ilustrasi awan (commons.wikimedia.org/Dmitry Makeev)
Agar butiran air bisa terbentuk di awan, uap air lebih dulu harus mengembun pada sebuah partikel kecil. Partikel pengait ini kemudian kita sebut sebagai inti kondensasi awan, dan debu mineral dari gurun bisa mengisi posisi tersebut. Pada suhu yang sangat dingin, debu juga bisa menjadi inti es, yaitu tempat kristal es mulai terbentuk di dalam awan.
Feldspar disebut sebagai salah satu mineral dalam debu yang paling aktif sebagai inti es. Selama melayang di udara, debu bisa terlapisi senyawa yang mudah menyerap air, seperti sulfat atau garam laut, setelah bertemu polutan dan sea spray. Lapisan ini kemudian membuat debu menjadi lebih efektif sebagai inti kondensasi. Namun, sayangnya debu yang terlalu banyak justru punya efek sebaliknya. Uap air yang tersedia terbagi ke banyak partikel, sehingga tetesan yang terbentuk berukuran kecil dan tidak cukup berat untuk jatuh sebagai hujan.
Dari semua penjelasan di atas, hal yang paling menentukan ada di ukuran partikel debu. Sebelum ini, mungkin kamu mengira hujan hanya membawa air dari awan ke permukaan bumi. Ternyata air hujan juga bisa menjadi pengangkut partikel yang berasal dari tempat sangat jauh. Semoga sejumlah trivia hujan di atas bisa bantu menjawab rasa penasaranmu selama ini, ya!
Referensi:
"Striking sunsets with risk of 'blood rain' as Saharan dust sweeps UK." BBC. Diakses pada Oktober 2026
"Sand Storm." Universe Today. Diakses pada Oktober 2026
"Saharan Dust Storm: 13 Surprising Ways It Might Impact You." Matthew Gove. Diakses pada Oktober 2026