gambar kerusakan setelah terjadinya gempa (unsplash.com/Sarah Crego)
Mengingat gempa di Indonesia cukup sering terjadi, rasanya akan jauh lebih mudah jika kita bisa memprediksi kedatangan gempa sebelum bencana itu terjadi. Setidaknya kita bisa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sayangnya dilansir Pacific Northwest Seismic Network, sampai saat ini para ilmuwan belum bisa menemukan cara ataupun alat untuk memprediksi secara akurat tentang waktu, lokasi, maupun kekuatan gempa bumi yang akan terjadi di masa mendatang.
Salah satu penyebabnya karena para ilmuwan belum sepenuhnya memahami proses yang menyebabkan patahan dapat bergeser secara tiba-tiba. Meski begitu, sebagai gantinya para ilmuwan bisa memperkirakan peluang kemungkinan terjadinya gempa dengan magnitudo tertentu di suatu wilayah. Perkiraan ini muncul didasarkan pada tingkat rata-rata kejadian di masa lalu.
Misalnya suatu wilayah rata-rata mengalami gempa berkekuatan 7 magnitudo hampir setiap 5 tahun sekali, maka data tersebut bisa digunakan untuk menghitung seberapa besar kemungkinan gempa yang sama akan terjadi lagi di wilayah tersebut pada masa mendatang. Namun kembali lagi, ini hanya perkiraan. Bisa aja gempa tersebut gak pernah terjadi, atau bahkan terjadi beberapa kali dengan kekuatan yang lebih kecil atau lebih besar.
Gempa bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng merupakan bencana alam yang sulit diprediksi. Namun sebagai manusia, kita tetap bisa mengurangi risikonya dengan mempelajari cara melindungi diri saat gempa bumi terjadi. Terdengar sederhana memang, tapi faktanya pengetahuan yang kita miliki dapat menyelamatkan nyawa diri dan orang lain disekitar kita.