Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Benda di Rumah yang Masih Bisa Menyimpan Abu Vulkanik

3 Benda di Rumah yang Masih Bisa Menyimpan Abu Vulkanik
ilustrasi abu vulkanik (pexels.com/Francesco Ungaro)
Share Article

Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sempat terbawa angin hingga wilayah Jakarta kini sudah mulai menjauh. Meski begitu, bukan berarti abu vulkanik yang sebelumnya masuk ke lingkungan rumah langsung hilang begitu saja. Partikel abu yang berukuran sangat kecil bisa menempel atau tertahan di berbagai permukaan dan benda dalam rumah.

Kondisi ini membuat abu masih mungkin ditemukan meski udara di luar sudah terlihat bersih. Beberapa benda bahkan bisa menjadi tempat menumpuknya partikel abu tanpa disadari. Lalu, benda apa saja di rumah yang masih bisa menyimpan abu vulkanik? Yuk, kita telusuri di bawah ini!

  1. 1. Filter AC bisa menahan partikel abu vulkanik

    ilustrasi AC
    ilustrasi AC (pexels.com/NEOSiAM 18+)

    Filter AC bisa menjadi salah satu tempat partikel abu vulkanik tertahan setelah udara yang mengandung abu masuk ke dalam ruangan. Pasalnya, menurut United States Geological Survey (USGS), sistem pendingin udara dan ventilasi dapat kemasukan abu vulkanik melalui saluran udara, terutama ketika udara dari luar masuk ke dalam sistem. Partikel abu kemudian dapat menumpuk pada filter dan membuatnya lebih cepat kotor atau tersumbat.

    Kondisi tersebut dapat mengurangi aliran udara sehingga kinerja sistem pendingin ikut terganggu. Oleh sebab itu, filter AC yang digunakan saat terjadi paparan abu sebaiknya diperiksa dan dibersihkan atau diganti jika sudah kotor. Langkah ini juga membantu mengurangi partikel abu yang mungkin kembali masuk ke udara di dalam rumah.

  2. 2. Keset atau karpet dapat menjebak abu di serat-serat

    ilustrasi karpet
    ilustrasi karpet (pexels.com/Tara Winstead)

    Keset atau karpet juga bisa menjadi tempat abu vulkanik tertinggal setelah partikel tersebut terbawa masuk ke dalam rumah. Abu dapat masuk bersama debu atau terbawa oleh alas kaki yang digunakan di luar rumah. Mengutip dari National Emergency Management Agency (NEMA), Selandia Baru, karpet dan benda berbahan kain perlu dibersihkan dengan penyedot debu setelah terpapar abu vulkanik.

    Partikel abu yang tertinggal di permukaan karpet sebaiknya tidak digosok terlalu keras karena dapat membuat abu semakin masuk ke dalam serat. Keset yang berada di dekat pintu juga perlu diperhatikan karena menjadi salah satu benda yang paling sering terkena kotoran dari luar rumah. Dengan membersihkan keset dan karpet secara rutin, abu yang tertinggal dapat dikurangi dan tidak mudah kembali beterbangan di dalam ruangan.

  3. 3. Tirai atau gorden bisa menangkap abu dari udara

    ilustrasi tirai jendela
    ilustrasi tirai jendela (pexels.com/Max Vakhtbovych)

    Tirai atau gorden juga bisa menjadi tempat abu vulkanik tertinggal setelah partikel tersebut masuk ke dalam rumah. Partikel abu yang terbawa udara dapat menempel pada permukaan kain, terutama jika jendela atau ventilasi terbuka saat terjadi hujan abu. USGS menyebut bahwa benda berbahan kain yang terkena abu vulkanik perlu dibersihkan dengan hati-hati agar partikel tidak kembali beterbangan.

    Gorden yang sudah terpapar abu sebaiknya dilepas dan dibersihkan menggunakan cara yang sesuai dengan jenis kain. Abu juga sebaiknya tidak langsung ditepuk atau dikibaskan karena dapat membuat partikel kembali menyebar ke udara. Membersihkan gorden setelah paparan abu dapat membantu mengurangi partikel vulkanik yang masih tertinggal di dalam rumah.

    Meski abu vulkanik sudah tidak terlihat di udara Jakarta, partikelnya masih bisa tertinggal pada berbagai benda di dalam rumah. Benda-benda tersebut perlu diperhatikan serta dibersihkan jika sebelumnya terpapar abu. Setelah mengetahui hal ini, apakah kamu sudah cek benda-benda di rumah yang mungkin masih menyimpan abu vulkanik?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More