi alami yang menakjubkan. Setiap spesies memiliki cara unik untuk bisa menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang mengalami perubahan. Musim boleh berganti, namun insting bertahan hidup dari hewan tersebut akan tetap sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More