Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah di Bulan Juga Ada Gempa Bulan? Ini Faktanya!
ilustrasi bulan (pexels.com/David Besh)
  • Gempa bulan adalah getaran seismik di permukaan bulan yang lebih lemah dari gempa bumi, namun bisa berlangsung lebih lama hingga lebih dari 10 menit.
  • Penyebab utama gempa bulan meliputi benturan meteoroid, penyusutan akibat pendinginan bagian dalam bulan, serta perubahan suhu ekstrem antara siang dan malam bulan.
  • Terdapat empat jenis gempa bulan: dangkal, dalam, meteorit, dan termal—masing-masing dipicu oleh faktor struktural, gravitasi bumi, tabrakan luar angkasa, serta fluktuasi suhu permukaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama di bumi, kita seringkali merasakan aktivitas gempa karena adanya getaran atau goncangan yang terjadi di permukaan bumi. Tapi, tahukah kamu bahwa tidak hanya bumi saja yang mengalami gempa? Bulan misalnya, satelit alami yang biasa kita lihat di langit malam juga mengalami gempa, lho!

Aktivitas geologi ini disebut 'gempa bulan'. Pastinya, gempa yang terjadi di bulan berbeda dengan yang ada di bumi baik dari penyebab dan jenis-jenisnya. Pada artikel ini kita akan mempelajari apa sih gempa bulan itu? Dan bagaimana gempa bisa terjadi di bulan? Yuk, simak penjelasannya

Apa itu gempa bulan?

ilustrasi bulan (pexels.com/Brett Sayles)

Gempa bulan adalah segala jenis getaran seismik yang terjadi di bulan, mengguncang permukaan satu-satunya satelit alami tersebut, biasanya terjadi akibat pelepasan gelombang seismik secara tiba-tiba. Getaran yang terjadi di bulan biasanya lebih lemah daripada getaran yang terjadi di bumi, meskipun cenderung berlangsung lebih lama.

Dilansir NASA, gempa bulan ini asalnya dari kedalaman yang relatif dangkal, yaitu 20-30 km, dapat mencapai kekuatan hingga 5,5 pada skala Richter dan berlangsung selama lebih dari 10 menit. 

Adanya dampak meteoroid dengan bulan dapat menyebabkan gempa bulan yang berasal dari permukaan bulan atau di dekatnya. Jenis gempa bulan yang dangkal lainnya dapat berasal dari ekspansi dan kontraksi termal batuan di permukaan atau di dekatnya saat berpindah dari malam bulan yang sangat dingin ke siang hari bulan yang sangat panas.

Penyebab terjadinya gempa bulan

ilustrasi bulan (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Gempa bulan terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah benturan meteoroid yang menghantam permukaan bulan. Selain itu, struktur dan suhu bulan, gaya gravitasi bulan juga berperan memicu terjadinya gempa bulan.  

Seorang ilmuwan planet di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA, menyatakan bahwa gempa bulan terjadi karena proses yang berbeda dengan gempa bumi, karena bulan tidak memiliki lempeng tektonik aktif seperti bumi. 

Analisis data dari misi Apollo dan Lunas Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA menunjukkan bahwa bagian dalam bulan mendingin dan menyusut. Proses ini terjadi karena bulan terbentuk dalam lingkungan yang panas akibat bombardir meteor dan asteroid, yang kemudian mendingin seiring waktu. 

Adanya penyusutan ini mengakibatkan ribuan patahan dorong, yaitu retakan di mana satu sisi kerak telah terdorong ke atas sisi lainnya. Peristiwa pergeseran pada patahan ini dapat melepaskan tekanan, yang menyebabkan gempa bulan dangkal.

Jenis-jenis gempa bulan

ilustrasi bulan (pexels.com/Doğan Alpaslan)

Gempa bulan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebab dan karakteristik, antara lain:

  1. Gempa bulan dangkal: Gempa ini disebabkan adanya kelemahan struktural di bagian dalam bulan, yang menyusut perlahan dari waktu ke waktu karena adanya pendinginan inti pusat. Gempa bulan dangkal paling mirip dengan gempa bumi, dan biasanya terjadi pada kedalaman 125 mil. 

  2. Gempa bulan dalam: Disebabkan oleh tekanan pasang surut dari bumi dan berasal dari kedalaman antara 500 mil dan 750 mil di bawah permukaan bulan. 

  3. Gempa bulan meteorit: Gempa ini disebabkan adanya tabrakan meteorit dan benda lain dari luar angkasa

  4. Gempa bulan termal: Berkolerasi dengan siklus siang dan malam bulan selama 30 hari dan mencerminkan fluktuasi suhu serta ritme pencairan dan pembekuan di permukaan bulan. 

Sebagai penutup, gempa bulan terjadi karena adanya penyusutan, pendinginan bulan, pergeseran patahan dorong di permukaan bulan, hingga benturan meteoroid yang menghantam permukaan bulan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team